Politik

10 Bakal Calon Penantang Pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana

Monday, 27 Juli 2015 | View : 591

SURABAYA-SBN.

Mendekati tenggat pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Koalisi Majapahit mulai serius menjaring kandidat untuk melawan pasangan inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

Koalisi yang terdiri atas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai  Demokrat (PD), dan Partai Amanat Nasional (PAN) itu menggelar verifikasi bakal calon Wali Kota di kantor Partai Golongan Karya (Golkar) Surabaya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, No.311, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (24/7/2015).

Ketua Panitia Kelompok Kerja Koalisi Majapahit A.H. Tony mengatakan penjaringan calon Wali Kota Surabaya itu dilakukan untuk menepis isu bahwa gabungan enam partai politik (Parpol) besar itu tak serius mengusung kandidat.

Ketua Panitia Penjaringan Cawali dan Cawawali DPC Partai Gerindra, A.H. Tony juga menolak anggapan bahwa Koalisi Majapahit sengaja menyandera pemilihan Wali Kota dengan membiarkan Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T. terkadang ditulis Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Risma maju sebagai calon tunggal. "Proses verifikasi ini juga sekaligus menepis anggapan bahwa kami pecah," ucap Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, A.H. Tony.

Menurut Ketua Panitia Penjaringan Cawali dan Cawawali DPC Partai Gerindra, A.H. Tony, dalam verifikasi itu, tiap bakal calon diuji pengetahuannya oleh tim independen. Tim penguji itu terdiri atas pakar bidang Hukum Tata Negara (HTN), dosen Universitas Surabaya, Martono; pakar bidang ekonomi, bekas anggota staf Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Achmad Cholis Hamzah; pakar bidang organisasi sosial dan kemasyarakatan, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, Zainudin Maliki; pakar bidang kebijakan publik, dosen Universitas Airlangga, Gitadi Tegas; dan pakar bidang manajemen perkotaan, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Abd. Holiq C.

"Kami sengaja mengambil tim verifikasi dari luar Koalisi untuk meminimalkan risiko," jelas Ketua Panitia Penjaringan Cawali dan Cawawali DPC Partai Gerindra, A.H. Tony.

Risiko yang mungkin timbul, menurut A.H. Tony, yakni gugatan hukum oleh bakal calon yang tidak diloloskan Koalisi Majapahit.

Selain menghindari gugatan hukum, Koalisi Majapahit meminimalkan risiko kesalahan administrasi karena calon yang mendapat rekomendasi otomatis harus melengkapi syarat-syarat administrasi seperti yang digariskan Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Yang juga penting adalah menghindari risiko politik, sehingga siapa pun nanti calon yang diusung Koalisi Majapahit tetap solid," terang Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, A.H. Tony.

Hasil verifikasi dinilai dengan skor sangat baik yang ditandai dengan angka 4, baik (3), cukup (2), dan kurang (1). "Hasil scoring ini nantinya kami setorkan ke dewan pimpinan pusat partai-partai anggota Koalisi untuk memilih tiga pasang calon," kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Tiga pasangan calon yang direkomendasikan diambil dari enam bakal calon yang memiliki nilai tertinggi. Tiga nilai tertinggi akan dicalonkan sebagai Wali Kota, adapun peringkat di bawahnya diusung sebagai Wakil Wali Kota.

Politisi Partai Gerindra ini, A.H. Tony berujar, para bakal calon juga diwajibkan mengisi formulir serta menulis surat pernyataan untuk mematuhi segala konsekuensi bila nantinya diusung oleh Koalisi Majapahit. "Pakta integritas bagi para bakal calon kami teken hari ini," tegas Ketua Panitia Penjaringan Cawali dan Cawawali DPC Partai Gerindra, A.H. Tony.

Jumat (24/7/2015), Koalisi Majapahit yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) mulai menjaring bakal calon Wali Kota Surabaya.

Sebanyak sepuluh bakal calon  mengikuti proses verifikasi yang diadakan di Kantor Partai Golongan Karya (Golkar) Surabaya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, No.311, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Terdapat sepuluh bakal calon Wali Kota Surabaya yang mengikuti proses verifikasi Koalisi Majapahit. Mereka adalah yaitu Ahmad Antony Bachtiar, Sukoto, Samsul Arifin, Basa Alim Tualeka, Muhammad Alyas, Siswandi, Machmud, Dhimam Abror Djuraid, Sutjipto Joe Angga, dan Agus Sudarmono.

"Kemungkinan akan bertambah, karena kami total ada sekitar 17 orang yang telah mendaftar lewat partai anggota Koalisi," beber Ketua Kelompok Kerja Koalisi Majapahit A.H. Tony.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sebanyak enam partai politik (Parpol) terdiri dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mendeklarasikan "Koalisi Majapahit" jelang Pilkada Surabaya 2015 di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan No.65, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Senin (29/6/2015).

"Koalisi ini merupakan proses perjuangan kami. Proses ini bukan sebentar, tapi enam bulan kami bertemu," ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, BF Sutadi di sela deklarasi Koalisi Majapahit.

Menurut dia, dibentuknya koalisi ini tidak bermaksud menjegal calon Wali Kota dari petahana yang rencananya akan diusung PDIP, melainkan targetnya agar Surabaya bisa melahirkan kompetisi yang memadai dan bisa seimbang.

"Kami akui calon petahana kuat dengan partai yang kuat pula. Maka kami sepakat akan siapkan calon. Setelah ini kami akan kerja keras," beber B.F. Sutadi.

Enam ketua DPC yang hadir dalam acara ini diantaranya, Ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ibnu Shobir, Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Suhartoyo, Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) M. Ilyas, Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) BF Sutadi, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syamsul Arifin, dan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) M. Surat.

Ketua DPC PKB Kota Surabaya, Syamsul Arifin menilai calon petahana yang ada di Surabaya bukan malaikat yang tidak bisa dikalahkan. Menurut dia, Tri Rismaharini tetap manusia biasa yang bisa kalah.

Ia menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini prestasinya biasa-biasa saja. Bahkan tidak menutup kemungkinan penghargaan yang didapat selama ini bukan dari prestasinya, tapi sengaja dibuat-buat untuk mendongkrak popularitas.

"Beberapa tahun terakhir ini banyak juga petahana yang kalah. Kami yakni di 2015 ini wali kota-nya bukan perempuan tapi laki-laki. Dengan kekompakan, kami yakin bisa menang mutlak," katanya menegaskan.

Dia menambahkan, setelah deklarasi ini parpol yang tergabung dalam koalisi ini akan menggelar pertemuan-pertemuan lanjutan. Pertemuan ini akan membahas secara teknis konsep dan metode pemenangan sekaligus siapa saja pasangan yang akan diusung.

Sejauh ini ada sejumlah nama yang sudah mendaftar sebagai calon Wali Kota (cawali) di sejumlah parpol, seperti Diretur Harian Memorandum Sukoto, Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid, penguasa Basa Alim Tualeka dan juga pengusaha Antony Bachtiar.

"Yang penting tujuan utama dari koalisi ini agar Surabaya ke depan lebih baik, dengan pemerintahan yang bisa menghargai kekuatan partai poilitik yang ada di Surabaya," cetusnya.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi inisiatif Koalisi Majapahit yang bakal mengusung calon pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menandingi pasangan inkumben Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana dalam pemilihan kepala daerah Desember tahun ini.

Dengan munculnya pesaing Risma, maka minimal akan ada dua pasang calon yang akan bertarung. Semula PDI Perjuangan khawatir Risma hanya jadi calon tunggal sehingga Pilkada Kota Surabaya terpaksa diundur. “Kalau sudah ada dua pasangan calon, berarti Pilkada Surabaya tetap bisa digelar sesuai jadwal,” tukas Adi Sutarwijono, Jumat (24/7/2015).

Menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, tanggung jawab  partai politik memang mengusung pasangan calon kepala daerah agar dipilih masyarakat. Bila partai politik tidak mengusung calon, atau bahkan menyandera proses pilkada, berarti menyalahi tanggung jawab itu.

“Kalau tidak bertanggung jawab maka itu bukan partai namanya,” lanjutnya. Masalah siapa nanti yang menang, sambung dia,  masyarakatlah yang berhak menentukan. “(Menang-kalah) itu urusan selanjutnya," tambah dia.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI-P Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menuturkan tak semua calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan sepopuler Risma. Di beberapa daerah, ucap dia, calon kepala daerah yang direkomendasikan partainya ada yang popularitas biasa-biasa saja. "Tapi PDI Perjuangan tetap mencalonkan mereka karena kami sadar bahwa tanggung jawab memunculkan calon itu  mutlak bagi partai," tutur bekas jurnalis ini.

Meski dari segi jumlah kursi di DPRD Surabaya Koalisi Majapahit mendominasi namun Adi Sutarwijono melihat bahwa besarnya kursi tidak equivalen dengan besarnya dukungan masyarakat sehingga dia tak mau ambil pusing. “Jumlah kursi di Dewan tidak selalu equivalen dengan pilihan masyarakat,” pungkas Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Awi demikian panggilan akrab D. Adi Sutarwijono. (ant/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.688.151 Since: 05.03.13 | 0.1616 sec