Agama & Masyarakat

Pangdam Jaya Minta FPI Bijak Soal Tolikara

Thursday, 23 Juli 2015 | View : 651

JAKARTA-SBN.

Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Sutomo meminta kepada seluruh unsur, termasuk Front Pembela Islam (FPI), bersikap bijak, cerdas, arif, dan mengedepankan kekeluargaan terkait dengan kerusuhan di Tolikara, Provinsi Papua, Jumat (17/7/2015).

"Setiap unsur di tengah masyarakat harus bersama melakukan pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di daerah lain, terlebih di Jakarta," kata Pangdam Jaya, Mayjen TNI Agus Sutomo saat menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari pengurus FPI DKI Jakarta yang dipimpin Imam Daerah Habib Muchsin di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2015).

Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan bahwa Komando Daerah Militer V/Jayakarta (Kodam Jaya) telah berkoordinasi dengan setiap pihak terkait dan menyiapkan 1/3 kekuatannya untuk mem-"backup" pihak kepolisian serta akan mengambil langkah preventif.

Dalam pembukaaan UUD 1945 Pasal 29 Ayat (2), disebutkan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antarumat beragama dan saling menghormati antara hak dan kewajiban yang ada di antara warga demi keutuhan negara.

Toleransi antarumat beragama, kata dia, adalah cara agar kebebasan beragama dapat terlindungi dengan baik. Toleransi adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda, baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama.

"Toleransi sepenuhnya menjadi bagian-bagian spesifik dari ajaran agama-agama yang ada di Indonesia," katanya.

Front Pembela Islam pun mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mendukung Kodam Jaya.

Di samping itu, FPI juga menegaskan bahwa setiap umat beragama di Indonesia agar dapat lebih menghargai dengan tidak melarang agama lain untuk beribadah di tempat ibadahnya sesuai dengan ketentuan yang ada.

Organisasi itu memandang perlu meningkatkan kehangatan dalam persaudaraan sesama Warga Negara Indonesia (WNI). (ant)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.669.836 Since: 05.03.13 | 0.2016 sec