Internasional

AS Perpanjang Penutupan Kantor Diplomatiknya

Tuesday, 06 Agustus 2013 | View : 795

WASHINGTON-SBN.

Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memperpanjang penutupan kantor-kantor perwakilan dan kedutaan besarnya di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara setelah pada hari Minggu (4/8/2013) kemarin menutupnya hingga 10 Agustus mendatang. Penutupan tersebut sebagai tindakan pencegahan terhadapan ancaman gembong teroris Al Qaeda. Hal ini disampaikan para pejabat di tengah laporan intelijen terkait serangan Al Qaeda yang mungkin akan segera terjadi.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan tindakan ini diambil ‘sebagai bentuk kewaspadaan yang tinggi’ mengutip 19 kantor diplomatik yang akan ditutup hingga Sabtu (10/8/2013). “Ada 19 kantor Kedutaan Besar AS dan kantor konsulat yang ditutup sejak Sabtu (3/8). Tindakan ini sebagai bagian dari sikap kehati-hatian. Sebagian besar dari kantor-kantor kedutaan AS itu akan diperpanjang penutupannya selama sepekan karena perayaan Idul Fitri,” demikian dikatakan Kementerian Luar Negeri AS, Senin (5/8/2013).

Daftar 19 kantor Kedutaan Besar AS tersebut mencakup 15 kantor perwakilan yang sudah diperintahkan untuk tutup  pada Minggu (4/8/2013) karena kekhawatiran akan keamanan dan juga empat kantor tambahan. “Ini bukan indikasi adanya gelombang ancaman yang baru, melainkan sebuah indikasi dari komitmen kami untuk berhati-hati dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi para staf, termasuk karyawan lokal dan para pengunjung yang datang ke fasilitas kami,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki dalam sebuah pernyataan. “Setidaknya sebanyak 25 Kedutaan Besar AS dan pejabat konsulat pada awalnya diperintahkan untuk tutup pada Minggu (4/8/2013) sebagai tanggapan pada ancaman teror,” imbuh dia. Menurut seorang anggota parlemen AS, langkah ini diambil menyusul penyadapan terhadap mata-mata petinggi Al Qaeda yang memberikan isyarat serangan besar.

Kantor-kantor diplomatik yang ditutup pada Sabtu (3/8/2013) mencakup yang berada di Abu Dhabi, Amman, Kairo, Riyadh, Dhahran, Jeddah, Doha, Dubai, Kuwait, Manama, Muscat, Sanaa, Tripoli, Antananarivo, Bujumbura, Djibouti, Khartoum, Kigali, dan Port Louis.

Sementara penutupan yang baru dilakukan berlokasi di Madagaskar, Burundi, Rwanda, dan Mauritius. Kantor-kantor yang baru dibuka kembali termasuk yang berada di Afghanistan, Aljazair, Bangladesh, Mauritania, Irak, dan Israel.

Keamanan yang ketat khususnya dilakukan di ibukota Yaman, Sanaa pada Minggu (4/8/2013) di mana Inggris, Prancis, dan Jerman juga menutup kedutaan-kedutaan besar mereka setelah peringatan AS pada pekan lalu. Pasukan khusus dengan kendaraan lapis baja yang mengangkut personel pun ditempatkan di luar bangunan sebagai pos pemeriksaan polisi dan tentara yang pergi ke seluruh jalan-jalan utama kota Sanaa. Para penduduk mengatakan mereka mendengar suara pesawat tanpa awak yang terbang di atas kepala, di mana hanya bisa orang AS seperti Washington yang satu-satunya memiliki kekuatan untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak di wilayah tersebut. (rtr/afp) 

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.484.405 Since: 05.03.13 | 0.2647 sec