Hukum

Sang Bomber Vihara Ekayana Terlacak CCTV

JAKARTA-SBN.

Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Irjen. Pol. Drs. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H., membenarkan adanya suara ledakan di Vihara Ekayana. “Benar, tapi kami masih mengumpulkan informasi tersebut,” ucap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie saat dihubungi, Minggu (4/8/2013). “Mohon bersabar, kami sedang mengumpulkan informasi supaya tak simpang siur,” ujar mantan Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan mantan Kapolwiltabes Surabaya, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie saat dihubungi, Ahad (4/8/2013).

Bom berdaya ledak rendah meledak di Vihara Ekayana, Duri Kepa, Tanjung Duren Barat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ekayana Buddhist Centre adalah sebuah vihara umat Buddha yang terletak di Jalan Mangga II/8 RT08/RW08, Duri Kepa, Tanjung Duren Barat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ada ledakan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Ahad (4/8/2013) malam. Bom tersebut meledak di dua tempat terpisah. Ledakan bom pertama itu terjadi pukul 19.00 WIB dan diduga berasal dari bom yang dipasang di depan pintu masuk kebaktian Vihara Ekayana. Ledakan bom yang kedua kali terjadi pukul 20.00 WIB di pintu masuk bagian sebelah dalam Vihara Ekayana. Bom itu berisi serpihan besi dan gotri.

Kabareskrim Mabes Polri yang aktif sejak 6 Juli 2011, Komjen Pol. Drs. Sutarman, M.Hum. meninjau langsung lokasi ledakan bom di Vihara Ekayana Graha, Jl. Mangga II/8, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam pantauannya, mantan ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid, Komjen Pol. Sutarman menyayangkan minimnya penjagaan di vihara tersebut. “Saya lihat di sini tidak ada penjagaan,” tutur mantan Kapolwiltabes Surabaya, Komjen Pol. Sutarman di lokasi kejadian, Jl. Mangga II/8, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (4/8/2013). Mantan Kapolda Kepri, Komjen Pol. Sutarman menegaskan, ke depan penjagaan di lokasi rumah ibadah harus diperketat. “Terlebih rumah ibadah yang ramai dikunjungi warga,” tukas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut yang menjabat sejak 7 Oktober 2010 hingga 6 Juli 2011. “Iya, saya imbau agar objek vital seperti ini juga dijaga, ini kan siapa saja bisa masuk,” tambah mantan Kapolda Jabar itu yang menjabat sejak 23 Juni 2010 hingga 4 Oktober 2010, Komjen Pol. Sutarman.

Mantan Kaselapa Lemdiklat Polri, Komjen. Pol. Drs. Sutarman, M.Hum. sendiri mengakui dirinya pernah ditugaskan untuk menjaga wilayah tersebut. Menurut Jenderal Polisi bintang tiga almamater Akpol 1981 yang kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini, kondisi vihara tersebut memang selalu ramai di akhir pekan. “Di sini kalau minggu ramai sekali, saya pernah ngepos di sini soalnya,” imbuh pengganti Kabareskrim terdahulu, Komjen Pol. Ito Sumardi Ds.

Ketika bom pertama meledak sekitar pukul 19.01 WIB, di Ruang Dharma Sala bertembok kaca yang berukuran sekitar 30x10 meter itu, sekitar 300 jemaat yang memadati Ruang Dharma Sala sedang mengikuti ceramah Suhu Bhadramurti bertema ‘berkah Tuhan’. Saat kejadian umat Budha tengah beraktivitas di vihara tersebut, lantaran sebelum ledakan terjadi, Vihara Ekayana tersebut tepat pukul 17.30 WIB berlangsung acara sembahyang oleh umat Budha di Ruang Dharma Sala. Menurut Suhu Bhadramurti, biasanya ibadah pada Hari Minggu sore berakhir pukul 19.00 WIB. Namun, kebetulan Minggu (4/8/2013) kemarin ada acara pengumpulan dana untuk biksu. Ritual ibadah pun tak selesai seperti biasanya.

Sekitar pukul 19.01 WIB, para umat Budha dikejutkan ledakan mirip petasan dari arah depan pintu masuk Dharma Sala. Pintu kaca itu tak bisa menahan suara ledakan benda yang diletakkan di belakang patung Budha Maitreya yang posisinya membelakangi pintu masuk Dharma Sala. Beberapa saat kemudian asap putih mengepul dari benda itu. Sebagian jemaat segera merangsek ke depan karena panik, dan hampir saling dorong. Jemaat pria mencoba mengecek benda mencurigakan yang ternyata terbungkus plastik hitam. Barang itu pun langsung digotong ke luar gedung Vihara, lalu dicelupkan ke ember berisi air. Suhu Bhadramurti menjelaskan, rangkaian bom yang dibawa jemaatnya ke ember air dibungkus plastik hitam, setelah dibongkar terlihat panci perak. Selang beberapa saat kemudian terjadi ledakan kedua. Kali ini ledakan itu terjadi di rak sepatu, tepat di samping pintu masuk gedung utama Vihara Ekayana. Jarak antara lokasi ledakan pertama dan kedua tak sampai 10 meter. Ledakan kali ini makin membuat cemas umat.

Ledakan bom dua kali yang terjadi di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk, Jakarta Barat mirip bom panci Polsek Rajapolah, Jawa Barat pada 20 Juli 2013 silam, tak sampai merenggut korban, hanya tiga orang yang mengalami luka akibat insiden ini dan kini dirawat di rumah sakit. Akibat ledakan dan lontaran gotri dari peledak tersebut, tiga orang yang terluka itu adalah Elisa (29 tahun) yang menderita luka di telinga, Sumeti/Ling Ling (26 tahun) mengalami luka pada telinga dan hanya jemaat perempuan Rice (19 tahun) yang menuju toilet terluka lecet ringan di tangan kanan dan betis kanan akibat terkena serpihan material saat ledakan. Dari Dharma Sala menuju toilet harus melewati pintu utama, di mana terdapat rak sepatu yang digunakan bomber menempatkan rangkaian bomnya. Efek ledakan bertambah karena di dalam bom juga disertakan benda-benda yang berbahaya. Kendati demikian Suhu Bhadramurti meyakinkan, Rice hanya lecet. “Sembuh setelah diberi obat merah dan betadine. Aktivitasnya tak terganggu, bahkan dia sudah pergi ke Bandung, Jawa Barat untuk ikut kegiatan keagamaan,” tutur Suhu Bhadramurti di Vihara Ekayana, Jakarta, Senin (5/8/2013).

Sang Suhu menegaskan, dua ledakan bom bunyinya mirip petasan yang kerap diledakkan di vihara untuk perayaan tertentu. “Bedanya ledakan kemarin sedikit lebih keras,” terang Suhu Bhadramurti di Vihara Ekayana, Jakarta, Senin (5/8/2013). Mencegah kepanikan umatnya, suhu yang baru berusia 28 tahun itu minta umatnya tetap tenang. Alasannya, ibadah belum selesai. Suhu Bhadramurti yang memimpin kebaktian meyakinkan umat tetap menyelesaikan ibadah, meski bom mengguncang. Suhu yang baru setahun tugas di Vihara Ekayana ini akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Begitu selesai kebaktian, jemaatnya diarahkan keluar melalui pintu samping ruang Dharma Sala, menghindari pintu utama, tempat bom meledak. Umat Budha kemudian berkumpul di tempat parkir.

Kepala Vihara Ekayana, Bikhu Arya Maitri mengungkapkan, kamera CCTV Vihara merekam seorang pria berusia di bawah 30 tahun, berkulit putih, menggunakan baju putih dan tas selempang. Bikhu Arya Maitri meyakini laki-laki itu sebagai pelaku teror, karena pria tersebut yang bawa bungkusan hitam. Dari rekaman CCTV, sang bomber tersebut terdeteksi datang pukul 18.53 WIB. Bomber terekam hendak meletakkan bungkusan di rak sepatu, namun saat sejumlah umat mendekati rak untuk meletakkan atau mengambil sepatu, sang pelaku menjauh. Saat kawasan rak sepi, pelaku teror langsung meletakkan bungkusannya. Setelah itu, sang bomber masuk lebih dalam ke Vihara Ekayana mendekati Dharma Sala. Di belakang patung Budha Maitreya yang membelakangi pintu masuk, sang pelaku teror letakkan rangkaian bom lagi. Selama dalam Vihara, sang bomber berlaku sopan, bahkan hingga melakukan anjali, yakni mengatupkan telapak tangan di depan dada sembari membungkuk. “Seakan-akan seperti umat Budha sendiri, seperti umat Vihara, karena kalau dilihat di CCTV kelihatannya cukup sopan,” tutur Bikhu Arya Maitri. Begitu bomnya meledak, pria misterius itu keluar dan kabur menggunakan sepeda motor. (tri/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.183.084 Since: 05.03.13 | 0.222 sec