Hukum

Asisten Presdir XL Ternyata Dibunuh

Wednesday, 05 Agustus 2015 | View : 501

JAKARTA-SBN.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti mengatakan polisi pernah menerima laporan orang hilang pada 14 April 2015. Laporan tersebut, tambah Kombes Pol. Krishna Murti, terkait dengan hilangnya Hayriantira, 37 tahun.

Menurut mantan Peacekeepers yang menjabat Police Planning United Nations Police Divission bermarkas di New York, Kombes Pol. Krishna Murti, pihaknya masih mencari wanita yang saat hilang menjabat sebagai Asisten Presiden Direktur PT. XL Axiata, perusahaan telekomunikasi, tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan mengenai ini,” terang Kombes Pol. Krishna Murti kepada awak media, Rabu (5/8/2015).

Mantan Police Advisor Indonesia di UNAMID, bertugas di Darfur Selatan dengan Ibu Kotanya Nyala, Kombes Pol. Krishna Murti menjelaskan, dari keterangan keluarga korban, Hayriantira alias Rian dilaporkan hilang pada November 2014. Saat itu, lanjut dia, Rian tinggal di daerah Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Artinya, Rian menghilang sejak sembilan bulan lalu.

Untuk itu, imbuh Kombes Pol. Krishna Murti, pihaknya dan keluarga berharap menemukan Rian dalam kondisi selamat dan sehat. Adapun Presiden Direktur PT. XL Axiata Dian Siswarini dan Juru Bicara perusahaan itu belum dapat dikonfirmasi terkait dengan hilangnya Rian.

Karyawati perusahaan telekomunikasi PT. XL Axiata, Hairiyantira alias Rian, 37 tahun, sebelumnya diketahui hilang sejak November 2014. Namun hari ini terungkap perempuan yang ternyata Sekretaris Presiden Direktur PT. XL Axiata itu menjadi korban pembunuhan.

Hairiyantira alias Rian, 37 tahun, karyawati perusahaan telekomunikasi PT. XL Axiata, ternyata menjadi korban pembunuhan oleh teman dekatnya sendiri, AK alias Andi Wahyudi, 38 tahun. Sebelumnya, Rian, yang belakangan diketahui sebagai asisten pribadi Presiden Direktur PT. XL Axiata, Hasnul Suhaimi, itu dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya sejak November 2014.

Saat hilang, Hayriantira bekerja sebagai asisten Presiden Direktur PT. XL Axiata yang dipimpin oleh Hasnul Suhaimi. Di perusahaan, Hayriantira menjadi tangan kanan Presiden Direktur dan CEO XL Axiata saat itu, Hasnul Suhaimi. Saat ini jabatan Presiden Direktur dipegang oleh Dian Siswarini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Khrisna Murti mengatakan kasus ini terungkap bermula pada penangkapan pria yang juga teman dekat Rian. "Pria berinisial AW mulanya kami tangkap atas tuduhan pemalsuan surat," papar dia di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Pria itu diketahui memalsukan tanda tangan korban saat melakukan balik nama terhadap mobil milik Rian berjenis Honda Mobilio. "Ada laporan dari sebuah showroom soal pemalsuan itu," ujar Kombes Pol. Khrisna Murti. Padahal sebelumnya penyidik telah meminta keterangan AW soal hilangnya Rian. AW saat itu mengaku tak tahu.

"Waktu itu kami ke rumah AW. Ada mobil korban, tapi dia mengaku tak tahu korban ada di mana," tutur Kombes Pol. Khrisna Murti. Dari situ, penyelidikan berkembang. AW ditangkap pada Juli 2015 atas pemalsuan dokumen. Namun pada Rabu (5/8/2015) ini terungkap AW mengakui menghabisi nyawa korban.

Dari pengakuan AW, Rian dibunuh pada 30 Oktober 2014 di sebuah hotel di kawasan Garut, Jawa Barat. Korban dibunuh dengan cara dibekap hingga meninggal lalu ditenggelamkan di bak kamar mandi. "Motif sementara berkaitan dengan persoalan pribadi," ungkap Kombes Pol. Khrisna Murti.

Mayat itu ditemukan beberapa hari kemudian.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Khrisna Murti mengatakan, Rian dibunuh pada 30 Oktober 2014 di Garut, Jawa Barat. "Dari pengakuan tersangka, dia membunuh korban di sebuah hotel di Garut," beber Kombes Pol. Khrisna Murti di kantornya, Rabu (5/8/2015). Menurut pengakuan sementara tersangka Andi, sambung Kombes Pol. Khrisna Murti, Rian dibunuh dengan cara dibekap hingga meninggal.

Setelah dibunuh, lalu tersangka meninggalkan korban di bak kamar mandi kamar hotel. Mayat Rian pun kemudian ditemukan dan kasusnya diselidiki oleh Kepolisian Resor Garut. "Saat itu tak diketahui itu mayat siapa," kata Kombes Pol. Khrisna Murti.

Kepolisian Resor Garut yang menangani penemuan mayat tersebut menyatakan korban sebagai mayat tanpa identitas. "Kami segera berkoordinasi dengan Polres Garut dan mengkonfirmasi bahwa itu adalah jasad Rian," ucap Kombes Pol. Khrisna Murti.

Karenanya, mayat itu pun dimakamkan di tempat pemakaman massal tanpa nama. Mulanya, Rian diketahui hilang kontak dengan keluarganya sejak November 2014.

Namun, hilangnya Rian baru dilaporkan pada April 2015. Sejak itu, Kepolisian menelusuri hilangnya Rian dengan memeriksa sejumlah saksi. Andi menjadi salah satunya. Saat mendatangi rumah Andi, polisi menemukan mobil korban yang berjenis Honda Mobilio. Andi mengaku mobil tersebut benar milik korban, yang juga kekasihnya, namun telah menjadi milik Andi.

Dari keterangan itu, polisi melakukan penelusuran terkait mobil korban dan menemukan fakta bahwa Andi memalsukan tandatangan korban saat melakukan proses balik nama kepemilikan mobil. "Mulanya dia adalah tersangka kasus pemalsuan dokumen," kata Kombes Pol. Khrisna Murti . Sejak 9 Juli 2015, Andi ditahan atas tuduhan tersebut. Saat itu, belum ada bukti cukup yang menunjukkan bahwa Andi melakukan pembunuhan.

Sebulan dalam tahanan, Rabu (5/8/2015) pagi Andi mengakui dia melakukan pembunuhan terhadap Rian. Hal ini diperkuat dengan temuan penyidik dari rekaman CCTV di hotel di Garut.

Penyidik kini sedang memeriksa AW. Kini, Andi masih menjalani pemeriksaan di penyidik di Polda Metro Jaya terkait pembunuhan yang dilakukannya. Kamis (6/8/2015), penyidik menuju Garut untuk melakukan pendalaman kasus ini.

Akibat perbuatannya, AW dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal pemalsuan dokumen dan pembunuhan.

Sebelumnya, Rian hilang sejak November 2014. Namun keluarga korban baru melaporkan kehilangan korban ke Polda Metro Jaya pada April 2015. Rian diketahui bekerja sebagai Sekretaris Presiden Direktur PT. XL Axiata. Rian tinggal di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Juru Bicara PT. XL Axiata, Tri Wahyuningsih, membenarkan Hairyantira atau Rian, 37 tahun, pernah bekerja di perusahaan seluler tersebut.

“Benar, jabatan terakhirnya sebagai asisten pribadi Direktur,” beber Tri Wahyuningsih kepada awak media, Rabu (5/8/2015).

Hayriantira tiba-tiba menghilang tanpa kabar pada minggu keempat bulan Oktober 2014. Pihak PT. XL Axiata sempat mencari Hayriantira selama sebulan, tetapi tidak membuahkan hasil.

Setelah masa pencarian selama sebulan, Hayriantira dianggap mengundurkan diri dari perusahaan.

Sebelum diketahui dibunuh, Tri Wahyuningsih mengakui, keluarga Rian melaporkan kehilangan. “Kepada kami juga keluarga melaporkan kehilangan Rian,” pungkas Tri Wahyuningsih. (tem/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.225 Since: 05.03.13 | 0.1596 sec