Hukum

BNN Musnahkan 24 Kilo Sabu-Sabu

Thursday, 06 Agustus 2015 | View : 797
Tags : Bnn

JAKARTA-SBN.

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana Narkotika. Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 91 Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi barang bukti tindak pidana Narkotika harus dilakukan pemusnahan segera setelah mendapatkan ketetapan pemusnahan barang bukti dari Kepala Kejaksaan Negeri setempat.

BNN berhasil mengamankan 24.528,56 gram sabu dan 174 butir pil ekstasi. Sebelum dilakukan pemusnahan, sebanyak 86 gram sabu (sample diambil dari 63 kemasan narkotika) dan 20 butir pil ekstasi (sample diambil dari 4 kemasan narkotika) disisihkan guna uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan. Sehingga total barang bukti yang dimusnahkan adalah 24.442,56 gram sabu dan 154 butir pil ekstasi.

Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah penyelundupan Narkotika asal Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Dari pengungkapan ini, 2 (dua) orang tersangka yang merupakan ayah dan anak, yaitu M (48) dan RMR (21), beserta barang bukti berupa 10.293,96 gram sabu dan 147 butir ekstasi diamankan BNN di wilayah Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada 14 Juni 2015. Kasus ini merupakan hasil pemetaan jaringan dan pengembangan kasus penyelundupan 20 Kg sabu dan 580.000 butir ekstasi dari 7 (tujuh) orang tersangka, yang berhasil digagalkan BNN pada 8 Mei 2015 lalu.

Aksi ini bukan yang pertamakalinya dilakukan oleh para tersangka. Keduanya disinyalir tergabung dalam jaringan sindikat Narkoba internasional. Pada aksinya kali ini, M mengaku diperintahkan oleh seorang pria berinisial TS als Mo. Jika berhasil membantu TS als Mo mengambil dan menyimpan sabu dan ekstasi tersebut, M mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta. Atas perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Kasus berikutnya yang berhasil diungkap adalah diamankannya dua orang kurir berinisial HS, laki-laki, berusia 32 tahun, dan rekan wanitanya berinisial W (31), warga Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2015). Keduanya terbukti menyelundupkan sabu seberat 2.221,2 gram dari Malaysia menuju Jakarta. HS membawa sabu dari Malaysia dengan cara merekatkannya diantara kedua pangkal paha dengan menggunakan lakban (body wrap). Sesampainya di Jakarta, HS menyerahkan sabu tersebut kepada W di salah satu apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dilokasi tersebut W diamankan petugas, sementara HS berhasil dibekuk di kawasan Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepada petugas W mengaku akan memberikan koper tersebut kepada seorang pria berinisial S (49), warga Alalak Utara, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemudian petugas mengamankan S di apartemen yang sama tak jauh dari lokasi penangkapan W. Dari tangan S, petugas mengamankan barang bukti lain berupa 3 paket sabu seberat 25,3 gram. Petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 98.700.000,- yang diduga hasil dari bisnis Narkoba. HS dan W mengaku mendapat upah sebesar Rp 15.000.000,- dari S. Atas perbuatannya ketiga tersangka terancam Pasal 114 ayat (2), Pasal 113 ayat (2), dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Kasus ketiga, pada hari Kamis, 02 Juli 2015, BNN berhasil menggagalkan transaksi Narkotika di depan sebuah rumah sakit di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Di tempat kejadian perkara, petugas BNN mengamankan dua orang WNI, antara lain YAD (perempuan, 38) dan KE (perempuan, 35), beserta barang bukti sabu seberat 2.351,2 gram yang disembunyikan dalam mesin potong rumput, dan 8.041,7 gram sabu lainnya disembunyikan dalam mesin pompa air. Total sabu disita dari jaringan ini adalah 10.392,9 gram. Diduga kuat barang tersebut diselundupkan dari Tiongkok.
Dari hasil pemeriksaan, YAD dikendalikan seorang laki-laki WNA Amerika Serikat, sementara KE dikendalikan oleh dua orang laki-laki WNA Nigeria dan seorang laki-laki WNI. Para pengendali jaringan ini masih dalam pengejaran petugas BNN. Keduanya mengaku diberi upah sebesar Rp. 2 juta. Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 113 ayat (2), dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap, petugas BNN berhasil mengamankan satu buah paket kiriman berisi mesin pemanas air yang didalamnya terdapat 17 plastik sabu dengan berat total 1.595,2 gram. Paket tersebut dikirim dari Bekasi oleh seseorang bernama Yani dengan nama penerima Hasnawati di Jl. Pongtiku, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas melakukan control delivery, namun belum berhasil mengungkap siapa penerima dan pengirim paket sabu sebenarnya. Hingga dilakukannya pemusnahan barang bukti, kasus ini masih terus diselidiki petugas BNN. (bnn)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.207.713 Since: 05.03.13 | 0.4223 sec