Olah Raga

Carolina Marin Pertahankan Gelar Juara Dunia

Sunday, 16 Agustus 2015 | View : 559

JAKARTA-SBN.

Partai final lainnya saat Total BWF World Championships 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (16/8/2015) juga menjanjikan laga seru.

Dari nomor tunggal putri, ada final ideal antara unggulan teratas, pebulutangkis asal Spanyol, Carolina Marin dan unggulan kedua Saina Nehwal dari India.

Di satu sisi, Carolina Marin tentu ingin mempertahankan titel yang didapatnya tahun lalu di Kopenhagen, Denmark. Sementara Saina Nehwal mengincar gelar juara dunia perdananya sekaligus menjadi pebulutangkis India pertama yang menjadi kampiun di kejuaraan dunia.

Carolina Marin berhasil mempertahankan gelar pada Total BWF World Championship 2015, Minggu (16/8/2015).

Di nomor tunggal putri, pemain Spanyol, Carolina Marin, menepis keraguan tentang kondisi fisiknya dengan mempertahankan gelar juara.

Saat final, Carolina Marin menaklukkan unggulan ke-2 asal India, Saina Nehwal, dalam dua gim, 21-16, 21-19.

Pemain asal Spanyol Carolina Marin berhasil mempertahankan gelar juara dunia setelah mengalahkan pemain tunggal putri Saina Nehwal dari India pada final Total BWF World Championships 2015 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/8/2015).

Di partai puncak, Carolina Marin, yang masih berusia 22 tahun itu menang 21-16, 21-19. Ini merupakan gelar kedua bagi Carolina Marin setelah tahun lalu merebutnya di Kopenhagen, Denmark.

Tahun lalu, Carolina Marin menjadi pemain Spanyol pertama yang menjadi juara dunia dengan menundukkan Li Xuerui (China) dengan 17-21, 21-17, 21-18.

Penampilan Carolina Marin di final itu luar biasa. Unggulan pertama ini tidak mendapat tekanan yang kuat di game pertama. Namun, pada game berikutnya, Saina Nehwal, yang ingin menorehkan sejarah dengan menjadi pemain pertama India yang menjadi juara dunia bangkit.

Pertandingan seakan-akan bakal berlangsung tiga game ketika Saina Nehwal sempat memimpin 11-6. Namun, Carolina Marin bermental juara dunia. Tidak mudah mengalahkan pemain bernama lengkap Carolina Maria Marin Martin ini. Dia bangkit hingga menutup pertandingan dengan skor 21-19 setelah pukulan terakhir Nehwal melebar ke luar lapangan.

Hasil tunggal putri ini tentu pukulan bagi China, yang selama ini begitu dominan di sektor ini. Dalam tiga tahun terakhir, China gagal menempatkan wakilnya sebagai juara. China telah mengoleksi 15 gelar juara di nomor tunggal putri di Kejuaraan Dunia.

Tentu saja, keberhasilan Carolina Marin merebut gelar juara itu menjadi sejarah tersendiri bagi negerinya. Bulutangkis bukanlah olahraga yang populer di Spanyol.

Olahraga tepok bulu ini masih kalah dari sepakbola dan juga tenis. Namun, dengan hadirnya Carolina Marin sebagai juara dunia untuk kedua kalinya, tentu akan membuat olahraga ini digemari di Negeri Matador itu.

Saat bola pengembalian Saina Nehwal melebar di sisi kanan lapangan Carolina Marin, seketika itu juga Carolina Marin menjatuhkan tubuhnya. Dia menutup wajahnya.

Pemain asal Huelva, Spanyol, ini bersyukur karena menjuarai gelar juara dunia Total BWF World Championships untuk kedua kalinya. Carolina Marin, yang diunggulkan di tempat teratas, menang 21-16, 21-19, atas unggulan kedua ini.

“Terima kasih banyak. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada suporter Indonesia karena dukungan mereka kepada saya sangat besar. Mereka memberi kepercayaan diri saya yang sangat besar. Itu sangat menunjang penampilan saya di lapangan,” kata pemain bernama lengkap Carolina Maria Marin Martin ini.

Carolina Marin, yang tahun lalu juara dunia di Kopenhagen, Denmrak, dengan mengalahkan Li Xuerui mengatakan, dia sangat bangga dengan hasil tersebut.

“Saya bertarung begitu enjoy, enjoy dengan penonton, dan enjoy dengan turnamen, karena ini pertandingan terakhir (final). Saya ingin bermain sebaik mungkin. Saya hanya berpikir bermain saja. Saya harus terus bertarung, tidak membuat kesalahan sendiri. Saya berusaha agar bola tidak jatuh di lapangan saya karena saya tahu dia lebih lelah dari pada saya,” ujar Carolina Marin, yang ramah ini.

Saat diminta penggemarnya untuk berfoto bersama di sebuah restoran di Senayan, dia pun dengan sabar melayaninya. Padahal, saat itu, dia buru-buru ingin kembali ke hotel.

Pemain kelahiran 15 Juni 1993 ini sekali lagi mengatakan dirinya lebih bahagia dari ketika dia menjuarai turnamen apa pun. Pasalnya, pencapaian sangat ini lebih sulit.

“Satu bulan lalu, semua orang tahu saya mengalami cedera kaki kanan dan pelatih saya bilang jika saya mungkin tidak bisa bermain di turnamen ini. Kemudian, dua pekan lalu, saya mulai berlatih kembali dan datang ke sini. Kami (dia dan pelatih) berbincang jika di sini kami hanya akan menikmati juara turnamen saja. Namun, ternyata, saya bisa juara,” kata pemain yang dilatih Fernando Rivas ini.

Di Istora, dia seperti bermain di kandangnya. ““Saya hari ini bermain seperti di rumah sendiri. Penonton memberikan dukungan yang begitu besar. Mereka berteriak, Marin, Marin. Saya bersanjung, itu membuat saya penuh percaya diri,” tambahnya.

Carolina Marin akan kembali ke Spanyol pada Senin (17/8/2015). Dia akan istirahat sebentar dan baru memikirkan tampil di Jepang Terbuka.

“Saya akan berlatih lagi. Saya tidak akan berpikir bahwa saya lagi mendominasi tunggal putri. Saya tidak selamanya juara, saya akan kalah suatu ketika. Menang atau kalah, saya hanya ingin bermain sebaik mungkin di lapangan,” kata pemain tunggal putri ketiga Eropa yang menjadi juara dunia ini.

Pemain Eropa pertama yang menjadi juara dunia adalah Lene Koppen dari Denmark pada 1977, kemudian Camilla Martin pada 1999.

Nama Carolina Marin tentu akan lebih terkenal di negerinya setelah menjadi juara dunia untuk kali kedua. Mungkin, namanya akan setenar petenis terbaik Spanyol saat ini, Rafael Nadal.

“Saya rasa kami mempunyai karakter yang sama. Kami selalu bertarung hebat, kami selalu menunjukkan kepada lawan bahwa kami dapat mengalahkan mereka. Oleh karena itu, saya menyukai Nadal,” tutur Carolina Marin.

Sebelumnya, Juara bertahan tunggal putri Carolina Marin mendekati gelar keduanya setelah menembus babak final turnamen bulutangkis Total BWF World Championships 2015 dengan mengalahkan Sung Ji-hyun 21-17, 15-21, 21-16, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/8/2015).

Carolina Marin, yang mendapat dukungan dari ribuan penonton, selanjutnya akan menghadapi pemenang dari Lindaweni Fanetri melawan Saina Nehwal.

"Saya sangat kecewa dengan kekalahan ini. Pertandingan kemarin sangat panjang dan saya mempunyai masalah stamina. Pada akhirnya, saya mendorong diri saya untuk terus bertarung (melawan Marin)," papar Sung Ji-hyun.

Carolina Marin, sang ratu bulutangkis ini, sangat bahagia karena mencapai final Kejuaraan Dunia untuk kali kedua. "Hari ini pertandingan berjalan sangat berat. Dia (Sung) kelihatan nervous pada awal laga. Ini bukan pertandingan terbaik saya, karena saya harus bertanding sampai akhir (final). Saya juga nervous dan kadang saya juga marah dengan diri saya sendiri karena berbuat kesalahan," urai Carolina Marin.

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.261 Since: 05.03.13 | 0.2476 sec