Agama & Masyarakat

Acara Kamp Gereja Dibubarkan Paksa

Friday, 03 Juli 2015 | View : 603

YOGYAKARTA-SBN.

Front Jihad Islam (FJI) dengan dukungan polisi membubarkan acara berkemah 1.500 Siswa Kristen usia SD dan SMP di Bumi Perkemahan Wonogondang di Cangkringan, Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Anggota FJI mengklaim bahwa acara yang diselenggarakan oleh sebuah gereja dari Surakarta, Provinsi Jawa Tengah itu tidak dilengkapi dengan izin penuh dari polisi.

“Penduduk setempat gelisah pada kegiatan kristenisasi dan kegiatan yang tidak sah,” cetus komandan FJI cabang Yogyakarta Abdul Rohman kepada The Jakarta Post pada Kamis (2/7/2015).

Kejadian itu berlangsung pada Rabu saat acara ini akan dimulai. Puluhan anggota FJI dan orang-orang dari kelompok Islam lainnya tiba di lokasi dan menuntut untuk melihat izin dari penyelenggara.

Para anggota kelompok intoleran ini juga menurunkan spanduk, memblokir jalan, dan mencegah peserta dari luar kota masuk daerah perkemahan yang terletak di kaki Gunung Merapi.

Kamp, bertema “Reclaiming His Love,”—Memperbarui Kasih-Nya—diselenggarakan oleh gereja Advent di Surakarta dan dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Juli 2015.

Peserta datang dari berbagai kota di luar Yogyakarta, dan dari kabupaten sejauh Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta dan Sumatera.

“Kalau izin sudah dikantongi, acara itu dapat diselenggarakan,” ketus Abdul Rohman, yang mengaku bahwa ia datang ke lokasi atas undangan warga lokal Wonogondang.

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resort Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Faried Zulkarnean mengatakan bahwa ia mengerahkan 80 personel polisi setelah menerima informasi bahwa FJI dan kelompok Muslim lainnya akan bertemu di lokasi.

“Kami tiba untuk memberikan keamanan bagi setiap peserta berkemah,” tegas AKBP Faried Zulkarnaen.

Dia mengatakan bahwa tampaknya penyelenggara berkemah belum dilengkapi dengan izin lengkap dari polisi. Hanya memiliki izin dari Kepolisian Sektor Cangkringan.

“Ini adalah kegiatan keagamaan yang melibatkan peserta dari luar provinsi. Mereka harus memberi tahu Polres Sleman, Polda Yogyakarta, Mabes Polri, dan Kementerian Agama,” tukas AKBP Faried Zulkarnaen.

Selama mediasi antara FJI dan acara penyelenggara, AKBP Faried Zulkarnaen meminta penyelenggara untuk memenuhi persyaratan perizinan.

Penyelenggara meninggalkan lokasi pada Kamis (2/7/2015) pagi. Sejauh ini belum satu pun dari mereka bisa dihubungi.

Manajer Bumi Perkemahan Wonogondang Bambang Kotir menjelaskan bahwa ia telah mengatur izin untuk acara hanya sampai Polsek Cangkringan.

“Penyelenggara mengklaim mereka telah meminta izin dari pejabat polisi di Mabes Polri, dan bahwa mereka telah menerima izin verbal, tetapi tertulis belum,” kata Bambang Kotir.

Dia menambahkan bahwa warga yang mendukung tur, penginapan, dan makanan di sekitar lokasi menyesal dengan pembatalan ini. Menurut rencana, para peserta akan menikmati kunjungan alam dan belajar bagaimana membuat batik.

Sementara itu, aktivis Sobat Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KKB) Dwi Rusbiyati menyatakan penyesalan atas insiden tersebut. Dia mengatakan bahwa polisi Yogyakarta harus lebih bersedia untuk melindungi kelompok minoritas.

“Jika ada sesuatu yang kurang dalam prosedur perizinan, polisi seharusnya membantu untuk menyelesaikannya,” kata Dwi Rusbiyati.

Dwi Rusbiyati menambahkan bahwa klaim FJI bahwa kamp merupakan upaya kristenisasi adalah ketakutan tak berdasar yang tidak bisa dibuktikan, karena acara ini hanya ditujukan untuk siswa SD dan SMP. (thejktpost)

See Also

Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Tradisi Grebeg Besar
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.833.733 Since: 05.03.13 | 0.5609 sec