Politik

Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah

Friday, 07 Agustus 2015 | View : 730

MAKASSAR-SBN.

Muktamar Muhammadiyah ke-47 telah menyetujui dan menetapkan Haedar Nashir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020. Haedar Nashir yang meraih suara terbanyak dalam pemilihan pimpinan Muhammadiyah, diusulkan oleh 13 pimpinan Muhammadiyah jadi calon Ketum dan ditetapkan oleh Muktamarun dalam Sidang Pleno ke VIII menjadi ketum PP Muhammadiyah.

"Sidang 13 pimpinan Muhammadiyah berjalan lancar dan tertib sehingga hanya berlangsung 10 menit. Sidang tersebut, menghasilkan calon ketum dan sekretaris umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020," tutur Ketua Panitia Pemilihan Dahlan Rais di Lantai III, Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makkasar, Jalan Alaudin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/8/2015) malam.

Dahlan Rais kemudian mengungkapkan bahwa sebagaimana diatur dalam AD/ART organisasi Muhammadiyah, calon ketum umum ditetapkan dalam sidang Muktamar dan sekretaris umum hanya diumumkan saja.

"Sidang 13 pimpinan mengusulkan ketua umum PP Muhammadiyah Periode 2015-2020 adalah Dr. Haedar Nashir," kata Dahlan Rais.

Kemudian Dahlan Rais melanjutkan, "Bisa diterima?,"

Semua peserta Muktamar menyahut yang diiringi tepuk tangan, "Bisa"

"Sidang yang bersamaan memilih dan menetapan sekretaris umum adalah Abdul Mu'ti," tambah Dahlan Rais.

Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir mengungkapkan, salah satu program unggulannya adalah mensinergikan kekuatan amal usaha dan ekonomi Muhammadiyah.

Program unggulan tersebut, katanya mampu memberdayakan masyarakat akar rumput.

"Program unggulan ke depan akan mencoba mensinergikan kekuatan amal usaha dengan kekuatan bisnis dan kekuatan ekonomi," papar Haedar Nashir usai acara penutupan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8/2015).

Haedar Nashir mengaku bahwa program unggulan tersebut dapat membantu akar rumput serta memperdayakan rakyat.

"Sekaligus juga bisa melahirkan kekuatan prduktif di masyarakat," tambahnya.

Sehari sebelumnya, Kamis (6/8/2015) mengungkapkan tiga prioritasnya di awal masa kepemimpinan di Muhammadiyah. Pertama, dalam konteks keumatan, Muhammadiyah ingin mendorong umat beragama agar semakin mengembngkan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi, kemajuan dan perdamaian.

"Kedua, dalam konteks kebangsaan, Muhammadiyah mendorong pemerintah agar menyediakan program sesuai kebutuhan mendasar dan segera mengentaskan kemiskinan, marginalisasi dan juga Muhammadiyah akan melakukan gerakan keilmuan sehingga bisa komparasi dengan bangsa lain," jelas Haedar Nashir.

Ketiga, lanjut Haedar Nashir, dalam konteks universal, Muhammadiyah akan mensinergikan peran perdamaian sehingga bisa meningkatkan etika global.

Haedar Nashir juga memastikan bahwa kepengurusannya akan meneruskan program-program kepengurusan sebelumnya. Sementara langkah pertama yang dilakukannya adalah membentuk majelis-majelis dan lembaga sebagai perangkat untuk menjalankan roda organisasi.

"Setelah itu, kami akan langsung bekerja dan jalan," tandasnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir menegaskan Muhammadiyah tidak akan mendirikan atau menbentuk partai politik. Bahkan, Muhammadiyah, sambung Haedar Nashir, tidak akan berafiliasi dengan partai politik mana pun.

"Sudah menjadi pegangan Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan partai dan kekuatan politik mana pun, tidak mendirikan partai dalam bentuk apa pun, dan tidak punya hubungan struktural dengan partai mana pun," ujar Haedar Nashir dalam konferensi pers pascapenetapan dirinya menjadi Ketum PP Muhammadiyah di gedung Igra, Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (6/8/2015) malam.

Menurut Haedar Nashir, salah satu pegangan Muhammadiyah adalah khittah politik Muhammadiyah di Makssar pada tahun 1971. Khittah tersebut menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak akan mendirikan partai atau berafiliasi dengan parpol mana pun.

Haedar Nashir mengakui ada usulan dari sebagian kecil kelompok dalam pandangan umum dan rekomendasi sidang pleno muktamar untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Menurutnya, usulan tersebut merupakan dinamika sekaligus masukan untuk PP sekarang.

"Tetapi tetap kita menjalankan komunikasi dengan kekuatan bangsa termasuk partai politik," tegas Haedar Nashir.

Sementara untuk kader-kader muda Muhammadiyah yang mau terjun ke dunia politik, Haedar meminta agar mereka mengartikulasikan kemampuan dan gerakan di institusi-institusi yang telah didirikan Muhammadiyah seperti organisasi dan perguruan tinggi.

"Dalam konteks Muhammadiyah, tentu kita harus punya patokan untuk artikulasi politik kader-kader muda kita sehingga kader-kader muda ini bisa berkiprah untuk bangsa dan negara," pungkas Haedar Nashir. (sp/jos)

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
Kongres Partai Demokrat Akan Habiskan Rp 9,4 Miliar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.072.610 Since: 05.03.13 | 0.5388 sec