Hukum

Vonis Anas Urbaningrum Diperberat

JAKARTA-SBN.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dihukum 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta pada September 2014 terkait proyek Hambalang. Pada 4 Februari 2015, hukumannya diperingan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menjadi 7 tahun penjara. Majelis banding juga mengembalikan barang bukti berupa tanah di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Tanah itu, pada vonis di PN Tipikor Jakarta dinyatakan disita oleh Majelis Hakim.

Kasasi Anas Urbaningrum akhirnya sampai juga ke meja Hakim Agung Artidjo Alkostar. Bersama dua Hakim ad hoc Tipikor tingkat kasasi, MS Lumme dan Prof. Dr. Krisna Harahap, Anas Urbaningrum harus bisa meyakinkan Artidjo Alkostar dkk jika dirinya tidak bersalah.

"Hakim P3 (Ketua Majelis) Artidjo Alkostar," demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Senin (18/5/2015).

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, Anas Urbaningrum mengantongi nomor perkara 1261 K/PID.SUS/2015. Berkas kasasinya sampai ke meja Majelis Kasasi pada 22 April 2015. Berdasarkan pernyataan Hakim Agung Artidjo Alkostar di berbagai kesempatan, ia mengaku belum pernah sama sekali membebaskan para terdakwa kasus korupsi.

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, dari hukuman sebelumnya 7 tahun penjara.

Selain itu, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, Anas Urbaningrum juga wajib mengembalikan harta yang dikorupsinya sebesar Rp 57,5 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (8/6/2015), putusan ini baru saja diambil sekitar pukul 16.00 WIB. Duduk sebagai Ketua Majelis Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Prof. Dr. Krisna Harahap.

Selain itu, Anas Urbaningrum juga dihukum Rp 5 miliar. Jika tidak mau membayar denda tersebut maka Anas Urbaningrum mengganti dengan 16 bulan kurungan.

Hukuman Anas Urbaningrum tidak sampai di situ. Majelis juga menjatuhkan hukuman uang pengganti Rp 57,5 miliar untuk dikembalikan kepada negara. Uang Rp 57,5 miliar ini harus segera dikembalikan ke negara maksimal 1 bulan sejak putusan kasasi diucapkan. Jika tidak mau membayar uang pengganti, Anas Urbaningrum harus menambah hidup dibui selama 4 tahun penjara.

Majelis berkeyakinan Anas Urbaningrum telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UU TPPK jo Pasal 64 KUHP, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 3 ayat (1) huruf c UU Nomor 15 Tahun 2002 jo UU Nomor 25 Tahun 2003.

Dengan hukuman di atas, maka Anas Urbaningrum bisa menghuni penjara selama 19 tahun lebih, dengan perhitungan:

A. 14 Tahun penjara untuk pidana pokok.

B. 1 tahun dan 4 bulan kurungan apabila tidak mau membayar denda Rp 5 miliar.

C. 4 tahun penjara apabila Anas tidak mau membayar uang pengganti Rp 57,5 miliar.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.008.494 Since: 05.03.13 | 0.1913 sec