Hukum

MA Vonis Sejoli Pembunuh Ade Sara Seumur Hidup

JAKARTA-SBN.

Kasus pembunuhan sadis yang dialami oleh mahasiswi Semester dua Fakultas Psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM), korban bernama Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun) terjadi pada Maret 2014. Dengan sadis, mahasiswi Universitas Bunda Mulia itu disiksa dan dihabisi oleh mantan pacarnya, Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19), dan pacar baru Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19), Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18), kemudian membuang mayat Ade Sara Angelina Suroto ke kawasan tol JORR, ruas tol lingkar luar Jakarta (JORR) sekitar Kilometer 41, pinggir Tol Bintara, Cikunir, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Saat ditemukan, dia memakai gelang Java Jazz. Dari informasi polisi diketahui kalau mayat Ade Sara Angelina Suroto dibuang di Tol Bintara KM 41 pada Rabu (5/3/2014), sekitar pukul 4.00 WIB. Petugas mengungkap identitas korban bernama Ade Sara Angelina Suroto kelahiran 21 Juli 1995 berdasarkan cek sidik jari yang terlacak melalui KTP elektronik. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (4/3/2014) dini hari. Motif sepasang sejoli melakukan itu karena cinta segitiga.

Saat kasus kematian Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun) ini terungkap media, kedua sejoli itu langsung mendapatkan cacian dan hinaan dari masyarakat. Kedua orang yang rupanya adalah sepasang kekasih tersebut dituding tidak memiliki hati dan sadis karena tega membunuh Ade Sara Angelina Suroto yang notabene adalah mantan kekasih Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19), serta teman dari Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) sendiri. Tak heran jika banyak orang berharap sejoli muda itu mendapatkan hukuman mati.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dengan kasus pembunuhan berencana terhadap Ade Sara Angelina Suroto (18 tahun).

Para tervonis dalam kasus yang heboh pada awal Maret silam itu yakni pembunuhan berencana terhadap Ade Sara Angelina Suroto, adalah yang diketahui sebagai pelaku pembunuhan, Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) akan menjalani hukuman penjara seumur hidup. Hukuman para terpidana, yakni Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18), yang semula hanya 20 tahun ditambah menjadi seumur hidup.

Dikutip dari laman resmi MA pada Kamis (23/7/2015), Majelis Hakim MA yang terdiri dari Dudu D. Machmudin, Margono, dan Andi Abu Ayyub Saleh mengabulkan kasasi yang diajukan Jaksa Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap tervonis Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19). Permohonan kasasi ini dikabulkan pada 9 Juli 2015 dengan nomor register 793 K/PID/2015.

Jaksa mengajukan kasasi ke MA atas putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap perkara pembunuhan berencana Ade Sara Angelina Suroto. Pada 9 Desember 2014, sejoli pembunuh Ade Sara Angelina Suroto itu divonis 20 tahun penjara.

Di Pengadilan Tinggi Jakarta, Hakim memutuskan hukuman sejoli Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) tetap 20 tahun penjara.

Orangtua Ade Sara Angelina Suroto, Suroto dan Elizabeth Diana Dewayani langsung keluar dari ruang sidang sesaat Hakim Ketua, Absoro, S.H. membacakan hukuman 20 tahun penjara kepada Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18).

Tak ada ekspresi yang mengambarkan kepuasan dari wajah mereka, yang ada hanya mata yang sembab karena baru saja menangis teringat putri kesayangan mereka saat tiga Majelis Hakim membacakan kronologis kasus pembunuhan berencana secara bergantian pada sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Setelah itu, sekitar Mei 2015, JPU mengajukan kasasi ke MA. Pada 9 Juli 2015, MA mengeluarkan keputusan bahwa permohonan kasasi JPU dikabulkan.

Tak terima putusan itu, Jaksa pun mengajukan kasasi yang masuk ke MA tanggal 22 Mei 2015. Jaksa ingin sejoli itu dihukum seumur hidup sesuai tuntutan. Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) pun akan menjalani sepanjang hidupnya di penjara.

Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) pun akan menjalani hukuman yang sama. Untuk Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) berdasarkan putusan dengan nomor registrasi 791 K/PID/2015. Majelis Hakim MA mengabulkan kasasi Jaksa terhadapnya. Kasasi ini dikabulkan pada 9 Juli 2015 dengan nomor register 791 K/PID/2015.

JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengajukan kasasi ke MA terkait dengan vonis Majelis Hakim terhadap sepasang kekasih pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18). Pada vonis itu, Majelis Hakim memutuskan sejoli itu bersalah dan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara. Namun, JPU tak menerima itu dan mengajukan kasasi agar hukuman pada mereka sesuai tuntutan, yaitu seumur hidup. Akhirnya, pada 9 Juli 2015, MA mengabulkan kasasi JPU itu.

Dengan itu, hukuman sejoli tersebut berubah menjadi seumur hidup atau sesuai dengan tuntutan JPU. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan berencana Ade Sara Angelina Suroto, Aji Susanto dan Toton Rasyid, menuntut terdakwa Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani Anggraini alias Syifa (18) dengan hukuman maksimal, yakni penjara seumur hidup. Saat digelar pada Selasa (4/11/2014) silam, pihak JPU pun membacakan tuntutan dengan tiga pasal berlapis dengan hukuman maksimal pidana mati atau pidana seumur hidup. Sebelumnya, sepasang sejoli ini telah dianggap bersalah dalam kasus melakukan pembunuhan berencana terhadap Ade Sara Angelina Suroto pada Maret 2014.

Namun, pihak keluarga Ade Sara Angelina Suroto belum mendapat informasi tersebut.

Terkait dengan putusan ini pun, keluarga Ade Sara Angelina Suroto belum menerima informasi yang resmi, baik dari MA mapun JPU. Mereka mengetahui putusan ini dari media. Ayah Ade Sara Angelina Suroto, Suroto mengatakan dia belum dapat informasi tersebut secara resmi, baik dari MA atau JPU. "Saya baru tahu dari teman-teman media," ucap Suroto, Kamis (23/7/2015).

Terkait dengan putusan itu sendiri, Suroto mengaku sudah memasrahkannya kepada proses hukum. Dia pun tak bisa memberi tanggapan apakah putusan itu pantas atau tidak untuk kedua pembunuh anaknya.

Sejak vonis diberikan kepada pelaku, Suroto dan keluarga mengaku sudah menyerahkan semua proses hukum selanjutnya kepada JPU. "Sejak vonis dijatuhkan bulan Desember 2014, kami sudah serahkan kasus ini ke JPU," tutur Suroto.

Saat ditanya soal pantaskah hukuman seumur hidup bagi pembunuh putri satu-satunya itu, Suroto mengaku sulit menjawabnya. "Saya sulit menjawab itu. Juga soal adil atau tidak putusan itu. Tetap saja, putri saya tak akan kembali," ujarnya. "Tetap saja anak saya tak kembali," tambah dia.

Suroto mengatakan akan segera mengkonfirmasi kabar tersebut kepada JPU. "Saya akan konfirmasi hal ini ke JPU," kata Suroto, ayah Ade Sara Angelina Suroto.

Apalagi dia pun tak mengetahui ketika JPU mengajukan kasasi ke MA. "Saya akan pastikan soal ini. Sebab, kami sudah tak komunikasi sejak vonis," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, penasihat hukum Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19), Hendrayanto, mengatakan belum memutuskan akan mengambil langkah hukum apa. "Kami bisa saja mengajukan PK (Peninjauan Kembali), tapi kami belum memutuskan," cetusnya, Kamis (23/7/2015).

Advokat Hendrayanto berujar, sejak semula, pihaknya tidak mengajukan banding terhadap vonis 20 tahun yang diterima kliennya pada Desember 2014. Sebab, menurut dia, hukuman itu dinilai sudah cukup bagi Muhammad alias Ahmad Imam Al-Hafitd alias Hafiz (19). "Namun Jaksa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi," tukas pengacara Hendrayanto. (jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.880.810 Since: 05.03.13 | 0.1523 sec