Internasional

Mahathir Mohamad Desak PM Malaysia Segera Mundur

Saturday, 04 Juli 2015 | View : 536

KUALA LUMPUR-SBN.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Razak kesandung masalah. Dana investasi negara 1MDB sekitar US$ 700 juta atau setara Rp 9,3 triliun dituding mengalir ke rekening pribadi pemimpin 61 tahun itu. Jumat (3/7/2015) kemarin ketua Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) tersebut membantah tuduhan itu.

Dugaan penyalahgunaan dana tersebut kali pertama muncul dalam berita online milik Wall Street Journal dan Sarawak Report. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak menerima dana investasi negara tersebut tidak hanya satu kali. Setidaknya lima kali 1MDB mendepositkan dana ke rekening pribadi Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak. Dua jumlah transaksi terbesar terjadi pada Maret 2013. Tepatnya, menjelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu).

Saat itu 1MDB mengalirkan dana US$ 620 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun dan US$ 61 juta atau sekitar Rp 813 miliar.

Sebelum berakhir di rekening Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, menurut Wall Street Journal, dana itu mengalir lewat berbagai lembaga lebih dahulu. Di antaranya, rekening milik lembaga-lembaga pemerintah, perbankan, dan beberapa perusahaan swasta.

Laporan itu pun langsung memantik reaksi beragam dari dalam dan luar negeri. Kemarin nilai tukar ringgit terhadap dolar AS langsung anjlok ke level 3,7845. Itu merupakan nilai tukar terendah ringgit terhadap dolar AS sejak Juli 2005. Selain berdampak langsung pada sektor perekonomian, dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak tersebut melahirkan gejolak dalam pemerintahan.

Apalagi, saat ini 1MDB alias 1Malaysia Development Berhad sedang menjadi sorotan. Lembaga investasi yang memiliki utang US$ 11,2 miliar atau sekitar Rp 149,3 triliun itu diduga melakukan berbagai penyelewengan. Mulai alamat kantor yang tidak jelas hingga tidak adanya auditor yang pasti. Duduknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak sebagai anggota dewan penasihat juga memicu kontroversi.

Dalam pembelaannya kemarin, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak membantah keras laporan Wall Street Journal dan Sarawak Report tersebut. Dia mengaku tidak pernah menerima dana sebesar itu dari 1MDB. "Ini rekayasa yang dilakukan segelintir individu untuk menjatuhkan perekonomian kita dan menodai citra pemerintah," terang kantor Perdana Menteri (PM) Datuk Seri Najib Razak juga menyebut tudingan tersebut sebagai skenario politik untuk menjegal karirnya.

Di tempat terpisah, 1MDB juga membantah tuduhan tersebut. "Kami tidak pernah mengalirkan dana apa pun kepada PM," terang lembaga tersebut secara tertulis. 1MDB juga menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang dikutip Wall Street Journal dan Sarawak Report tidak valid. 1MDB juga menuduh individu-individu yang berada di balik penyebarluasan dokumen itu sengaja ingin menjatuhkan lembaga tersebut.

Sementara itu, tekanan terhadap Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak semakin meningkat. Mantan PM Mahathir Mohamad mendesak politikus asal Negara Bagian Pahang tersebut mengundurkan diri. "Ada yang sudah busuk di negeri ini. Jika Najib tetap berkuasa, UMNO akan kalah dalam pemilu berikutnya," tukas Mahathir Mohamad.

Dia juga mengkritik 1MDB yang tidak transparan dalam kinerja investasinya. (ap/afp)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.690.301 Since: 05.03.13 | 0.2314 sec