Agama & Masyarakat

9 Nama Kiai Anggota Ahwa Di Muktamar Nahdlatul Ulama

Wednesday, 05 Agustus 2015 | View : 783

JOMBANG-SBN.

Muktamirin menyepakati pemberlakuan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui ahlul halli wal aqdi atau Ahwa (musyawarah mufakat) oleh sembilan ulama sepuh/senior pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kesepakatan itu diputuskan dalam sidang pleno Komisi Organisasi yang dipimpin anggota Syuriah PBNU, Rais Syuriah PBNU Kiai Haji (K.H.) Ahmad Ishomuddin, di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) siang.

Setidaknya sembilan kiai juga terpilih menjadi tim Ahwa. Mereka akan ditugasi memilih Rais Aam PBNU untuk periode 2015-2020 dengan cara musyawarah.

Nama-nama mereka diumumkan pemimpin sidang K.H. Ahmad Muzakki setelah sebelumnya dilakukan pengumuman demisionernya kepengurusan PBNU periode 2010-2015 oleh Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj.

Sembilan nama tersebut adalah Maruf Amin (Jakarta) dengan 333 suara, Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan) yang meraih 302 suara, dan Tuanku Guru Tirmudzi (NTB) yang mendapat 298 suara.

Lalu Kholilu Rahman (Kalimantan Selatan) yang mendapat 273 suara, Dimyati Rois (Jawa Tengah) meraih 236 suara, dan Ali Akbar Marboen (Medan, Sumatera Utara) dengan 186 suara.

Lebih lanjut ada nama Maktum Hanan (Cirebon, Jawa Barat) yang meraih 162 suara, Maemun Zubair (Sarang, Jawa Tengah) dengan 156 suara dan  Mas Subadar (Pasuruan) yang mendapatkan 135 suara. "Nanti sembilan nama itu akan melakukan musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU," kata K.H. Ahmad Muzakki.

K.H. Ahmad Muzakki juga mengatakan penentuan sembilan nama tersebut diambil dari 115 nama yang dijadikan calon tim Ahwa. "115 itu ditentukan oleh muktamirin sehingga menjadi sembilan nama," ujar Ahmad Muzakki.

Para kiai yang tergabung dalam tim Ahwa akan memilih Rais Aam di antara mereka sendiri lalu jika tidak ada kata sepakat akan dipilih dari luar tim Ahwa.

Sementara itu sidang pleno pemilihan Rais Aam oleh tim Ahwa akan dilakukan pada pukul 20.00 WIB di Alun-alun Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Sidang Rais Syuriah yang terdiri atas sembilan anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) memilih KH Mustofa Bisri menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama periode 2015-2020. Namun permintaan itu ditolak kiai yang akrab disapa Gus Mus itu. Gus Mus menyatakan tidak bersedia melanjutkan jabatan sebagai Rais Aam.

Sidang pleno yang mengumumkan hasil musyawarah Ahwa di Alun-alun Jombang malam ini mengumumkan KH Mustofa Bisri sebagai Rais Aam NU periode 2015-2020. Hasil tersebut disampaikan pemimpin sidang, Syaifullah Yusuf, di depan peserta Muktamar yang tak begitu banyak. "Hasil musyawarah AHWA memutuskan tetap meminta KH Mustofa Bisri untuk menjadi Rais Aam," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Rabu (5/8/2015).

Namun anehnya, sebelum membacakan putusan Ahwa tersebut, Gus Ipul terlebih dulu membacakan surat yang ditulis Gus Mus untuk disampaikan kepada muktamirin. "Pada prinsipnya, KH Mustofa Bisri menyerahkan sepenuhnya seluruh pemilihan Rais Aam kepada Ahwa. Namun, demi melihat situasi saat ini, KH Mustofa Bisri menyatakan tidak sanggup menjadi Rais Aam," ucap Gus Ipul membacakan surat Gus Mus.

Dia menjelaskan, karena sebelumnya Gus Mus sudah menyerahkan kepada Ahwa, surat ketidaksediaan Gus Mus ini dianggap tidak berlaku. Gus Ipul justru menganggap ketidaksediaan ini sebagai sikap tawadu Gus Mus yang tak berambisi menduduki jabatan di NU.

Namun, untuk mengantisipasi jika Gus Mus tetap tidak bersedia, anggota Ahwa menunjuk pemimpin sidang Ahwa, K.H. Ma'ruf Amin, sebagai wakil Rais Aam. Kiai Ma'ruf Amin diharapkan bisa menggantikan posisi Gus Mus jika pada nantinya beliau tetap menyatakan tidak bersedia. (tem/jos)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.659.959 Since: 05.03.13 | 0.1446 sec