Hukum

Angelina Sondakh Tak Dapat Remisi Khusus Lebaran

Friday, 17 Juli 2015 | View : 470

JAKARTA-SBN.

Lebaran tahun ini, Angelina Patricia Pingkan Sondakh yang lebih dikenal dengan nama Angelina Sondakh atau Angie terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, nama mantan Putri Indonesia itu, tidak berada dalam daftar remisi yang diberikan negara untuk para narapidana di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Remisi itu diberikan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.

"Angelina Sondakh tidak mendapatkan remisi untuk tahun ini karena terganjal PP 99/2012," beber Kepala Rutan Pondok Bambu Sri Susilarti di depan kantornya, Jakarta Timur. 

PP No.99 Tahun 2012 mengatur tentang pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat. PP itu khusus untuk narapidana kasus korupsi, terorisme dan narkoba. 

Tahun lalu, peraih gelar Miss Novotel Manado pada tahun 1999, Angie sapaan untuk Angelina Sondakh juga tidak mendapat remisi pada peringatan HUT Kemerdekaan RI karena terganjal PP tersebut.

Juara I Noni Sulut pada tahun 1996, saat ini harus menjalani hukumannya selama 12 tahun penjara karena kasus korupsi di Kemendiknas dan Kemenpora.

"Beliau belum memenuhi persyaratan PP 99 karena pidananya 12 tahun. Mungkin kalau mendekati bisa diusulkan kalau memenuhi syarat. Bergantung rekomendasi KPK diberikan atau tidak," imbuh Sri Susilarti.

Sri Susilarti mengatakan, narapidana kasus korupsi, terorisme dan narkoba dengan hukuman 5 tahun ke atas bisa saja mendapatkan remisi jika ia juga menjadi justice collaborator dan mendapat persetujuan penegak hukum.

"Jadi tidak semua dikabulkan," tandas Sri Susilarti.

Ancaman hukuman sesuai Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Di antara 3 pasal alternatif tersebut, Pasal 12 huruf a memuat ancaman hukuman paling berat. Pasal 12 huruf a menyebutkan, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya, dianggap melakukan tindak pidana korupsi.

Ancamannya, pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun ditambah denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Terhitung sejak Jumat (27/4/2012), KPK telah menahan pemenang Puteri Indonesia 2001, Angie di Rumah Tahanan Salemba cabang KPK di Kuningan, Jakarta Selatan untuk 20 hari ke depan.

Pada 21 November 2013, peraih Penghargaan Satya Karya Kemerdekaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia pada 17 Agustus 2002, Angie divonis 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp 500 juta dari vonis sebelumnya 4 tahun 6 bulan.

Majelis Kasasi juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti setara dengan Rp 40 miliar.

Sementara itu, seorang penyidik di lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Raden Brotoseno benar-benar setia pada kekasih hatinya, Angelina Sondakh yang kini mendekam di balik terali besi, Rutan Pondok Bambu. Hal itu ditunjukkannya dengan setia mengunjungi mantan Putri Indonesia tersebut, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri. 

Pada Jumat siang (17/7/2015), pria bertubuh tegap dan gagah itu datang mengunjungi peraih gelar Miss Novotel Indonesia pada tahun 2000, Angelina Sondakh ditemani buah hati hasil perkawinan Angelina Sondakh dan almarhum Adjie Massaid, Keanu Jabaar Massaid. 

Tampak Brotoseno membawa beberapa bungkus besar berisi makanan pesanan Puteri Indonesia tingkat Sulawesi Utara tahun 2001, Angie sapaan Angelina Sondakh.

"Angie minta dibawain sup buntut. Jadi kami bawain, sampai bawa periuk sekalian," ungkap Brotoseno usai menemui Juara I Penataran P-4 Unika Atmajaya, Angie. 

Polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) itu mengaku, kekasihnya dalam keadaan sehat dan antusias menjalankan aktivitasnya dalam penjara.

Selama hampir 2 jam mengunjungi Juara I lomba Pidato Bahasa Inggris se-Sulut, Angie, diakuinya mantan politikus Partai Demokrat (PD) itu banyak bercerita tentang kegiatannya.

"Banyak cerita, salah satunya cerita tentang aktivitas di dalam. Dia katakan selama bulan puasa justru lebih sibuk dan banyak sekali aktivitas yang positif," tambah Brotoseno.

Brotoseno pun bangga karena saat ini, Juara I Lomba Pemandu Wisata Sulawesi Utara tahun 1997, Angie bersikap lebih tenang dan dewasa. Juara I Lomba Debat Ilmiah se-Sulut, Angie juga memilih memakai hijab.

"Semoga senantiasa ikhlas dan istiqomah. Pesan keluarga untuk Angie, jaga diri baik baik, jaga kesehatan, tetap istiqomah karena apapun yang terjadi ini adalah cobaan hidup," pungkas Brotoseno. (jpnn/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.696 Since: 05.03.13 | 0.1157 sec