Politik

Hampir Semua Parpol Curi Start Kampanye

Thursday, 08 Agustus 2013 | View : 1410

JAKARTA-SBN.

Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Pemilu (JPPR) menemukan hampir semua partai politik peserta Pemilu 2014 telah melanggar peraturan KPU dengan mencuri start kampanye. Partai politik peserta Pemilu 2014 tersebut mendahului kampanye. Caranya, partai politik peserta Pemilu 2014 itu memasang spanduk atau baliho bertuliskan ucapan Hari Raya Idul Fitri dalam menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

“Hasil pemantauan kami menemukan banyak sekali spanduk atau baliho yang isinya ucapan selamat puasa dan lebaran, dengan mencantumkan nama calon (anggota legislatif atau presiden), nama partai, nomor urut bahkan daerah pemilihan (dapil) caleg bersangkutan,” tutur Deputi Koordinator, Masykurudin Hafidz di Jakarta, Senin (5/8/2013). “Hal itu merupakan bentuk pelanggaran peraturan KPU yang menyatakan masa kampanye terbuka dilakukan selama 21 hari menjelang hari tenang pemungutan suara pada tanggal 9 April 2014,” kata dia. “Selama caleg belum ditetapkan menjadi calon tetap di DCT seharusnya tidak boleh kampanye secara individual dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) perlu mengaturnya,” jelasnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah, para calon anggota DPR dan DPRD beramai-ramai memasang spanduk, baliho, dan sejenisnya dengan tujuan kampanye agar dikenal masyarakat. 

Partai politik dan para calegnya memanfaatkan kekosongan hukum peraturan kampanye dengan menampilkan foto diri, lambang partai, nomor urut partai, slogan kampanye, atau pun visi dan misi partai mereka pada spanduk atau baliho tersebut.

“Pemasangan spanduk atau baliho itu justru akan memberikan nilai negatif di mata masyarakat, belum ditetapkan sebagai caleg dan capres saja sudah berani mencuri ‘start’ dengan promosi diri,” tukas Masykurudin Hafidz.

KPU sendiri hingga saat ini belum juga menyelesaikan peraturan mengenai pedoman pelaksanaan kampanye Pemilu 2014, padahal Pemilu tinggal sembilan bulan lagi dan kini beragam alat peraga kampanye milik partai politik dan caleg sudah bertebaran di daerah.

Komisioner KPU Pusat, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan memang tidak ada larangan bagi peserta Pemilu untuk memasang spanduk yang berisi ucapan perayaan hari raya keagamaan dan sebagainya. “Apabila memang ditemukan alat peraga berupa spanduk atau baliho dan sejenisnya. Demikian, maka itu menjadi kewenangan masing-masing Pemerintah Daerah dalam mengatur pemasangannya, dan itu dikenakan pajak retribusi daerah,” tegasnya. (ant) 

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.313.125 Since: 05.03.13 | 0.1674 sec