Hukum

Kantor Sang Pengacara Flamboyan Akhirnya Tutup

Monday, 20 Juli 2015 | View : 569

JAKARTA-SBN.

Kiprah pengacara kondang Prof. Dr. Otto Cornelis (O.C.) Kaligis, S.H., M.H. berakhir sudah. Mental advokat senior itu kini berada di titik terendah sejak ditahan lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan sepekan lalu.

Meskipun kasusnya masih berproses dan statusnya masih tersangka, O.C. Kaligis sudah membuat keputusan tragis, yakni menutup kantor pengacara (lawyer) miliknya. Bukan hanya itu, lelaki berusia 73 tahun tersebut juga menegaskan mengundurkan diri dari jabatan ketua Mahkamah Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Keputusan mengejutkan pengacara yang lahir pada 19 Juni 1942 di Ujung Pandang (kini Makassar) itu dibuat setelah mengikuti kebaktian Minggu di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2015) kemarin pukul 10.00 WIB.

OC. Kaligis datang ke kebaktian tidak sendiri, tapi bersama lima tahanan KPK lainnya.

Salah satunya mantan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang. Enam tahanan tersebut harus mengenakan rompi oranye bertulisan ”Tahanan KPK”.

Saat datang, tidak ada pernyataan dari OC Kaligis ketika ditanya wartawan. ”Saya mau ibadah dulu,” elak alumnus Program S2 dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung tahun 2003 ini.

Ibadah itu dilaksanakan di ruang auditorium. Ruangan tersebut biasanya digunakan KPK untuk menggelar keterangan pers kepada wartawan. Misalnya pernyataan dari pimpinan KPK ketika menetapkan tersangka baru kasus korupsi atau perkembangan sebuah kasus yang ditangani.

Acara kebaktian dipimpin Pendeta Nathan Setiabudi, mantan ketua umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Dalam khotbahnya, Pdt. Nathan Setiabudi meminta tahanan KPK tetap rajin beribadah. Dia juga mengajak enam orang itu melantunkan puja-puji terhadap kebesaran Tuhan.

Dari pantauan awak media melalui sela di jendela ruang auditorium, hampir semua jemaat kebaktian tampak khusyuk mengikuti ibadah Minggu. Yang terlihat tidak tenang hanya OC Kaligis. Pengalaman pertama menjalankan ritual ibadah sebagai tahanan KPK membuat dia tampak kebingungan. Berkali-kali OC Kaligis melihat ke arah pintu auditorium. Padahal, pintu ruangan selalu tertutup.

Selain itu, pengacara yang mendapatkan gelar hukum pertamanya dari Universitas Parahyangan Bandung tersebut terlihat kikuk saat melantunkan pujian. Berkali-kali dia melihat kitab yang dibawanya.

Pukul 12.00 WIB, acara kebaktian pun usai. OC Kaligis keluar bersama lima tahanan yang lain. Setelah keluar, dia menunjukkan sepucuk surat yang berisi protes terhadap KPK kepada wartawan yang menungguinya.

Dalam kesempatan itu, ayah artis Velove Vexia tersebut mengakui, sejak dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, karirnya terjun bebas. Kini tidak ada orang yang memakai jasa firma hukum (law firm) bentukannya itu. ”Hancur saya punya karir,” ucapnya lirih kepada awak media yang mengerubungi.

Minimnya klien yang memakai jasa kantornya membuat OC. Kaligis berniat menutup kantornya, OC Kaligis & Associates di kawasan Majapahit Permai, Kompleks Majapahit Permai Blok B Unit 122-123 Jl.Majapahit No.18-20, Desa/Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kabupaten/Kota Jakarta Pusat 10160, Provinsi DKI Jakarta.

Pria yang pernah menulis perjalanan karirnya dengan judul Manusia Sejuta Perkara itu mengatakan dalam waktu dekat akan mengutarakan niatnya tersebut ke seluruh anak buahnya. Selain itu, OC. Kaligis akan menarik seluruh beasiswa yang dia berikan kepada anak buahnya.

Tahun ini ada 12 orang yang disekolahkan. Sepuluh orang kuliah di luar negeri dan dua orang di dalam negeri. ”Tahun depan ada 50 orang. Akan saya hentikan juga,” tegas satu di antara sedikit pengacara yang menyandang gelar guru besar atau profesor tersebut.

Tak hanya menutup sumber pendapatannya, OC Kaligis menyatakan juga mengundurkan diri dari jabatan ketua Mahkamah Partai NasDem. Namun, dia tetap menjadi anggota Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hal itu dilakukan agar tidak merusak nama baik partai pimpinan Surya Paloh tersebut.

”Saya cinta NasDem. Namun, saya harus mengundurkan diri agar partai tidak rusak,” pungkas alumnus Doktor Hukum Pidana lulusan Universitas Padjajaran Bandung tahun 2006 ini, OC. Kaligis yang sebelum ke Partai NasDem aktif di partai berlambang pohon beringin, Partai Golongan Karya (Golkar). (jpnn/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.942 Since: 05.03.13 | 0.2156 sec