Hukum

BNN Bongkar Dua Sindikat Nigeria

Friday, 07 Agustus 2015 | View : 1362
Tags : Bnn

JAKARTA-SBN.

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar dua jaringan peredaran gelap Narkoba yang digawangi oleh sindikat internasional asal Nigeria. Kedua kasus tersebut melibatkan wanita sebagai kurir narkotika. Motif penyelundupannya pun hampir serupa. Para tersangka menggunakan tas wanita yang didindingnya disisipkan ratusan gram sabu. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan 6.642 gram narkotika golongan I jenis sabu dan 4 (empat) orang tersangka.

Terjerat Rayuan Bule Niger, Wanita Indonesia Kembali Jadi Korban

Seorang wanita berinisial I tertangkap tangan memiliki dua kardus besar berisi 13 buah tas wanita yang dibagian dinding tasnya terdapat sabu dengan berat total 3.980 gram. Tersangka diamankan petugas di rumahnya di kawasan Sawangan, Depok, Jumat (26/6/2015).

Kepada petugas I mengaku diperintah oleh kekasihnya, warga negara Nigeria, berinisial N (DPO). Dimabuk kepayang dengan sang kekasihnya, I lantas manut menuruti rayuan N untuk menjadi kurir Narkoba. Sementara sang pujaan hati melarikan diri, I digelandang petugas beserta barang bukti ke Kantor BNN Cawang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, I terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Upah Tak Setimpal Dengan Ancaman Hukuman Mati

Kasus bermotif serupa berhasil diungkap BNN. Seorang kurir wanita berinisial N diamankan petugas dikawasan Paseban, Jakarta Pusat, saat membawa satu koli besar tas wanita berisi 984 gram sabu, Kamis (30/7/2015). Rencananya tas-tas tersebut akan diantar kerumah seorang pria berinisial W yang berlokasi tak jauh dari tempat penangkapan.

Pengembangan dilakukan dan W berhasil diamankan dikediamannya. Dilokasi penangkapan, petugas menemukan tas yang didalamnya berisi empat bungkus sabu seberat 768 gram. Pengembangan terus dilakukan hingga akhirnya petugas mengantongi nama lain berinisial F. F diamankan di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Dari tangan F petugas menyita barang bukti lainnya berupa 910 gram sabu.

Total barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus tersebut adalah sebanyak 2.662 gram sabu. Kepada petugas N mengaku diperintah oleh seorang pria Nigeria yang belum diketahui keberadaannya. Setiap transaksi, N mendapat upah sebesar Rp. 500 ribu sementara W mendapat upah sebesar Rp. 1,5 juta setiap penjualan 100 gram. Untuk kasus ini, N dijanjikan upah sebesar 30 juta oleh seseorang berinisial Y (DPO) namun sudah terlebih dahulu tertangkap oleh petugas BNN. Angka yang tak seberapa jika dibandingkan dengan hukuman yang harus mereka tanggung saat ini.

Atas perbuatannya seluruh tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

BNN menghimbau seluruh masyarakat agar lebih mewaspadai upaya para sindikat Narkotika yang kerap merekruit perempuan Indonesia sebagai bagian dari sindikat dengan cara memberi iming-iming imbalan yang menggiurkan bahkan menjadikannya istri. (bnn)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.880.921 Since: 05.03.13 | 0.1344 sec