Hukum

Ibu Asuh Engeline Ajukan Praperadilan

Thursday, 02 Juli 2015 | View : 550

DENPASAR-SBN.

Ibu angkat bocah cilik berusia 8 tahun Engeline, Margriet Christina Megawe resmi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Polda Bali terkait pembunuhan bocah malang itu.

Jajaran Kepolisian Daerah Bali tidak merasa bermasalah dengan pengajuan praperadilan yang dilakukan tersangka pembunuhan Engline, yang juga sang ibu tiri, Margriet Christina Megawe.

Margriet Christina Megawe melalui kuasa hukumnya, Hotma Sitompoel, melakukan gugatan praperadilan kerena tidak terima status Margriet Christina Megawe yang menjadi tersangka. Polisi juga telah menyiapkan diri untuk menghadapi gugatan tersebut.

"Itu adalah haknya sebagai tersangka. Biarkan saja apa yang mereka lakukan. Kami siap menghadapi gugatan tersebut,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Hery Wiryanto yang dikonfirmasi awak media, Jumat (3/7/2015).

Menurutnya, pihak kepolisian Polda Bali tentunya tidak tinggal diam dengan apa yang dilakukan Margriet Christina Megawe yang mempraperadilkan kepolisian ke PN Denpasar lewat kuasa hukumnya. Artinya, polisi juga telah menyiapkan diri dengan mengumpulkan bukti-bukti yang disampaikan di persidangan nanti.

”Bukti yang kami miliki nanti akan menjawab apakah penyidik kami yang salah ataukah sudah bertindak benar sesuai ketentuan,” terang Kombes Pol. Hery Wiryanto.

Margriet Christina Megawe tidak terima ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Engeline.

Diwakili penasihat hukumnya, Hotma Sitompoel, Margriet Christina Megawe mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (2/7/2015). Gugatan praperadilan itu dibawa Hotma Sitompoel didampingi Dion Pongkor dengan mendatangi Pengadilan Negeri Denpasar.

Menurut advokat Hotma Sitompoel, pengajuan gugatan praperadilan yang merupakan hak tersangka ini dimaksudnya untuk meneliti prosedur penetapan tersangka terhadap kliennya.

Namun demikian, Hotma Sitompoel tidak mau menjelaskan lebih detail materi yang diajukan dalam gugatan Praperadilan yang resmi didaftarkan di Pengadilan Negeri Denpasar.

"Ini yang perlu dijelaskan praperadilan. Itu hak tersangka bukan mau menang-menangan dan bukan menyalah-nyalahkan " ucap Hotma Sitompoel di Denpasar, Kamis (2/7/2015).

Hotma Sitompoel mengaku langkah ini ditempuh untuk menegakkan hukum agar semua bisa sesuai hukum yang berlaku dan menilai ada yang salah secara hukum dalam penetapan tersangka pembunuhan terhadap ibu angkat Engeline itu. "Nantilah kita buktikan di pengadilan. Yang penting diketahui, kita bukan mencari menang dan bukan menyalahkan orang. Namun kita ingin menegakkan hukum," pungkas Hotma Sitompoel.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.997 Since: 05.03.13 | 0.1728 sec