Olah Raga

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Juara Dunia

Sunday, 16 Agustus 2015 | View : 735

JAKARTA-SBN.

Istora Senayan merupakan salah satu venue gelaran bulutangkis top dunia. Tapi setiap tahun pula Istora tak bisa mengakomodasi membeludaknya penonton di babak semifinal sampai final.

Istora menjadi tempat pesta para penggemar bulutangkis berkumpul setiap tahunnya dalam gelaran Indonesia Open. Penonton selalu melimpah seiring babak yang makin krusial.

Tahun ini para penggemar bulutangkis mendapatkan bonus dengan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia mulai 10-16 Agustus 2015.

Istora mulai penuh. Sulit bagi penonton untuk mendapatkan tiket.

Dengan pengalaman menjadi tuan rumah Indonesia Open, panitia penyelenggara kini menyediakan layar raksasa di luar arena.

Perjuangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk meraih titel juara dunia akan mencapai puncaknya hari Minggu (16/8/2015) ini. Untuk mencapainya, Ahsan/Hendra harus melewati hadangan ganda China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan.

Ahsan/Hendra melangkah ke final dengan menyingkirkan unggulan teratas sekaligus pasangan peringkat satu dunia, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, di semifinal. Dalam pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2015) kemarin, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang dua gim langsung 21-17, 21-19.

Di babak final, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menghadapi Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Unggulan kesembilan asal negeri 'Tirai Bambu' itu lolos ke partai puncak usai memenangi duel ketat sepanjang tiga gim melawan unggulan keenam asal Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, 21-16, 21-13, 22-20.

Sejauh ini, catatan head-to-head Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Liu Xiaolong/Qiu Zihan berimbang 2-2. Keempat pertemuan tersebut selalu dituntaskan dalam duel tiga gim.

Dua pertemuan terakhir melawan Liu Xiaolong/Qiu Zihan menjadi milik Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Terakhir, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang atas Liu Xiaolong/Qiu Zihan di ajang Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015 bulan April silam dengan skor ketat 21-18, 11-21, 24-22.

Meski selalu mendapat perlawanan sengit, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tetap punya peluang untuk menang. Jika bisa tampil oke seperti saat mengalahkan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, bukan tidak mungkin Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan memenangi titel juara dunia keduanya. Performa oke Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan itu pun diakui oleh sang lawan.

"Dibandingkan penampilan dalam turnamen-turnamen sebelumnya, Ahsan/Hendra memberikan penampilan yang berbeda. Mereka jauh lebih bagus ketimbang yang lalu-lalu," kata Lee Yong Dae usai pertandingan.

Hasrat untuk jadi juara di depan publik sendiri juga bisa jadi suntikan semangat bagi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Tapi mereka juga harus pandai-pandai memanfaatkan dukungan suporter di Istora agar tak berbalik menjadi beban. Apalagi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan adalah satu-satunya wakil Indonesia di babak final.

Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 akan dimulai pukul 13.00 WIB. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan turun di partai kelima atau yang paling akhir.

Ada seribuan orang yang menyaksikan laga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di pelataran Istora. Sebagian lainnya di sayap kiri Istora.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi juara dunia nomor ganda putra usai menang 21-17 dan 21-14 atas pasangan China Liu Xiaolong/Qiu Zihan di final Kejuaraan Dunia 2015.

Di bawah gegap-gempita Istora Senayan, Jakarta, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengawali pertandingan Minggu (16/8/2015) malam WIB dengan langsung merebut dua poin pertama. Tapi setelah itu Liu Xiaolong/Qiu Zihan merespons dengan merebut dua poin berikutnya untuk menyamakan kedudukan.

Liu Xiaolong/Qiu Zihan sempat berbalik unggul 3-2, tetapi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bukan cuma bisa menyamakan melainkan kembali unggul. Namun, setelah itu serobotan di depan net dari pasangan Indonesia membuat bola keluar, menghasilkan poin untuk pasangan China.

Selepas berimbang 4-4, Hendra/Ahsan beberapa kali mengungguli perolehan angka lawan tetapi Liu Xiaolong/Qiu Zihan lantas juga bisa menyamakan pada kedudukan 7-7, 8-8, 9-9, dan 10-10.

Jual-beli serangan yang membuat pertarungan berjalan amat ketat tersebut pada prosesnya diselingi oleh interval dengan Hendra/Ahsan memimpin tipis 11-10 menyusul sebuah challenge.

Kegagalan Qiu Zihan mengembalikan pukulan Hendra membuat pasangan Indonesia lebih dulu menambah angka selepas interval. Namun, pasangan China menipiskan skor jadi 12-13 setelah pukulan Ahsan jauh dari sasaran. Liu Xiaolong/Qiu Zihan lalu bahkan juga kembali mampu menyamakan kedudukan.

Berikutnya smes Mohammad Ahsan membuahkan hasil yang dikehendaki untuk membuat Indonesia unggul 14-13. Tetapi pasangan China lagi-lagi langsung merespons dengan cara menyamakan skor. Bukan cuma itu, Liu Xiaolong/Qiu Zihan setelahnya juga sukses berbalik unggul.

Tak mau lama-lama dalam posisi mengejar, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil menyamakan pada kedudukan 16-16 dan setelah itu memimpin lagi. Masih dalam nuansa sengit, keunggulan satu poin tersebut kembali bisa langsung dienyahkan pasangan China untuk berimbang 17-17.

Smes keras Mohammad Ahsan akhirnya membuat Indonesia bisa sedikit bernafas dengan keunggulan dua poin, 19-17. Serobotan di depan net kemudian membuat Hendra/Ahsan mencatatkan game point. Gim pertama pun langsung bisa direbut setelah kegagalan Liu Xiaolong mengembalikan bola.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan meraih poin pertama pada gim kedua dan seperti halnya di gim pertama Liu Xiaolong/Qiu Zihan langsung menyamakan skor. Hendra/Ahsan sempat menjauh sampai 3-1, tetapi Liu Xiaolong/Qiu Zihan mampu mengejar lagi untuk membuat kedudukan jadi 3-3.

Lewat duel tak kalah alot, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mampu terus menambah angka seraya menyetop perolehan poin lawannya. Baru ketika Ahsan gagal mengembalikan bola Liu Xiaolong/Qiu Zihan bisa menambah poin jadi 4-7.

Setelah itu giliran Hendra Setiawan yang gagal mengembalikan bola, setelah dua kali dites lawan, membuat pasangan China langsung membayangi dengan 6-7. Setelah itu Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan masih pegang kendali sampai interval, 11-8.

Selepas interval duel-duel sengit masih tersaji walaupun kali ini Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan langsung mampu memperbesar keunggulan sampai 15-10 setelah meraih sejumlah poin secara beruntun. Momentum ini terhenti usai lawan meraih poin berkat sebuah challenge.

Menyusul sebuah reli, Qiu Zihan gagal mengembalikan bola dan membuat Hendra/Ahsan unggul 16-12. Keunggulan lalu terus dipertahankan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sampai ke championship point. Tak butuh waktu lama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil memastikan gelar usai pukulan lawan keluar sekaligus menuntaskan pertandingan selama 37 menit tersebut.

Hasil ini membuat Indonesia berhasil meraih satu gelar di Kejuaraan Dunia 2015. Untuk Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, ini merupakan medali emas kedua setelah juga berjaya di Kejuaraan Dunia tahun 2013 lalu. Partai kali ini juga membuat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sekarang unggul 3-2 dalam pertemuannya atas Liu Xiaolong/Qiu Zihan dan kali pertama partai kedua pasangan tersebut dituntaskan dengan straight game. Kemenangan niscaya terasa kian spesial karena diraih Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di negeri sendiri sehari sebelum hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sedangkan Liu Xiaolong/Qiu Zihan harus puas meraih medali perak atas posisinya sebagai runner-up. Sementara itu Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong dari Korea Selatan dan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dari Jepang kebagian medali perunggu atas keberhasilannya menembus semifinal.

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.280 Since: 05.03.13 | 0.2616 sec