Hukum

Politikus Hanura Ancam Lapor Balik Ke Polisi

Friday, 29 Mei 2015 | View : 2358

JAKARTA-SBN.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh mantan stafnya Denti Noviany Sari, karena memakai gelar doktor palsu. Pihak yang melaporkan Frans Agung Mula Putra adalah mantan stafnya di DPR RI yang telah dia pecat, Denti Noviany Sari.

Seorang staf di DPR RI, Denti Noviany Sari dengan berani melaporkan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra. Dia dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI karena diduga menggunakan gelar doktor palsu.

Selain itu, Frans Agung Mula Putra juga dilaporkan karena dengan sewenang-wenang memberhentikan dirinya sebagai staff di DPR RI.

Frans Agung Mula Putra yang dituduhkan Denti Noviany Sari memakai gelar doktor palsu juga meminta, agar Frans Agung Mula Putra memberikan penjelasan, kenapa dirinya diberhentikan secara sepihak tanpa adanya dalam pemberhentian tersebut.

Selain itu, Denti Noviany Sari juga meminta agar MKD DPR segera memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan Frans Agung Mula Putra sebagai anggota DPR RI. Pasalnya ungkap Denti Noviany Sari, agar Frans Agung Mula Putra tahu bagaimana sakitnya dipecat tanpa diberi pesangon.

"Saya ingin apa yang saya rasakan, (agar Frans) diberhentikan dan tidak dapat pesangon," tegasnya.

Denti Noviany Sari mengaku pernah disuruh membuat kartu nama Frans Agung Mula Putra dengan menggunakan gelar doktor.

Sebelum diberhentikan, Frans Agung Mula Putra pernah meminta Denti Noviany Sari untuk membuatkan kartu nama di mana di kartu nama itu tercantum gelar doktor. Padahal, itu bodong. Padahal, Frans Agung Mula Putra belum lulus pendidikan doktoral di Universitas Satyagama. Dari pihak Universitas Satyagama, menyebutkan bahwa yang bersangkutan belum selesai kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Frans Agung Mula Putra mengaku siap dipanggil MKD DPR untuk memberikan keterangan terkait gelar doktor palsu yang dipakainya.

"Saya siap memberikan keterangan dan siap dikonfrontir dengan Denti. Tapi sampai saat ini belum ada undangan dari MKD," tegas Frans Agung Mula Putra di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Denti Noviany Sari yang dalam keterangannya sebelumnya, menyebutkan bahwa Frans Agung Mula Putra pernah menyuruh dirinya untuk menaruh gelar doktor tersebut di kartu nama, juga dibantah keras oleh Frans Agung Mula Putra.

Menurut Frans Agung Mula Putra, dari dulu sampai saat ini di kartu namanya tidak pernah ada gelar doktor. Bahkan Frans Agung Mula Putra menunjukan kartu nama dirinya ke depan awak media.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Frans Agung Mula Putra juga mengungkapkan, mantan stafnya Denti Noviany Sari memiliki tiga buah KTP. Menurut Frans Agung Mula Putra, memiliki kartu identitas lebih dari satu adalah Perbuatan Melawan Hukum (PMH), dan ancamannya bisa diganjar kurungan penjara.

"Di kartu nama itu, ditulis doktor karena inisiatif dia (Denti). Memang saya masih menjalani studi pendidikan doktor. Tapi ini bisa dipidana karena pencemaran nama baik, selain itu, dia (Denti) juga punya KTP (Kartu Tanda Penduduk) ada tiga, itu juga pidana," tegasnya.

Denti Noviany Sari membantah tudingan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Frans Agung Mula Putra yang menyebut bahwa dirinya memiliki tiga Kartu Identitas Penduduk (KTP).

Menurutnya, apa yang disangkakan oleh Frans Agung Mula Putra hanya mengada-ada, lantaran Frans Agung Mula Putra tidak ingin kelihatan kalah telak sehingga mencari kesalahan yang tidak ada.

"Enggak ada saya (punya tiga KTP), itu akal-akalan dia (Frans) saja, kenapa lari ke sana," ujar Denti Noviany Sari setelah mengadukan Frans Agung Mula Putra ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Frans Agung Mula Putra menduga Denti Noviany Sari sengaja disuruh oleh oknum untuk menghancurkan kariernya. Pasalnya, Frans Agung Mula Putra berencana untuk ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Desember nanti, dengan maju sebagai bakal calon Bupati Lampung. "Saya anggap, ini politis karena saya mau nyalon‎ di salah satu Bupati di Lampung," ungkapnya.

Frans Agung Mula Putra, anggota DPR RI dari Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI karena diduga memakai gelar doktor palsu, mengancam akan melaporkan balik pelapornya ke polisi. Dia menganggap pelapor sudah melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

"Salah enggak kalau saya adukan ke polisi?" kata Frans Agung Mula Putra di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2015). (oke/kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.477 Since: 05.03.13 | 0.1432 sec