Internasional

Jangan Paksa Saya Nikah, Saya Akan Bunuh Diri

Friday, 09 Agustus 2013 | View : 1739

YAMAN-SBN.

"Kalau nekat menikahkan saya, saya akan bunuh diri. Apa kalian tidak punya hati? Saya lebih baik mati. Ini bukan kesalahan saya, dan saya bukan anak satu-satunya yang dipaksa menikah. Ini bisa terjadi pada anak mana pun." Itulah pernyataan Nada al-Ahdal, 11 tahun, yang meluapkan emosinya dalam sebuah rekaman video yang lalu diunggah ke situs YouTube.

Dalam video tersebut, bocah asal Yaman itu mengaku baru saja kabur karena dipaksa menikah. Namun, yang membuat geger dan mencuri perhatian masyarakat dunia adalah pengakuan Nada al-Ahdal yang menyebutkan banyak anak perempuan di Yaman yang dipaksa menikah.

"Sejumlah anak ada yang memutuskan bunuh diri dengan terjun ke laut. Mereka (keluarga) telah membunuh mimpi-mimpi kami. Mereka membunuh diri kami dari dalam. Tidak ada yang tersisa. Ini perbuatan kriminal. Ini sebuah kejahatan yang nyata," tutur Nada al-Ahdal dalam video yang dia posting ke YouTube. Video yang direkam oleh sebuah lembaga independen, Middle East Media Research Institute, itu merekam curahan hati Nada al-Ahdal di dalam sebuah mobil.

Kekecewaan Nada al-Ahdal yang dipaksa menikah oleh orang-orang dekatnya membuat masyarakat internasional bertanya-tanya siapa gadis cilik itu. Pengakuan yang dibuat olehnya juga membuat banyak orang mengurut dada karena praktik tradisi perkawinan paksa terhadap anak perempuan di zaman modern seperti sekarang ini masih saja terjadi.

Usut pun usut, Nada al-Ahdal rupanya masih berstatus murid sebuah Sekolah Dasar (SD). Nada al-Ahdal adalah satu dari delapan anak yang diangkat oleh pamannya, Abdel Salam al-Ahdal. Saat diangkat anak oleh pamannya, Nada al-Ahdal baru berusia 3 tahun. Dalam sebuah wawancara dengan National Yemen, Sabtu (13/7/2013), Nada al-Ahdal menuding ibunya telah ikut ambil bagian dan mengambil keuntungan dari perkawinan paksa tersebut.

"Saya ini kan bukan barang dagangan yang bisa diobral. Saya manusia, dan saya lebih baik mati daripada menikah pada usia saat ini," ketus Nada al-Ahdal. Paman Nada al-Ahdal yang bernama Abdulsalam al-Ahdal menjelaskan dia sebetulnya merasa ketakutan juga saat keponakan ciliknya, yang tinggal bersamanya, dikatakan oleh nenek Nada al-Ahdal, sudah bisa menikah. Dia tahu betul usia Nada al-Ahdal bahkan belum genap 11 tahun.

Usianya baru menginjak 10 tahun 3 bulan. "Saya sudah melakukan apa pun untuk mencegah pernikahan dini itu terjadi. Saya menghubungi mempelai laki-laki dan mengatakan kepada dia bahwa Nada itu bukan calon istri yang baik buatnya. Saya katakan pula padanya Nada itu tidak memakai jilbab dan suka menyanyi, tapi mempelai laki-laki itu tetap suka pada Nada, bahkan bersedia menunda pertunangan," paparnya. 

Orang tua Nada al-Ahdal, sambung Abdel Salam al-Ahdal, kecewa berat mendengar kabar pertunangan putri ciliknya ditunda dan menuntut agar Nada al-Ahdal segera dikembalikan kepada mereka. Akan tetapi, setelah diantarkan pulang ke rumah orang tuanya, Nada al-Ahdal memilih kabur karena orang tuanya memaksanya untuk menikah. Praktik kawin paksa pada gadis-gadis belia di Yaman umum terjadi.

Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional mendesak Yaman melarang pernikahan anak-anak. Pernikahan paksa di Yaman banyak didorong oleh kemiskinan dan dipengaruhi hukum adat. Walau banyak laporan kisah pilu gadis cilik meninggal dunia setelah berusaha melahirkan anak, rentetan kisah pilu itu belum membuat Pemerintah Yaman terketuk untuk melindungi para gadis belia di negaranya. (afp/YouTube)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.398 Since: 05.03.13 | 0.1425 sec