Hukum

54.434 Penerima Remisi Khusus Lebaran

Friday, 17 Juli 2015 | View : 384

JAKARTA-SBN.

Pemerintah kembali memberikan remisi kepada sejumlah narapidana di Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Hampir setengah dari seluruh narapidana yang ada di Indonesia mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri dari Pemerintah tahun ini. Sebanyak 544 di antara mereka dapat langsung merasakan udara bebas.

Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi terhadap lebih dari 54 ribu orang terpidana, dalam rangka Hari Raya Idul Fitri hari ini.

"Tahun ini Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM memberikan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri kepada 54.434 orang narapidana atau 45,81 persen dari jumlah narapidana," ungkap Kasubdit Komunikasi Infokom Kemenkum HAM, M Akbar Hadiprabowo dalam keterangan persnya, Jumat (17/4/2015).

M. Akbar Hadiprabowo mengatakan, jumlah penerima remisi tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2014. Menurutnya, tahun lalu ada 56.704 orang atau 49,9 persen dari total narapidana mendapat remisi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, napi yang memperoleh remisi Hari Raya Idul Fitri terbanyak berasal dari Kantor Wilayah Jawa Barat dengan jumlah 9.744 narapidana. Sedangkan di urutan kedua Kantor Wilayah Jawa Timur, dengan jumlah 5.939 narapidana.

"Di posisi ketiga ditempati Kantor Wilayah DKI Jakarta dengan 5.114 narapidana," papar M. Akbar Hadiprabowo.

Menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Indonesia ke-30 dalam Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., narapidana yang diberikan remisi adalah mereka yang memiliki rekomendasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan.

"Jadi semua yang sudah memenuhi syarat UU, harus kita kasih. Karena itu hak mereka. Jangan kita hilangkan hak mereka," katanya usai menghadiri open house Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta, di Jakarta, Jumat siang (17/7/2015).

Dari data yang diambil dari beberapa media, jumlah tepatnya napi yang mendapat remisi Idul Fitri adalah 54.434 orang.

Di antara napi yang mendapat remisi, ada 545 orang yang dinyatakan bisa langsung bebas bersyarat.

Sedangkan narapidana kasus korupsi yang mendapatkan remisi hari ini berjumlah sekitar 2.000 orang.

"Memang dipotong (masa tahanan) beragam, saya enggak hapal, paling satu bulan," jelas MenkumHAM Yasonna Hamonangan Laoly.

Di Lapas Cipinang, Jakarta Timur ada 788 orang narapidana yang mendapat diskon hukuman tahun ini.

Pemberian remisi ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Rutan Cipinang,  Asep Sutandar sebelum melaksanakan salat Ied Idul Fitri bersama 1.200 narapidana dan tahanan, Jumat (17/7/2015). 

"Di antara narapidana yang mendapat remisi, 14 orang langsung bebas," beber Asep Sutandar di Lapas Cipinang.

Dijelaskannya, mereka yang mendapat remisi adalah narapidana yang sudah memenuhi syarat administratif maupun subtantif. 

Syarat yang dimaksud antara lain, telah menjalani masa hukuman selama 6 bulan dan perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap. Untuk besaran remisi bagi masing-masing sendiri beragam antara 15 sampai 45 hari.

Lebih lanjut Asep Sutandar mengatakan, sebagian besar narapidana yang bebas adalah pelaku kasus pidana umum. Menurutnya, hanya ada seorang pelaku kasus narkoba yang bisa kembali menghirup udara segar tahun ini.

"Untuk korupsi di sini tidak ada (dapat remisi)," pungkasnya.

Remisi khusus Idul Fitri diberikan kepada narapidana beragama Islam, yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

Di antara persyaratan itu adalah telah menjalani pidana minimal 6 (enam) bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di Lapas/Rumah tahanan (Rutan).

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.950 Since: 05.03.13 | 0.1949 sec