Hukum

KPK Garap Gubernur Sumatera Utara Rabu Pekan Depan

Friday, 17 Juli 2015 | View : 459

JAKARTA-SBN.

Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke-17 sejak 14 Maret 2013, H. Gatot Pujo Nugroho, A.Md., S.T., M.Si. sendiri diduga merupakan salah satu aktor utama dalam skandal suap terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya, suap tersebut disinyalir terkait gugatan yang diajukan pihak Pemerintah Provinsi Utara ke PTUN Medan.

Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho yang menemukan pasangan hidupnya Sutias Handayani yang juga aktivis dakwah kampus tersebut dan melangsungkan pernikahan pada 10 Mei 1990 telah dikaruniai lima anak yang kesemuanya puteri, saat ini sudah dicekal untuk bepergian ke luar negeri. Langkah yang sama juga dilakukan kepada seorang wanita bernama Evy Susanti yang disebut-sebut sebagai istri muda Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan mantan anak buah OC Kaligis.

Tersangka suap Hakim PTUN Medan Otto Cornelis (OC) Kaligis sempat kesal saat diwawancara awak media usai menjalani pemeriksaan di KPK, Rabu (15/7/2015). Penyebabnya, dia terus menerus ditanyai tentang sosok Evy Susanti, wanita yang disebut-sebut sebagai istri muda Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

"Sama sekali tidak ada," jawab OC Kaligis saat pertama ditanya awak media soal hubungannya dengan Evy Susanti.

Nama Evy Susanti masuk ke dalam pusaran kasus ini ketika KPK mengeluarkan surat permohonan cekal terhadapnya ke Dirjen Imigrasi. Gatot Pujo Nugroho, OC Kaligis, dan tiga orang lainnya juga masuk dalam daftar cekal terkait kasus suap Hakim PTUN Medan.

Kabar yang beredar, wanita misterius itu disebut-sebut pernah menjadi anak buah OC. Kaligis. Dia diduga menjadi penghubung antara sang Gubernur Sumatera Utara dengan OC Kaligis terkait gugatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke PTUN Medan yang berujung pada penyuapan ini.

Ketika diklarifikasi mengenai peran Evy Susanti itu lah OC. Kaligis merasa kesal. Dia kembali tegaskan tidak kenal dengan wanita bernama Evy Susanti. "Saya gak tahu apa-apa, anda desak terus, kalau mau bikin lead begitu, bikin aja," ketusnya. 

Ruang kerja Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sudah digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap sengketa dana bansos. Namun, peran sang Gubernur belum diketahui saat ini.

Menurut Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, saat ini masih diselidiki dugaan keterlibatan Gatot Pujo Nugroho di kasus tersebut. "Kami selidiki, kami sedang kembangkan. Kami belum bisa jelaskan apa keterlibatannya tapi yang jelas tim penyelidik sedang bekerja untuk ini," papar Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Sebelumnya diketahui, KPK menyita sejumlah dokumen dari ruang kerja Gatot Pujo Nugroho. Dokumen terkait kasus di PTUN itu disita saat penggeledahan pada Sabtu (11/7/2015) lalu. KPK sempat memberi sinyal, kemungkinan kecil Gatot Pujo Nugroho tidak terlibat dalam kasus itu. ‎

Saat dikonfirmasi kembali terkait kemungkinan itu, Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki enggan menjawabnya. "Yang sedang diselidiki jelas ada tim pengacara. Ini ada pembawa pesan. Dari mana sumber duitnya ini, ini yang sedang diselidiki," tegas Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki.

Nama politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, Gatot Pujo Nugroho mulai mencuat setelah KPK menangkap tiga Hakim PTUN Medan, seorang panitera, dan seorang pengacara, terkait kasus suap gugatan sengketa korupsi dana bansos di Pemerintah Provinsi Sumut. KPK menduga pengacara M. Yagari Bhastara (MYB) sebagai pemberi suap, sedangkan Hakim Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro, Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting, serta panitera Syamsir Yusfan sebagai penerima suap.

Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho masih dalam bidikan lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara suap kepada Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Komisi antirasuah kini tengah mengumpulkan bukti keterlibatan Gubernur asal Magelang, Jawa Tengah itu.

Plt Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan segan menetapkan Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka. Asalkan, penyidik bisa mengantongi dua alat bukti yang cukup.

"Nanti saksi-saksi dan alat bukti yang kami dapatkan mendukung ke arah itu, kalau memang mendukung, ya kita jalankan," ungkap Plt Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2015).

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sendiri dijadwalkan diperiksa penyidik KPK pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2015 mendatang. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu diperiksa masih dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Namun Plt Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki akui bahwa hasil pemeriksaan tersebut bisa berujung pada penetapan Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka. "Pemeriksaan yang nanti akan menentukan terkait atau tidak. KPK harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum sampai pada kesimpulan yang disampaikan," jelasnya.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.985 Since: 05.03.13 | 0.1743 sec