Ekonomi

Malaysia Airlines Bangkrut

Monday, 01 Juni 2015 | View : 753

KUALA LUMPUR-SBN.

Malaysia Airlines secara "teknis bangkrut" kata pimpinannya saat mengumumkan program restrukturisasi dan rencana pemberhentian 6.000 karyawan. Maskapai penerbangan nasional Malaysia Airlines, mulai hari ini Senin (1/6/2015) mengirimkan surat pemecatan kepada 20.000 karyawannya. Pemecatan kepada ribuan stafnya tersebut akibat dari kebangkrutan yang terjadi.

Pengumuman disampaikan setelah bencana kecelakaan di udara yang memaksa dilakukannya nasionalisasi tahun lalu. Selama setahun terakhir maskapai asal Malaysia itu mengalami serangkaian musibah dari mulai MH370 yang hilang hingga MH17 yang ditembak jatuh.

"Beberapa staf sudah menerima surat penghentian dan penawaran kerja, namun tidak semua ditawarkan kerja di posisi yang sama saat di Malaysia Airlines," ujar salah satu sumber seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (1/6/2015).

Kondisi maskapai Malaysia Airlines memang sudah terpuruk dalam hal keuangan. Perusahaan belum pernah mencatatkan keuntungan sejak 2008 silam. Dalam pengumuman pendapatan terbarunya sebagai perusahaan publik, maskapai ini mencatat kerugian per kuartal terbesar sejak akhir 2011 dengan mulai turunnya jumlah penumpang dan pendapat menurun lebih tajam setelah tragedi dengan dua pesawatnya. Dalam tiga tahun terakhir hingga 2013, kerugian kumulatif perusahaan mencapai US$ 1,3 miliar. Kemudian hilangnya pesawat MH370 dan jatuhnya pesawat MH17 memperparah kondisi keuangan perusahaan.

Kondisi keuangan yang buruk membuat Malaysia Airlines harus ditarik dari pasar saham. Perusahaan saat ini diambil alih oleh lembaga keuangan Khazanah Nasional Berhad yang langsung menganggarkan US$ 1,8 miliar untuk perombakan atau restrukturisasi maskapai itu.

Selain itu, perusahaan juga merekrut pejabat profesional seperti Christop Mueller. Dia adalah mantan CEO maskapai Aer Lingus yang dianggap sukses membawa maskapai asal Irlandia itu melalui masa-masa krisis.

Sebelum bergabung dengan maskapai Malaysia ini, CEO 52 tahun dari Jerman ini sukses merestrukturisasi maskapai Aer Lingus yang disponsori Pemerintah Irlandia, dan menjadi pelopor bagi perombakan di Lufthansa. Eksekutif ini mengatakan kepada Reuters ia ingin merampingkan jaringan dan armada Malaysia Airlines, dan berfokus pada mengurangi ongkos operasional.

Christoph Mueller memiliki catatan bagus dalam hal membenahi kondisi kesehatan sebuah maskapai penerbangan. Sebelumnya, Christoph Mueller sukses menangani maskapai penerbangan Aer Lingus dari Irlandia dan Sabena dari Belgia. Christoph Mueller pernah melakukan hal yang sama saat menyelamatkan maskapai Aer Lingus Irlandia dan Sabena milik perusahaan Belgia. Di kedua maskapai itu, Christoph Mueller juga banyak memangkas tenaga kerja sehingga dia mendapat julukan "The Terminator". Dia mendapatkan julukan "The Terminator" karena melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK besar-besaran di dua perusahaan itu.

Senin (1/6/2015), CEO baru Malaysia Airlines, Christoph Mueller mengatakan, maskapai penerbangan ini "secara teknis sudah bangkrut". Kepala Eksekutif Malayasia Airlines Christoph Mueller mengatakan secara teknis ia mengaku perusahaannya telah bangkrut, menjabarkan rencana restrukturisasinya dengan memangkas sepertiga jumlah total karyawan, menghapus rute-rute internasional dan meninjau kembali armada jarak jauhnya. "Secara teknis, kami telah bangkrut, dan kondisi penurunan performa (kinerja) ini sudah dimulai jauh sebelum dua kejadian-kejadian (peristiwa) insiden tragis (kecelakaan pesawat Malaysia Airlines) terjadi pada tahun 2014," ungkap Christoph Mueller kepada wartawan pada sebuah konferensi pers, mengacu dan merujuk pada dua musibah tragedi besar yang mengguncang dan menimpa maskapai Malaysia Airlines itu tahun lalu, seperti dilansir BBC News, Senin (1/6/2015).

Malaysia Airlines hanya menang nama tapi keropos di dalam. Pernyataan itu disampaikan Christoph Mueller saat menyampaikan rencananya membenahi maskapai yang sedang jatuh itu.

Hal ini diakui pimpinan baru maskapai ini, Christoph Mueller, saat menguraikan rencana perombakan untuk menyelamatkan maskapai yang dirundung musibah sepanjang tahun lalu itu.

Hal ini dia sampaikan setelah mengumumkan program restrukturisasi dan berencana memecat sekitar enam ribu pegawainya. Pemutusan hubungan kerja besar-besaran adalah langkah pertama yang diambilnya. Kebangkrutan ini menyusul dua bencana udara yang menimpa armadanya pada akhir tahun lalu.

Christoph Mueller berbicara di depan publik untuk pertama kalinya sebagai CEO sejak direkrut bulan lalu oleh pemilik maskapai, Khazanah Nasional atau lembaga investasi Pemerintah Malaysia. Khazanah Nasional, yang semula adalah pemilik mayoritas, melakukan privatisasi terhadap maskapai ini sebagai bagian dari rencana senilai 6 miliar ringgit atau setara dengan Rp 21,5 triliun untuk membawa maskapai ini kembali mencetak profit dalam waktu tiga tahun.

Maskapai ini mengatakan Senin (1/6/2015), nama badan hukum barunya adalah Malaysia Airlines Bhd (MAB), menggantikan badan sebelumnya Malaysian Airline System Bhd (MAS), dengan Christoph Mueller menjanjikan rebranding perusahaan sepenuhnya di masa depan. Maskapai ini juga mengungkap rencana memangkas 6.000 pekerjaan, mengurangi jumlah karyawan menjadi 14.000, sudah mulai diimplementasikan.

Namun, pemecatan ini tak seburuk yang dibayangkan. Sekitar dua per tiga dari 20.000 karyawan tersebut akan menerima surat untuk bekerja di maskapai mereka yang baru. Maskapai belum bernama ini akan mulai beroperasi September mendatang.

Di bawah kendali Christoph Mueller, Malaysia Airlines mengambil langkah besar pertamanya dengan memangkas 6.000 posisi di perusahaan itu. Manajemen perusahaan mengirimkan surat pemutusan dan penghentian hubungan kerja bagi untuk sekitar 20.000 karyawannya. Tetapi berbarengan dengan itu, disusul dengan mereka menawarkan kontrak baru kepada 14.000 orang di antara para karyawan itu. Maskapai tersebut mengatakan mereka "menawarkan pekerjaan" kepada 14.000 dari 20.000 pekerjanya.

Tindakan ini sudah diperkirakan sebelumnya, setelah diangkatnya pemimpin baru Christoph Mueller pada bulan Mei.

Maskapai berjalan normal dan tidak satu pun jalur penerbangan terpengaruh.

Selain itu, Christoph Mueller juga meyampaikan Malaysia Airlines akan melakukan rebranding atau pelabelan ulang maskapai tersebut pada 1 September mendatang. Ia memprediksi akan ada perubahan nama maskapai yang sekarang sedang dirinya pimpin itu.

Di bawah kendali Christoph Mueller, rencana untuk membenahi Malaysia Airlines akan dimulai pada 1 September mendatang dengan memperkenalkan merek baru. Diharapkan, publik perlahan-lahan bisa melupakan citra tragis pasca-dua kecelakaan maut tahun lalu.

Proses rebranding dilakukan karena Christoph Mueller yakin, di beberapa tempat, nama Malaysia Airlines telah rusak citranya. Namun terkait perubahan nama atau bahkan logo, Christoph Mueller berjanji akan mengumumkan lagi hal itu.

Di bawah Christoph Mueller, Malaysia Airlines akan dibangun dengan citra baru untuk melepaskan stigma dari musibah 2014. Kini mereka memasang peranti yang memudahkan pelacakan pesawat mereka. 

Christoph Mueller mengatakan, dia pada tahun ini berencana menghentikan "pendarahan" Malaysia Airlines, menstabilkan bisnis pada tahun depan, dan mulai meningkatkan bisnis pada 2017.

Dalam restrukturisasi, maskapai ini juga akan memotong rute yang tidak menguntungkan. Selain memangkas jumlah karyawan, Malaysia Airlines juga akan menghapus sejumlah rute jarak jauh yang tak menguntungkan.

"Kami akan tetap menjadi maskapai internasional dengan layanan penuh menghubungkan benua," ujar Christoph Mueller, menambahkan bahwa walaupun beberapa rute internasional akan dihapus, tidak ada rencana untuk mengubah Malaysia Airlines menjadi maskapai regional. Christoph Mueller juga mengatakan tidak ada pemotongan bagi jaringan domestiknya.

Termasuk dalam pemotongan adalah pengurangan ukuran pesawat dan frekuensi penerbangan pada rute-rute tertentu, dan pada sebagian kasus menghapus sebagian rute sama sekali, menurut Christoph Mueller. Namun, Christoph Mueller belum akan mengumumkan rincian rencana ini demi alasan kompetitif.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Malaysia Airlines ini akan meninjau kembali armada 13 pesawat Boeing Co 777-200ER yang dipakai dalam rute jarak jauhnya, sementara maskapai ini mencari pembeli bagi dua dari enam pesawat Airbus A380 yang beroperasi dalam penerbangan dengan tujuan seperti London. Malaysia Airlines berencana untuk mempertahankan armada lainnya.

Perdana Menteri Najib Razak mengatakan pada Minggu (31/5/2015), Malaysia tetap berkomitmen untuk mencari pesawat MH370 yang menghilang tanpa jejak setahun lalu. Pencarian MH370 adalah operasi pencarian paling mahal dalam sejarah. Australia, China, dan Malaysia telah bersepakat menggandakan area pencarian jika reruntuhan tidak ditemukan di daerah sasaran saat ini.

Pada bulan Maret tahun 2014 lalu, penerbangan pesawat Malaysia Airlines dengan kode nomor penerbangan MH370 hilang dalam penerbangan dan tidak tidak berhasil ditemukan dengan 239 penumpang beserta awak kapal yang berada di dalam pesawat tersebut diyakini telah tewas dalam insiden tersebut. Pesawat masih dinyatakan hilang dan hingga kini menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah aviasi.

Empat bulan kemudian, Juli tahun 2014 lalu, penerbangan maskapai Malaysia Airline lainnya, yaitu MH17, ditembak jatuh setelah terkena peluru kendali darat ke udara oleh kelompok tak dikenal saat di atas wilayah angkasa Ukraina bagian Timur yang dikuasai pemberontak akibat konflik Ukraina dengan Rusia. Dalam kejadian ditembak rudal tersebut, sebanyak 298 orang penumpang bersama awak pesawat di dalamnya juga dilaporkan tewas.

Dua kecelakaan ini menjadi pukulan terakhir terhadap bisnis yang memang sudah bermasalah.

Malaysia Airlines dilaporkan merugi dalam beberapa tahun terakhir karena ketatnya persaingan di dalam negeri. Maskapai ini sudah menderita kerugian bertahun-tahun akibat kalah berkompetisi dengan para pesaing regional, dan makin terpuruk setelah dua tragedi yang melanda maskapai ini tahun 2014 lalu. (bbc/afp/channelnewsasia/reuters/jos)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.651.069 Since: 05.03.13 | 0.1573 sec