Hukum

Gubernur Sumatera Utara Janji Penuhi Panggilan KPK Pekan Depan

Saturday, 18 Juli 2015 | View : 560

MEDAN-SBN.

Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke-17 sejak 14 Maret 2013, H. Gatot Pujo Nugroho, A.Md., S.T., M.Si. menegaskan dirinya akan kooperatif dan siap menghadiri panggilan lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dilakukan pada 22 Juli.

"Tentunya, saya akan kooperatif," tutur Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2015).

Pada Rabu (15/7/2015), Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho terlihat ke kantor Gubernur dan masuk ke ruang kerjanya. Menjawab pertanyaan tentang sikapnya mangkir dari pemanggilan KPK pada Senin (13/7/2015) lalu, Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho mengaku terlambat mengetahui adanya surat pemanggilan itu.

Dia, katanya, Jumat (10/7/2015) ke Kabupaten Asahan melaksanakan Safari Ramadan dan Sabtu (11/7/2015) hingga dini hari melakukan iktikaf di Masjid.

"Sabtu dan Minggu libur, jadi saya terlambat mengetahui ada surat itu dan pihaknya langsung melayangkan surat berisikan minta maaf dan janji siap menghadiri pemanggilan KPK berikutnya," cetus Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho.

Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho tidak bersedia menjawab pertanyaan soal adanya dugaan dia yang mendanai penyuapan pengacara anggota OC Kaligis & Associates terhadap Hakim PTUN yang merupakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Kan hal itu sudah diceritakan detail oleh Biro Keuangan kita (Pemprov Sumut)," tukas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Pengacara senior OC Kaligis sendiri yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan ditahan Rutan Guntur, sejak Selasa (14/7/2015), dalam keterangannya di Jakarta, membantah keterlibatan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dalam dugaan suap itu.

Soal penggeledahan katanya, juga dimintanya dipertanyakan ke Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga dan Kepala Biro Keuangan Ahmad Fuad Lubis yang mendampingi KPK.

Namun, Gubernur Sumatera Utara ini, H. Gatot Pujo Nugroho mengakui, penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut adalah suatu proses dan prosedur yang dijalankan. "Itukan suatu proses yang memang dimiliki oleh KPK, jadi kita ikuti saja bagaimana prosedurnya," tegas Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho.

Tentang. keterlibatan seorang perempuan yang bernama Evy Susanti dan disebut-sebut sebagai istri mudanya, Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho tidak bersedia berkomentar. "No comment," pungkas politikus PKS yang menemukan pasangan hidupnya Sutias Handayani yang juga aktivis dakwah kampus tersebut dan melangsungkan pernikahan pada 10 Mei 1990 telah dikaruniai lima anak yang kesemuanya puteri, saat ini sudah dicekal untuk bepergian ke luar negeri.

Nama Evy Susanti masuk ke dalam pusaran kasus ini ketika KPK mengeluarkan surat permohonan cekal terhadapnya ke Dirjen Imigrasi. Gatot Pujo Nugroho, OC Kaligis, dan tiga orang lainnya juga masuk dalam daftar cekal terkait kasus suap Hakim PTUN Medan.

Kabar yang beredar, wanita misterius itu disebut-sebut pernah menjadi anak buah OC. Kaligis. Dia diduga menjadi penghubung antara sang Gubernur Sumatera Utara dengan OC Kaligis terkait gugatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke PTUN Medan yang berujung pada penyuapan ini. (mer/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.897.594 Since: 05.03.13 | 0.1428 sec