Internasional

Presiden Amerika Serikat Adakan Buka Puasa Di Gedung Putih

Wednesday, 24 Juni 2015 | View : 634

WASHINGTON DC.-SBN.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44, Barack Hussein Obama II atau lebih dikenal dengan nama Barack Obama mengatakan bahwa bangsa Amerika bersatu menolak segala kekerasan berbau agama atau etnis di bulan suci Ramadan.

Kalimat tersebut disampaikan Presiden yang menduduki kursinya sejak 20 Januari 2009 tersebut, Barack Obama ketika membuka tradisi buka puasa bersama di Gedung Putih bersama komunitas muslim Amerika, Senin (22/6/2015).

"Kami tegaskan bahwa apapun iman kita, kita semua satu keluarga," ucap alumnus Harvard Law School (1988-1991) dan Columbia University ini, Barack Obama di ruang makan makan di depan 40 anggota komunitas diplomatik dan beberapa anggota Kongres.

Pada jamuan buka puasa bersama tersebut, mantan Senator Illinois pada 3 Januari 2005-16 November 2008, Barack Obama mengundang tamu-tamu belia termasuk Samantha Elauf, yang gugatannya dimenangkan oleh Mahkamah Agung karena memempertahankan haknya memakai jilbab.

Pada 2008, Samantha Elauf berusia 17 tahun. Ketika itu dalam sebuah wawancara, dia menolak menanggalkan jilbabnya sebagai syarat bekerja di toko mainan anak-anak Abercrombie Kids di Tulsa, Oklahoma.

"Dia tetap mempertahankan haknya mengenakan jilbab guna mendapatkan kesempatan yang sama dengan setiap orang," kata pria beristrikan Michelle yang dinikahinya pada tahun 1992 ini, Barack Obama. "Dia pergi ke Mahkamah Agung dan memenangkan gugatannya," tambah mantan anggota Senat Illinois dari 13th district pada 8 Januari 1997-4 November 2004.

Pria yang lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawaii ini, Barack Obama pada sambutannya juga berbicara tentang tiga pemuda muslim yang dibunuh pada 10 Februari 2015 di Chapel Hill, North Carolina serta serangan terhadap sembilan jemaat Gereja di Charleston, South Carolina, pekan lalu. (alarabiya)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.901.583 Since: 05.03.13 | 0.1887 sec