Nasional

Bandara Supadio Terganggu Kabut Asap

Wednesday, 08 Juli 2015 | View : 572

PONTIANAK-SBN.

Kota Pontianak diguyur abu tipis akibat kebakaran lahan gambut yang terjadi sejak hari Kamis (2/7/2015) yang lalu. Selain itu kabut asap dampak dari kebakaran yang terjadi lahan yang terletak di Km 21 Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya itu diduga dibakar oleh pemilik lahan.

Dari pantauan, kondisi kabut asap tipis yang mulai menyelimuti sebagian kota Pontianak termasuk Bandar Udara Internasional Supadio/Supadio International Airport semakin meningkat dibanding sehari sebelumnya.

Hampir semua wilayah Pontianak diselimuti kabut asap. Kabut asap berasal dari kebakaran atau pembakaran lahan. Hal itu terlihat dari pantauan udara pada Minggu (6/7/20150 kemarin saat pesawat hendak mendarat di Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Sepanjang Minggu (6/7/2015) malam hingga Senin (7/7/2015) pagi, kabut asap menyelimuti Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Pada Minggu (6/7/2015) sore hingga malam, endapan abu yang terbang terbawa angin bersama asap, menempel di pohon, kendaraan yang diparkir, dan berbagai barang tak bergerak.

Abu bekas terbakarnya lahan terlihat sangat jelas jatuh berguguran. Abu tersebut sangat jelas terlihat di kendaraan yang sedang terparkir. Butiran abu tipis bahkan terlihat jelas seperti rintik hujan gerimis, dan terasa mengganggu saat berkendara. Asap semakin jelas terlihat saat malam hari dan menyebabkan mata terasa perih. Beberapa warga juga terlihat menggunakan masker saat berkendara.

Kondisi itu mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan. Udara di Kota Pontianak terasa tidak segar, selama diselimuti kabut asap karena terasa hangus.

Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran di daerah Rasau Jaya itu terjadi setiap tahun. Angin yang berembus ke arah Pontianak membuat kota tersebut diselimuti asap.

Puluhan polisi dari Direktorat Sabhara Polda Kalbar membagikan masker gratis kepada pengendara di bundaran tugu Digulis, komplek Universitas Tanjungpura, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (6/7/2015) sore. Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada setiap pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.

Puluhan polisi yang didominasi polisi wanita (polwan) disambut antusias oleh pengendara. Ribuan masker yang dibagikan pun ludes dalam sekejap.

Aksi yang dimulai dari pukul 16.00 itu hanya berlangsung sekitar 30 menit. Bripda Bunga, salah satu polwan yang turut dalam aksi simpati tersebut mengatakan, kegiatan ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga kabut asap reda.

"Kegiatan ini sekaligus mengisi waktu sambil menanti saat berbuka puasa dengan membagikan masker kepada pengendara" kata Bunga kepada awak media usai aksi membagikan masker, Senin (6/7/2015).

Kepala Polda (Kapolda) Kalimantan Barat, Brigjen Pol Arief Sulistiyanto mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Dampak dari kebakaran lahan dapat mengganggu lalu lintas penerbangan, mengingat lokasi kebakaran dekat dengan bandara. Selain itu, asap dari kebakaran lahan juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Jadi semua akan dirugikan" pungkas Brigjen Pol. Arief Sulistiyanto.

Polda Kalbar pun sudah menetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Direktur Dit Sabhara Polda Pontianak, Kombes Pol Badya Wijaya mengatakan, aksi simpati yang dilakukan oleh anggotanya itu menyikapi dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kota Pontianak diselimuti kabut asap.

Sebanyak dua Satuan Setingkat Pleton (SST) atau setara dengan 60 personil Dit Sabhara dilibatkan dalam aksi simpatik tersebut. "Aksi ini sesuai instruksi lisan Kapolda Kalbar dalam menyikapi kebakaran lahan yang masih terjadi sejak beberapa hari terakhir ini" ujar Kombes Pol. Badya Wijaya, Senin (6/7/2015).

Kondisi saat ini, lanjut Kombes Pol. Badya Wijaya, menurut pengamatan harus mendapat penanganan yang komprehensif dalam penanganan kabut asap. Kepolisian tidak bisa bekerja sendirian tanpa ada dukungan dari masyarakat.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memastikan, pihaknya akan menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. Saat ini, polisi telah memeriksa sedikitnya enam orang sebagai saksi.

Di samping itu juga, penyidik Polresta Pontianak telah melakukan olah tempat kejadian perkara ulang. Hasilnya, polisi menemukan adanya dugaan bahwa ada unsur kesengajaan dan pembiaran terhadap kobaran api.

"Memang betul, dugaan adanya unsur kesengajaan serta pembiaran," beber Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

Pada kesempatan itu, Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Hal ini dapat mengganggu arus lalu lintas penerbangan, serta berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Pelaku pembakaran lahan dapat dijerat tindak pidana Pasal 69 huruf H Pasal 108 UU No.32 Tahun 2009, yaitu larangan membuka lahan dengan cara membakar. Ancaman pidana 3 tahun sampai dengan 10 tahun penjara,” tegas Kombes Pol. Tubagus Ade Hidayat.

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.535.504 Since: 05.03.13 | 0.1597 sec