Hukum

BNN Musnahkan 24 Kilo Sabu-Sabu

Thursday, 06 Agustus 2015 | View : 721
Tags : Bnn

JAKARTA-SBN.

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana Narkotika. Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 91 Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi barang bukti tindak pidana Narkotika harus dilakukan pemusnahan segera setelah mendapatkan ketetapan pemusnahan barang bukti dari Kepala Kejaksaan Negeri setempat.

BNN berhasil mengamankan 24.528,56 gram sabu dan 174 butir pil ekstasi. Sebelum dilakukan pemusnahan, sebanyak 86 gram sabu (sample diambil dari 63 kemasan narkotika) dan 20 butir pil ekstasi (sample diambil dari 4 kemasan narkotika) disisihkan guna uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan. Sehingga total barang bukti yang dimusnahkan adalah 24.442,56 gram sabu dan 154 butir pil ekstasi.

Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah penyelundupan Narkotika asal Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Dari pengungkapan ini, 2 (dua) orang tersangka yang merupakan ayah dan anak, yaitu M (48) dan RMR (21), beserta barang bukti berupa 10.293,96 gram sabu dan 147 butir ekstasi diamankan BNN di wilayah Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada 14 Juni 2015. Kasus ini merupakan hasil pemetaan jaringan dan pengembangan kasus penyelundupan 20 Kg sabu dan 580.000 butir ekstasi dari 7 (tujuh) orang tersangka, yang berhasil digagalkan BNN pada 8 Mei 2015 lalu.

Aksi ini bukan yang pertamakalinya dilakukan oleh para tersangka. Keduanya disinyalir tergabung dalam jaringan sindikat Narkoba internasional. Pada aksinya kali ini, M mengaku diperintahkan oleh seorang pria berinisial TS als Mo. Jika berhasil membantu TS als Mo mengambil dan menyimpan sabu dan ekstasi tersebut, M mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta. Atas perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Kasus berikutnya yang berhasil diungkap adalah diamankannya dua orang kurir berinisial HS, laki-laki, berusia 32 tahun, dan rekan wanitanya berinisial W (31), warga Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2015). Keduanya terbukti menyelundupkan sabu seberat 2.221,2 gram dari Malaysia menuju Jakarta. HS membawa sabu dari Malaysia dengan cara merekatkannya diantara kedua pangkal paha dengan menggunakan lakban (body wrap). Sesampainya di Jakarta, HS menyerahkan sabu tersebut kepada W di salah satu apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dilokasi tersebut W diamankan petugas, sementara HS berhasil dibekuk di kawasan Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepada petugas W mengaku akan memberikan koper tersebut kepada seorang pria berinisial S (49), warga Alalak Utara, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemudian petugas mengamankan S di apartemen yang sama tak jauh dari lokasi penangkapan W. Dari tangan S, petugas mengamankan barang bukti lain berupa 3 paket sabu seberat 25,3 gram. Petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 98.700.000,- yang diduga hasil dari bisnis Narkoba. HS dan W mengaku mendapat upah sebesar Rp 15.000.000,- dari S. Atas perbuatannya ketiga tersangka terancam Pasal 114 ayat (2), Pasal 113 ayat (2), dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Kasus ketiga, pada hari Kamis, 02 Juli 2015, BNN berhasil menggagalkan transaksi Narkotika di depan sebuah rumah sakit di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Di tempat kejadian perkara, petugas BNN mengamankan dua orang WNI, antara lain YAD (perempuan, 38) dan KE (perempuan, 35), beserta barang bukti sabu seberat 2.351,2 gram yang disembunyikan dalam mesin potong rumput, dan 8.041,7 gram sabu lainnya disembunyikan dalam mesin pompa air. Total sabu disita dari jaringan ini adalah 10.392,9 gram. Diduga kuat barang tersebut diselundupkan dari Tiongkok.
Dari hasil pemeriksaan, YAD dikendalikan seorang laki-laki WNA Amerika Serikat, sementara KE dikendalikan oleh dua orang laki-laki WNA Nigeria dan seorang laki-laki WNI. Para pengendali jaringan ini masih dalam pengejaran petugas BNN. Keduanya mengaku diberi upah sebesar Rp. 2 juta. Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 113 ayat (2), dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap, petugas BNN berhasil mengamankan satu buah paket kiriman berisi mesin pemanas air yang didalamnya terdapat 17 plastik sabu dengan berat total 1.595,2 gram. Paket tersebut dikirim dari Bekasi oleh seseorang bernama Yani dengan nama penerima Hasnawati di Jl. Pongtiku, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Petugas melakukan control delivery, namun belum berhasil mengungkap siapa penerima dan pengirim paket sabu sebenarnya. Hingga dilakukannya pemusnahan barang bukti, kasus ini masih terus diselidiki petugas BNN. (bnn)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.290 Since: 05.03.13 | 0.1185 sec