Hukum

Mantan Wali Kota Makassar Terancam Ditahan

Friday, 10 Juli 2015 | View : 477

JAKARTA-SBN.

Tersangka kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerjasama rehabilitasi dan transfer kelola air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun 2006-2012, Ilham Arief Sirajuddin, akan diperiksa oleh Penyidik lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/7/2015).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, walaupun hari ini ada sidang putusan praperadilan mantan Wali Kota Makasar tersebut, namun diwajibkan juga agar Ilham menjalani pemeriksaan di KPK. "Dijadwalkan lagi untuk diperiksa sebagai tersangka," ungkap Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi oleh wartawan di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Pelaksana Tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan penyidik KPK hari ini, Jumat (10/7/2015), memeriksa bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Menurut dia, Ilham Arief Sirajuddin diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.

"Hari ini ada jadwal pemeriksaan IAS sebagai tersangka," kata mantan Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Namun saat ditanya akankah penyidik menahan Ilham Arief Sirajuddin, Johan Budi S.P. mengaku akan mengecek dulu. "Akan ditahan atau tidak, akan saya cek sebentar. Pemeriksaan belum selesai," papar dia.

Ilham Arief Sirajuddin telah tiba di Gedung KPK sejak pukul 9.00 WIB. Ilham Arief Sirajuddin datang didampingi beberapa kuasa hukumnya.

Ilham Arief Sirajuddin sebelumnya mengajukan dua kali praperadilan yang menggugat penetapannya sebagai tersangka.

llham Arief Sirajuddin sempat lepas dari status tersangka setelah berhasil memenangkan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 12 Mei 2015 lalu. Gugatan pertama, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan Ilham Arief Sirajuddin. Dimana dalam putusannya, PN Jakarta Selatan telah mengabulkan gugatan Ilham Arief Sirajuddin lantaran KPK dianggap tak cukup bukti dalam menetapkannya sebagai tersangka.

KPK pun harus mengulangi semua proses penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tersebut.

KPK akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru atas nama bekas Wali Kota Makassar itu. KPK kemudian kembali menetapkan Ilham Arief Sirajuddin menjadi tersangka dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru. Dalam kaitan ini, Ilham Arief Sirajuddin dijerat dengan kasus yang sama, yakni, dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerjasama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tahun 2006-2012.

Dalam kasus ini, Ilham Arief Sirajuddin disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selang beberapa waktu setelah KPK menerbitkan sprindik baru, Ilham Arief Sirajuddin kembali melawan dengan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangkanya. Dia pun kembali mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemarin, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan Ilham Arief Sirajuddin.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.722 Since: 05.03.13 | 0.1623 sec