Hukum

Kericuhan Di MoI, FBR Bantah Memalak

Saturday, 30 Mei 2015 | View : 739

JAKARTA-SBN.

Ratusan batu berserakan di halaman parkir Mall of Indonesia (MoI), Jl. Raya Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015).

Batu-batu tersebut berasal dari kericuhan antara massa yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) dengan pihak keamanan Mall of Indonesia (MoI). Keributan di Mall of Indonesia (MoI) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, antara anggota ormas Forum Betawi Rempung (FBR) dan pihak sekuriti MoI pecah pada Jumat (29/5/2015) pk 15.00 WIB sore. Ukuran batu tersebut beragam, mulai dari segenggam tangan hingga berukuran satu batu bata. Batu-batu tersebut berasal dari kerumunan massa FBR. Massa yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) merangsek masuk hingga ke dalam halaman parkir sambil melempar batu.

Ratusan orang dari organisasi masyarakat (ormas) melakukan serangan secara sporadis terhadap sekuriti Mall of Indonesia, Kompleks Ruko Apartemen City Home, Jl. Raya Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sore. Ratusan orang dari FBR merangsek masuk ke dalam MoI sambil melempar batu-batu ke arah sekuriti hingga menyerang satpam Mall of Indonesia (MoI) dengan senjata tajam.

Ketua Umum FBR yang juga Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR), K.H. Lutfi Hakim, M.A. mengatakan, penyebabnya adalah pengeroyokan yang disebutnya dilakukan oleh 15 sekuriti MoI terhadap seorang anggota FBR, Kamis (28/5/2015) malam.

Kasus itu sudah dilaporkan FBR ke Polsek Metro Kelapa Gading. Namun, sebut K.H. Lutfi Hakim, pelaku pengeroyokan anak buahnya belum diserahkan ke polisi. Maka dari itu, sekitar 300 anak buahnya mendatangi MoI untuk melakukan aksi damai, dan meminta pelakunya diserahkan ke polisi. Namun, ia menyebut hal itu tidak disikapi dengan baik oleh pihak sekuriti MoI. "Bukannya diserahkan, malah disikapi arogan," ketus K.H. Lutfi Hakim, saat dihubungi awak media, Jumat (29/5/2015) malam.

Akibatnya, lanjut K.H. Lutfi Hakim, kericuhan pun terjadi. K.H. Lutfi Hakim belum bisa memperoleh kejelasan mengenai pemicu kericuhan di lapangan. Ia pun belum dapat menyebutkan, apa yang menjadi penyebab pengeroyokan anggotanya pada Kamis (28/5/2015) malam. Namun, ia berharap agar pihak sekuriti MoI menyerahkan pelaku pengeroyokan anggotanya kepada polisi. "Mudah-mudahan pengelola satpam-nya punya iktikad baik untuk menyerahkan pelakunya supaya lebih baik," cetus K.H. Lutfi Hakim.

Ketua Koordinator Wilayah Forum Betawi Rempug (FBR) Haji Hadi membenarkan, aksi ricuh yang terjadi di Mall of Indonesia, Ruko Apartemen City Homes, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) petang dilakukan oleh anggotanya.

Hal itu dilakukan karena buntut kekesalan kepada pihak sekuriti yang disebut melakukan pemukulan kepada anggotanya. Haji Hadi mengatakan, aksi tersebut merupakan buntut kekesalan FBR terhadap sekuriti Mall of Indonesia (MoI) yang melakukan aksi pemukulan terhadap anggotanya, Kamis (28/5/2015) malam.

Haji Hadi mengatakan, kejadian itu dipicu lantaran salah satu anggotanya bernama Iwan Setiawan dikeroyok oleh sekelompok sekuriti pada Kamis (28/5/2015) malam kemarin.

Namun, Haji Hadi membenarkan bahwa massa dari aksi penyerangan tersebut merupakan massa dari FBR. Ketua FBR wilayah Jakarta Utara, Haji Hadi membenarkan bila keributan yang terjadi di halaman Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, adalah anak buahnya. "Ya benar itu anggota saya," kata Haji Hadi. "Itu memang anggota-anggota saya. Itu korwil-korwil Jakarta Utara yang menyerang MoI," sambung Haji Hadi, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

"Jadi anggota saya namanya Iwan dia itu Koordinator Wilayah, dikeroyok oleh sekitar 7 orang sekuriti semalam. Dipukuli sampai babak belur, sekarang masih di rumah sakit orangnya," imbuh Haji Hadi saat dihubungi awak media, Jumat (29/5/2015).

Awalnya, sambung Haji Hadi, anggotanya yang berinisial I (Iwan Setiawan) bersama tiga teman lainnya sedang berjalan-jalan menggunakan mobil ke kawasan MoI. Saat itu, mereka hendak membeli nasi goreng.

Ketua Korwil Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Utara Haji Hadi membantah jika ada pemalakan dari pihak FBR ke sekuriti. Dia menampik bahwa aksi dari anggotanya merupakan bentuk pemalakan. Ia menyebut, hal tersebut wajar dilakukan oleh FBR. "Kan kami cuman nanya. Kagak malak sama sekali," tandas Haji Hadi.

Haji Hadi menyebut saat itu anggotanya hanya bertanya tentang pemasangan reklame di depan MoI. Haji Hadi membantah jika, keributan semalam yang terjadi antara Iwan dan anggota sekuriti karena meminta jatah preman untuk mengamankan daerah MoI. Menurutnya, pada malam itu Iwan Setiawan hanya menanyakan kepada sekuriti bahwa ada reklame baru yang dipasang tanpa ada koordinasi dengan FBR.

"Enggak sengaja, melihat reklame iklan. Ya kan kami sebagai FBR nanyalah, itu reklame siapa. Apa-apa kan koordinasi dulu dong ke kami," tukas Haji Hadi.

"Enggak benar itu kita minta uang roko uang preman. Jadi anggota saya itu si Iwan, malam-malam lihat ada reklame dipasang. Terus dia nanya ini masang-masang reklame udah koordinasi belum. Tiba-tiba, sekuriti datengin Iwan, terus terjadi perdebatan sehingga Iwan itu dikeroyok saat malam itu," jelas Haji Hadi lagi.

Iwan Setiawan kemudian turun dan bertanya ke salah satu sekuriti MoI. Salah satu sekuriti pun tampak tak senang dengan aksi Iwan Setiawan.

"Mereka pada ngobrol. Enggak tahu kenapa, ujung-berujung ribut dah tuh. Nah ni sekuriti lain ngehubungin teman lainnya. Turun dah tuh delapan sekuriti bawa balok," ucap Haji Hadi.

Melihat aksi tersebut, teman-teman Iwan Setiawan pun merasa tidak terima. "Akhirnya, I dibawa ke rumah di Jalan Kampung Mangga, Plumpang," kata Haji Hadi.

Haji Hadi mengatakan bahwa polisi harus menangkap pelaku pemukulan terhadap Iwan Setiawan. Hal ini untuk mengantisipasi serangan selanjutnya.

"Polisi harus cari tahu siapa pelakunya. Kalau kagak, kami serang balik MoI. Harus ada itu pelakunya," tandas Haji Hadi.

Haji Hadi melanjutkan, tak terima anggotanya dihajar oleh para sekuriti tersebut, rekan-rekan FBR lainnya lalu sepakat untuk melakukan penyerangan balik terhadap sekuriti Mall of Indonesia.

"Pukul 8 saya nerima laporan dari anggota FBR lainnya. Sore ini mereka menyerang, minta pertanggungjawaban," ucap Haji Hadi.

Melihat kondisi Iwan Setiawan menjadi korban, teman-teman FBR pun tak terima. Mereka kemudian mendiskusikan rencana aksi lanjutan.

"Saya tanya ke anak-anak, maunya gimana. Nah, kata anak-anak, balas balik. Ya kami balas. Sebelum balas, kami lapor dulu ke Polsek Kelapa Gading kalau ada pengurus kami digebukin," tukas Haji Hadi.

Haji Hadi mengatakan, dengan adanya peristiwa ini dia menuntut pihak Mall of Indonesia untuk bertanggungjawab membiayai pengobatan terhadap Iwan Setiawan yang kini telah dirawat di Rumah Sakit.

"Kami sebenarnya hanya minta tanggung jawab saja. Supaya si Iwan diobatin. Bukan niat cari-cari ribut," pungkas Haji Hadi.

Sebelum kericuhan terjadi di Mall of Indonesia (MoI) antara organisasi masyarakat dan sekuriti mal, keduanya sempat berseteru terlebih dahulu, Kamis (28/5/2015) kemarin malam. Pertikaian tersebut akibat ada salah seorang anggota ormas yang diduga meminta uang ke pihak sekuriti MoI. "Jadi, dia minta jatah ke sekuriti terkait pemasangan spanduk dan umbul-umbul di depan," ungkap Komandan Satuan Sekuriti MoI, Syamsudin, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015).

Syamsudin mengatakan, saat itu sekuriti tidak memiliki uang sehingga tidak bisa memberikan jatah kepada anggota ormas FBR tersebut. "Nah, di situ ada ribut-ributnya," beber Syamsudin. (kom/jos)

See Also

KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.872.425 Since: 05.03.13 | 0.1459 sec