Internasional

Mahathir Mohamad Desak PM Malaysia Segera Mundur

Saturday, 04 Juli 2015 | View : 696

KUALA LUMPUR-SBN.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Razak kesandung masalah. Dana investasi negara 1MDB sekitar US$ 700 juta atau setara Rp 9,3 triliun dituding mengalir ke rekening pribadi pemimpin 61 tahun itu. Jumat (3/7/2015) kemarin ketua Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) tersebut membantah tuduhan itu.

Dugaan penyalahgunaan dana tersebut kali pertama muncul dalam berita online milik Wall Street Journal dan Sarawak Report. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak menerima dana investasi negara tersebut tidak hanya satu kali. Setidaknya lima kali 1MDB mendepositkan dana ke rekening pribadi Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak. Dua jumlah transaksi terbesar terjadi pada Maret 2013. Tepatnya, menjelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu).

Saat itu 1MDB mengalirkan dana US$ 620 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun dan US$ 61 juta atau sekitar Rp 813 miliar.

Sebelum berakhir di rekening Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, menurut Wall Street Journal, dana itu mengalir lewat berbagai lembaga lebih dahulu. Di antaranya, rekening milik lembaga-lembaga pemerintah, perbankan, dan beberapa perusahaan swasta.

Laporan itu pun langsung memantik reaksi beragam dari dalam dan luar negeri. Kemarin nilai tukar ringgit terhadap dolar AS langsung anjlok ke level 3,7845. Itu merupakan nilai tukar terendah ringgit terhadap dolar AS sejak Juli 2005. Selain berdampak langsung pada sektor perekonomian, dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak tersebut melahirkan gejolak dalam pemerintahan.

Apalagi, saat ini 1MDB alias 1Malaysia Development Berhad sedang menjadi sorotan. Lembaga investasi yang memiliki utang US$ 11,2 miliar atau sekitar Rp 149,3 triliun itu diduga melakukan berbagai penyelewengan. Mulai alamat kantor yang tidak jelas hingga tidak adanya auditor yang pasti. Duduknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak sebagai anggota dewan penasihat juga memicu kontroversi.

Dalam pembelaannya kemarin, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak membantah keras laporan Wall Street Journal dan Sarawak Report tersebut. Dia mengaku tidak pernah menerima dana sebesar itu dari 1MDB. "Ini rekayasa yang dilakukan segelintir individu untuk menjatuhkan perekonomian kita dan menodai citra pemerintah," terang kantor Perdana Menteri (PM) Datuk Seri Najib Razak juga menyebut tudingan tersebut sebagai skenario politik untuk menjegal karirnya.

Di tempat terpisah, 1MDB juga membantah tuduhan tersebut. "Kami tidak pernah mengalirkan dana apa pun kepada PM," terang lembaga tersebut secara tertulis. 1MDB juga menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang dikutip Wall Street Journal dan Sarawak Report tidak valid. 1MDB juga menuduh individu-individu yang berada di balik penyebarluasan dokumen itu sengaja ingin menjatuhkan lembaga tersebut.

Sementara itu, tekanan terhadap Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak semakin meningkat. Mantan PM Mahathir Mohamad mendesak politikus asal Negara Bagian Pahang tersebut mengundurkan diri. "Ada yang sudah busuk di negeri ini. Jika Najib tetap berkuasa, UMNO akan kalah dalam pemilu berikutnya," tukas Mahathir Mohamad.

Dia juga mengkritik 1MDB yang tidak transparan dalam kinerja investasinya. (ap/afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.403.030 Since: 05.03.13 | 0.2199 sec