Internasional

Polisi Diraja Malaysia Paksa Mahathir Mohamad Turun Dari Mimbar

Saturday, 06 Juni 2015 | View : 713

KUALA LUMPUR-SBN.

Video tentang sejumlah polisi Diraja Malaysia tidak berseragam menghentikan pidato mantan Perdana Menteri negeri itu, Tun Dr. Mahathir bin Mohamad atau disingkat namanya menjadi Mahathir Mohamad, dan memaksanya turun dari panggung, beredar di dunia maya. Video tersebut memperlihatkan bahwa peristiwa itu terjadi di hadapan ratusan orang yang berada dalam sebuah ruangan yang diselenggarakan di Putra World Trade Centre gedung milik UMNO, Jumat (5/6/2015).

Situs berita Straitstimes melaporkan, pertiswa itu terjadi pada Jumat (5/6/2015 pagi.

Mantan PM Malaysia itu, Mahathir Mohamad sedianya hadir untuk acara dialog Nothing2Hide yang dijadwalkan akan mempertemukan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak dan sejumlah LSM. Acara itu membahas masalah di 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Namun, dialog dibatalkan menyusul pesan Twitter dari Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar yang mengatakan bahwa pihaknya tidak mengizinkan acara tersebut. Dalam tweet-nya pada sekitar pukul 8.50 waktu Malaysia, Jumat (5/6/2015), Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan, acara di Putra World Trade Centre itu dibatalkan demi keselamatan publik.

Mantan PM Malaysia yang memegang tampuk pimpinan selama 22 tahun itu, Mahathir Mohamad sudah terlanjur berada di tempat acara dan dia menunggu di sebuah ruang VIP, menanti acara itu dimulai. Dia lalu muncul dari ruangannya dan mendapat tepuk tangan gemuruh dari orang-orang lain yang juga telah hadir.

"Saya datang ke sini hari ini untuk berbicara tentang sesuatu yang hilang, milik kita semua," kata mantan Perdana Menteri itu. "Apakah kita telah merdeka atau kita masih terjajah?" tambah pemegang rekor terlama sebagai Perdana Menteri di Malaysia tersebut.

Sebelum pidatonya dihentikan dan ia dipaksa turun dari panggung, Mahathir Mohamad yang menghabiskan waktu karier politik sepanjang hampir 40 tahun ini mengecam pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak karena dinilai korup.

"Kenapa saya mengambil keputusan untuk tidak lagi menyokong Datuk Seri Najib (Razak) walaupun dia adalah anak Tun (Abdul) Razak yang menjadi idola saya dahulu yang menyebabkan saya dapat menjadi perdana menteri? Saya amat berutang budi kepada Tun Razak. Oleh sebab itu, saya minta supaya Seri Najib meneruskan perjuangan Tun Razak. Saya sokong Datuk Seri Najib. Namun, saya dapati, banyak dari dasar-dasarnya yang tidak membawa kebaikan kepada negara. Dia terlalu tunduk kepada Singapura, terlalu tunduk kepada Amerika. Untuk buat kereta api dalam negara sendiri pun, dia bertanya kepada Singapura....," urai mantan PM Malaysia sejak 1981 hingga 2003 tersebut, Mahathir Mohamad.

Pidato PM Malaysia ke-4 ini, Mahathir Mohamad dihentikan ketika polisi memutus tayangan di dua layar video besar yang menampilkan wajah mantan Perdana Menteri itu. Sejumlah besar petugas polisi Diraja Malaysia tidak berseragam juga naik ke panggung untuk menghentikannya. Pendukungnya di ruangan itu berteriak "Tidak", "Hidup Tun!", "Hidup Tun!", "Hidup Tun!", dan "Hidup Dr Mahathir".

Setelah pidatonya selama 10 menit dihentikan, pria berusia 89 tahun itu duduk di panggung dan berbicara kepada pers tanpa mikrofon.

Najib Razak dan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) menghadapi kritik karena utang yang dikatakan telah dibuat badan investasi itu.

Pria kelahiran Alor Setar, Malaysia ini Mahathir Mohamad telah mempertanyakan rencana restrukturisasi yang diajukan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dengan hutang sebesar RM 42 miliar atau setara dengan US$ 15 miliar. Dia mengatakan, langkah tersebut hanya akan memberikan kontrol dari perusahaan itu kepada International Petroleum Investment Company (IPIC) yang berbasis di Abu Dhabi, United Arab Emirates (UAE).

"Ada terlalu banyak bukti tentang upaya menutup-nutupi dari politisi dan pegawai negeri sipil," kata pria yang lahir pada tanggal 10 Juli 1925 silam dalam posting-an di blog-nya, chedet.cc. (straitstimes)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.195 Since: 05.03.13 | 0.1722 sec