Hukum

Keributan 2 Kelompok Pecah Di Sekitar MoI Kelapa Gading

Friday, 29 Mei 2015 | View : 2862

JAKARTA-SBN.

Keributan antar kelompok pecah di sekitar kawasan Mall of Indonesia (MoI), Jl. Raya Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sore. Dua kelompok terlibat tawuran di sekitar Mall of Indonesia (MoI), Jl. Raya Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kedua kelompok ini terlibat perang batu dan juga saling kejar di kawasan pusat perbelanjaan ini. Para anggota ormas ini sempat terlibat kejar-kejaran di luar pusat perbelanjaan ini.

Jumlah yang ribut cukup banyak, ada puluhan orang yang terlihat keributan.

Kelompok ini sempat berkumpul di sekitar pusat perbelanjaan ini.

Mereka saling timpuk batu dan juga baku pukul di kawasan ini. Beberapa orang terluka akibat kena timpuk batu.

Kemudian toko-toko di kawasan ini juga banyak yang menutup gerainya karena keributan ini.

Puncak keributannya sekitar pukul 15.00 WIB. Ratusan orang dari organisasi masyarakat mengacak-acak halaman Mall of Indonesia (MoI), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun sekitar pukul 15.30 WIB kedua kelompok yang bertikai ini membubarkan diri.

Keributan diawali ketika salah seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR), Iwan Setiawan, dipukul oleh sekuriti Mall of Indonesia (MoI), Jumat (29/5/2015) dini hari. Ia dipukul saat sedang bertanya-tanya mengenai pemasangan reklame.

Buntut dari aksi pemukulan tersebut, ratusan anggota FBR menyerbu MoI. Ratusan orang dari organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) menyerang satpam Mall of Indonesia (MoI), Jumat (29/5/2015). Ratusan massa tersebut masuk ke dalam MoI sambil melemparkan batu ke arah sekuriti. Ormas FBR langsung menyerang pihak sekuriti MoI dengan senjata tajam dan batu.

Polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga mengimbau agar sekuriti tidak melawan. Satpam MoI cuma menahan, pakai tongkat rotan, enggak mukul.

Ratusan massa Forum Betawi Rempug (FBR) merusak sejumlah mobil yang terparkir di tempat tersebut. Berdasarkan pantauan awak media, aksi kericuhan tersebut mengakibatkan beberapa kaca mobil retak. Salah satu kaca samping mobil berwarna putih tampak retak.

Lima loket parkir MoI juga menjadi sasaran dari amukan massa. Kaca loket parkir juga pecah. Selain itu, CCTV yang terpasang di dekat loket parkir juga menjadi sasaran massa FBR.

Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Polisi (Kompol) Sutriyono membenarkan aksi perseteruan antara FBR dan sekuriti MoI.

Sebelum aksi ricuh di MoI sore ini, polisi berusaha mendamaikan kedua belah pihak. Saat kericuhan, polisi sedang melakukan mediasi antara kedua belah pihak. "Kita lagi mau melakukan negosiasi damai antara FBR wilayah Koja dan Cilincing dengan pihak sekuriti terkait masalah keributan tadi malam," kata Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Polisi (Kompol) Sutriyono di Ruko Apartemen City Home, MOI, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2015) siang.

Menurut Kapolsek Kepala Gading Komisaris Polisi (Kompol) Sutriyono, massa tersebut mengaku dari Forum Betawi Rempug (FBR). "Itu massa FBR. Mereka langsung menyerang lima loket dan petugas di dalamnya," ungkap Kompol Sutriyono, Jumat (29/5/2015) sore.

Namun, urai Kompol Sutriyono, tiba-tiba datang massa anggota FBR lainnya dari wilayah Pademangan dan Tanjung Priok. Massa tersebut langsung menyerang sekuriti MoI yang berada di lokasi. "Tiba-tiba datang massa FBR dari wilayah Pademangan dan Tanjung Priok langsung nyerang," jelas Kompol Sutriyono.

Kompol Sutriyono mengatakan pihaknya saat itu juga tengah melakukan penjagaan di sekitaran MoI. Aksi itu akhirnya bisa dilerai oleh anggota polisi yang berada di TKP.

Saat kejadian pengunjung MoI Kelapa Gading tak boleh keluar dari dalam gedung pusat perbelanjaan ini. Kericuhan tersebut sempat membuat panik pengunjung dan kemacetan di Kelapa Gading. Melihat kejadian tersebut, pengunjung langsung berlarian. Pengunjung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Sudah ada polisi juga yang melakukan pengamanan di lokasi keributan. Berdasarkan pengamatan awak media, masih banyak petugas dari Kepolisian dan TNI yang mengamankan lokasi.

Sementara itu, massa FBR sudah bergerak menuju pulang ke arah Tanjung Priok.

Lokasi kericuhan juga belum bisa dilintasi oleh pengunjung mal. Sebab, polisi masih memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, garis polisi juga dipasang di depan parkir pintu masuk loket parkir. Hal ini digunakan untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari masyarakat.

Sampai saat ini, polisi juga masih mendalami kericuhan ini. Polisi masih mengumpulkan data terkait korban, serta pelaku dalam aksi kericuhan di MoI. Aksi tersebut juga menyebabkan beberapa korban luka-luka. Salah satunya dari pihak sekuriti, yang mendapat beberapa luka di bagian kaki akibat terkena pecahan kaca dan pukulan.

Suasana juga masih terpantau tegang. (kom/det/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.902.814 Since: 05.03.13 | 0.1574 sec