Agama & Masyarakat

Jimly Asshiddiqie Tegaskan Polisi Usut Tuntas Kasus Tolikara

Monday, 20 Juli 2015 | View : 543

JAKARTA-SBN.

Insiden bentrokan saat Salat Idul Fitri yang digelar di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, memicu komentar dari beragam pihak. Pejabat negara, politisi, LSM, ramai-ramai angkat suara.

Pihak-pihak yang tak memahami persoalan diminta tidak memberikan pernyataan. Dikhawatirkan justru memperkeruh keadaan dan membuat konflik meluas.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI ke-1 masa jabatan 19 Agustus 2003-19 Agustus 2008 yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sejak Juni 2012, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H.

Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara FHUI yang juga Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie memahami, beberapa pernyataan mungkin berniat meredam, namun justru bisa disalahartikan.

"Jadi kalau tidak paham pejabat-pejabat itu sebaiknya diam biarkan petugas di bidang itu yang membuat statement," kata mantan penasihat ahli Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR-RI dalam rangka Perubahan UUD 1945 (2002-2003), Jimly Asshiddiqie di kediamannya, Jakarta, Minggu (19/7/2015).

Menurut Ketua Badan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang menaungi lembaga pendidikan Al-Azhar seluruh Indonesia (2012-2017), Jimly Asshiddiqie, percayakan pada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden Tolikara.

Ketua Dewan Penasihat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia/KomnasHAM (2013-2017) dan Penasihat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (2009-sekarang), Jimly Asshiddiqie bersuara keras atas tragedi yang menimpa umat Islam tersebut.

Melalui akun Twitter, @JimlyAs, alumnus yang gelar doktor disandangnya dari Universitas Indonesia (UI) pada 1990 dan Van Vollenhoven Institute, serta Rechts-faculteit, Universiteit Leiden, program doctor by research dalam ilmu hukum (1990) melabeli pihak yang menyerang umat Islam yang tengah menunaikan ibadah sebagai tindakan keji.

Alumnus gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Indonesia (UI) pada 1982, kemudian menyelesaikan jenjang pendidikan S2-nya di perguruan tinggi yang sama pada 1987 ini pun meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelakunya. Tujuannya agar kasus itu tidak merembet ke mana-mana.

"Tiada kata lain utk kasus teroris di Tolikara kcuali usut tuntas & adili segera utk kpastian yg adil & damai d Papua & masalah jngn melebar," kicau mantan Tim Ahli PAH I BP-MPR (2001-2002), Jimly Asshiddiqie.

Kicauan itu mendapat berbagai respon dari pengikutnya. Tidak terkecuali akun milik mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Alvin Lie, M.Sc. ikut menanggapinya. "Pemerintah WAJIB tindak tegas pelaku terror & keonaran di Tolikara," cuit alumnus Master Degree in International Marketing dari The University of Strathclyde, Glasgow, Skotlandia pada tahun 1997 yang juga mantan anggota PAN yang pernah duduk di DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Semarang, Alvin Lie Ling Piao melalui akun ‏@alvinlie21.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum masa jabatan 25 Januari 2010-21 Juni 2010, Jimly Asshiddiqie mendorong kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. Sebab, insiden ini bisa dikategorikan pelanggaran HAM.

"Ini pelanggaran HAM berat. Harus diusut, ini terorisme dan pelanggaran berat," tegas mantan asisten Wakil Presiden RI B.J. Habibie (1998-1999).

Namun, mantan penasihat ahli Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2002-2003) dan staf ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (1993-1998), Jimly Asshiddiqie mengingatkan, dalam pengusutan insiden ini harus sesuai fakta-fakta di lapangan. Sehingga tidak ada lagi yang mengaitkan insiden tersebut dengan persoalan lain.

"Itu lah pokoknya fakta-fakta harus dihimpun, jangan sampai kasus ini melebar ke masalah-masalah yang lain," pungkas Hakim Konstitusi RI masa jabatan 18 Agustus 2003-30 November 2008, Jimly Asshiddiqie.

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.650.508 Since: 05.03.13 | 0.1561 sec