Hukum

Keributan 2 Kelompok Pecah Di Sekitar MoI Kelapa Gading

Friday, 29 Mei 2015 | View : 2798

JAKARTA-SBN.

Keributan antar kelompok pecah di sekitar kawasan Mall of Indonesia (MoI), Jl. Raya Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sore. Dua kelompok terlibat tawuran di sekitar Mall of Indonesia (MoI), Jl. Raya Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kedua kelompok ini terlibat perang batu dan juga saling kejar di kawasan pusat perbelanjaan ini. Para anggota ormas ini sempat terlibat kejar-kejaran di luar pusat perbelanjaan ini.

Jumlah yang ribut cukup banyak, ada puluhan orang yang terlihat keributan.

Kelompok ini sempat berkumpul di sekitar pusat perbelanjaan ini.

Mereka saling timpuk batu dan juga baku pukul di kawasan ini. Beberapa orang terluka akibat kena timpuk batu.

Kemudian toko-toko di kawasan ini juga banyak yang menutup gerainya karena keributan ini.

Puncak keributannya sekitar pukul 15.00 WIB. Ratusan orang dari organisasi masyarakat mengacak-acak halaman Mall of Indonesia (MoI), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun sekitar pukul 15.30 WIB kedua kelompok yang bertikai ini membubarkan diri.

Keributan diawali ketika salah seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR), Iwan Setiawan, dipukul oleh sekuriti Mall of Indonesia (MoI), Jumat (29/5/2015) dini hari. Ia dipukul saat sedang bertanya-tanya mengenai pemasangan reklame.

Buntut dari aksi pemukulan tersebut, ratusan anggota FBR menyerbu MoI. Ratusan orang dari organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) menyerang satpam Mall of Indonesia (MoI), Jumat (29/5/2015). Ratusan massa tersebut masuk ke dalam MoI sambil melemparkan batu ke arah sekuriti. Ormas FBR langsung menyerang pihak sekuriti MoI dengan senjata tajam dan batu.

Polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga mengimbau agar sekuriti tidak melawan. Satpam MoI cuma menahan, pakai tongkat rotan, enggak mukul.

Ratusan massa Forum Betawi Rempug (FBR) merusak sejumlah mobil yang terparkir di tempat tersebut. Berdasarkan pantauan awak media, aksi kericuhan tersebut mengakibatkan beberapa kaca mobil retak. Salah satu kaca samping mobil berwarna putih tampak retak.

Lima loket parkir MoI juga menjadi sasaran dari amukan massa. Kaca loket parkir juga pecah. Selain itu, CCTV yang terpasang di dekat loket parkir juga menjadi sasaran massa FBR.

Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Polisi (Kompol) Sutriyono membenarkan aksi perseteruan antara FBR dan sekuriti MoI.

Sebelum aksi ricuh di MoI sore ini, polisi berusaha mendamaikan kedua belah pihak. Saat kericuhan, polisi sedang melakukan mediasi antara kedua belah pihak. "Kita lagi mau melakukan negosiasi damai antara FBR wilayah Koja dan Cilincing dengan pihak sekuriti terkait masalah keributan tadi malam," kata Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Polisi (Kompol) Sutriyono di Ruko Apartemen City Home, MOI, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) siang.

Menurut Kapolsek Kepala Gading Komisaris Polisi (Kompol) Sutriyono, massa tersebut mengaku dari Forum Betawi Rempug (FBR). "Itu massa FBR. Mereka langsung menyerang lima loket dan petugas di dalamnya," ungkap Kompol Sutriyono, Jumat (29/5/2015) sore.

Namun, urai Kompol Sutriyono, tiba-tiba datang massa anggota FBR lainnya dari wilayah Pademangan dan Tanjung Priok. Massa tersebut langsung menyerang sekuriti MoI yang berada di lokasi. "Tiba-tiba datang massa FBR dari wilayah Pademangan dan Tanjung Priok langsung nyerang," jelas Kompol Sutriyono.

Kompol Sutriyono mengatakan pihaknya saat itu juga tengah melakukan penjagaan di sekitaran MoI. Aksi itu akhirnya bisa dilerai oleh anggota polisi yang berada di TKP.

Saat kejadian pengunjung MoI Kelapa Gading tak boleh keluar dari dalam gedung pusat perbelanjaan ini. Kericuhan tersebut sempat membuat panik pengunjung dan kemacetan di Kelapa Gading. Melihat kejadian tersebut, pengunjung langsung berlarian. Pengunjung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Sudah ada polisi juga yang melakukan pengamanan di lokasi keributan. Berdasarkan pengamatan awak media, masih banyak petugas dari Kepolisian dan TNI yang mengamankan lokasi.

Sementara itu, massa FBR sudah bergerak menuju pulang ke arah Tanjung Priok.

Lokasi kericuhan juga belum bisa dilintasi oleh pengunjung mal. Sebab, polisi masih memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, garis polisi juga dipasang di depan parkir pintu masuk loket parkir. Hal ini digunakan untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari masyarakat.

Sampai saat ini, polisi juga masih mendalami kericuhan ini. Polisi masih mengumpulkan data terkait korban, serta pelaku dalam aksi kericuhan di MoI. Aksi tersebut juga menyebabkan beberapa korban luka-luka. Salah satunya dari pihak sekuriti, yang mendapat beberapa luka di bagian kaki akibat terkena pecahan kaca dan pukulan.

Suasana juga masih terpantau tegang. (kom/det/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.097 Since: 05.03.13 | 0.1251 sec