Politik

Tiga Srikandi Bertarung Di Pilkada Kediri

Monday, 13 Juli 2015 | View : 524

KEDIRI-SBN.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merestui politik dinasti jadi angin segar bagi para raja-raja kecil di daerah. Sama seperti putusan MK, fenomena politik dinasti masih langgeng di beberapa daerah.

Mantan Bupati Kediri, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sutrisno, seolah punya tahta turun temurun di daerahnya. Mantan Bupati Kediri, Sutrisno, bahkan mengajukan dua istrinya di Pilkada Kediri.

Pada Pilkada 2010 silam mantan Bupati Kediri yang sudah dua periode menjabat menjagokan istri pertama dan keduanya di Pilkada Kediri. Kala itu dua istri yakni Haryanti dan Nurlaila terlibat perang dingin sampai tak mau bersalaman saat debat.

Apapun perang dingin itu akhirnya tahta kekuasaan dinasti Sutrisno berlanjut. Sang istri pertama masih menjabat Bupati Kediri hingga kini.

Pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri akan dibuka pada tanggal 21-24 Juli 2015 mendatang.

Menjelang Pilkada 2015 ini dua istri eks Bupati Kediri kembali maju Pilkada. Kali ini istri Ketiga yang mengadu nasib menghadapi istri pertama yang juga Bupati incumbent.

Saat ini sudah ada tiga kandidat calon Bupati Kediri yang muncul ke permukaan.

Tiga Srikandi bakal bertarung di Pilkada Kediri. Tiga calon Bupati Kediri itu adalah incumbent yang tak lain istri pertama mantan Bupati Kediri Sutrisno, Hariyanti, kedua adalah Sayekti istri ketiga sang bupati, dan calon ketiga adalah Aisyah Ulfah Syafii, S.Sos. yang akan maju dengan dukungan dari masyarakat.

Pertarungan tiga srikandi di Pilkada Kediri tentu akan menarik. Apalagi dua dari tiga srikandi yang akan bertarung adalah istri eks Bupati Kediri.

"Ketiga srikandi yang akan maju di Pilkada Kediri adalah incumbent yakni istri pertama mantan Bupati Kediri Sutrisno, dr Hariyanti yang maju bersama PDIP, dan kedua adalah Sayekti istri ke 3 Sutrisno diusung partai NasDem, yang periode lima tahun lalu istri ke dua Bupati juga ikut masuk bursa pencalonan bupati Kediri, yang ketiga adalah Aisya Ulfa Syafii perempuan biasa yang akan maju dengan dukungan  dari masyarkat," kata Aisyah Ulfah Syafii dalam keterangan kepada wartawan, Senin (13/7/2015).

Aisyah Ulfah Syafii yang akan menghadapi kedua istri mantan Bupati ini tak punya trah politik seperti dua saingannya.

Aisyah Ulfah Syafii yang tak punya trah politik siap bertarung menghadapi dua istri eks Bupati yang tengah berusaha melanggengkan dinasti politiknya.

Sehari-hari dia bekerja sebagai amil zakat GOZIS, tapi dia punya nyali melawan incumbent demi mewujudkan perubahan.

"Kita harus berani dan keluar dari zona kejenuhan untuk membuat perubahan yang konstruktif bagi Kediri, dengan memaksimalkan kabupaten Kediri berdaya saing, memaksimalkan pariwisata lokal ,memberikan lapangan kerja yang layak dan  Kediri harus  menjadi kabupaten yang peduli dengan gerakan amal, terutama program yang kaya peduli yang miskin," kata Aisyah Ulfah Syafii membakar semangat perubahan warga Kediri.

"Saya kira harus dikembangkan pola strategis untuk merubah kondisi sosial masyarakat yang kurang menjadi cukup bahkan lebih, yang lemah menjadi kuat, tak berdaya menjadi berdaya dan yang kelebihan materi membantu yang kekurangan, sehingga mengurangi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, sehingga akan terwujud keadilan , kesejahteraan, kemandirian dan kedamaian di kabupaten Kediri dan tentu hal seperti ini  adalah refleksi keagamaan kita sebagai bangsa yang relegius urainya," sambungnya.

Dalam perbincangan dengan wartawan, Senin (13/7/2015), Aisyah Ulfah Syafii menuturkan fenomena politik dinasti yang kini telah mendapatkan angin segar lewat putusan MK menimbulkan reaksi keras dari masyarakat.

"Melanggengkan dinasti kekuasaan akan seperti raja raja kecil di daerah, dan ini tak sejalan dengan konsep pemilu yang demokratis  yang tidak memberikan kesempatan bagi rakyat kecil untuk bisa ambil bagian dari dinasti kekuasaan," kata Aisyah Ulfah Syafii kepada wartawan, Senin (13/7/2015).

Namun Aisyah Ulfah Syafii yang sehari-hari bekerja sebagai Direktur Eksekutif GOZIS tak gentar menghadapi incumbent yang tak lain adalah istri pertama eks Bupati Kediri Sutrisno. Dan istri ketiga sang eks Bupati yang juga bakal bersaing di Pilkada Kediri.

Anak alm. tokoh masyarakat Kediri H. Syafii Thoyib ini akan maju di bursa pencalonan  Bupati Kediri dari Partai Golongan Karya (Golkar) dengan rencana menggandeng Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat (PD), Aisyah Ulfah Syafii mengusung semangat perubahan untuk masyarakat Kediri.

"Kita harus berani dan keluar dari zona kejenuhan untuk membuat perubahan yang  konstruktif bagi Kediri kata Aisyah, dengan memaksimalkan kabupaten Kediri berdaya saing, memaksimalkan pariwisata lokal, memberikan lapangan kerja yang layak dan Kediri harus menjadi kabupaten yang peduli dengan gerakan amal, terutama program yang kaya peduli yang miskin," urai Aisyah Ulfah Syafii memaparkan visinya.

"Saya kira harus dikembangkan pola strategis untuk merubah kondisi sosial masyarakat yang kurang menjadi cukup bahkan lebih, yang lemah menjadi kuat, tak berdaya menjadi berdaya dan yang kelebihan materi membantu yang kekurangan, sehingga mengurangi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, sehingga akan terwujud keadilan, kesejahteraan, kemandirian dan kedamaian di kabupaten Kediri dan tentu hal seperti ini  adalah refleksi keagamaan kita sebagai bangsa yang relegius urainya," lanjutnya.

Gerakan perubahan mulai didengungkan oleh masyarakat, terutama momentum Pilkada sudah di ambang pintu. Tanggal 21-24 Juli mendatang, pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri dibuka.

"Tentu dinamika politik akan bergerak sangat panas, terutama akan munculnya lawan tanding yang cukup tangguh," imbuh Aisyah Ulfah Syafii.

Ketiga srikandi yang akan maju di Pilkada Kediri antara lain Bupati incumbent yang juga istri pertama mantan Bupati Kediri Sutrisno, dr Hariyanti yang maju bersama PDIP,  dan kedua adalah Sayekti istri ke 3 Sutrisno diusung partai nasdem. Ketiga adalah Aisyah Ulfah Syafii perempuan biasa yang akan maju dengan dukungan  dari masyarkat.

3 Srikandi yang akan bertarung di Kabupaten Kediri tentu akan menarik, akankah ini akan berlangsung dengan menampilkan jago jago perempuan atau akan muncul lawan tanding lain yang akan melawan kekuatan incumbent yang cukup tangguh.

"Perempuan harus di lawan perempuan begitu ucap salah seorang pengurus parpol di daerah. Kalau dilawan laki laki kurang menarik," selorohnya.

Namun demikian jalan Aisyah menuju kursi Bupati Kediri masih panjang. Bagi Aisyah dirinya sedang menghadapi dinasti politik yang telah lama mengakar dan harus dilawan dengan semangat perubahan.

Cerita Patahana di Kediri memang sepintas mirip dunia kerajaan, dimana sang Raja yang tak bisa maju, digantikan permaisuri kemudian para selir dan rakyat biasa.

"Cerita Patahana di Kediri memang sepintas mirip dunia kerajaan, dimana sang Raja yang tak bisa maju, digantikan permaisuri kemudian para selir dan rakyat biasa, mari kita tunggu cerita selanjutnya," pungkas Aisyah Ulfah Syafii.

Tak berlebihan dibilang mirip dunia kerajaan karena ternyata istri-istri mantan Bupati Kediri bergantian maju Pilkada. (det/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.648.104 Since: 05.03.13 | 0.1417 sec