Hukum

M. Jamil Divonis Mati

Thursday, 28 Mei 2015 | View : 1464

PEKANBARU-SBN.

Hakim Sorta Ria Neva atau yang dikenal dengan 'dewi pencabut nyawa' dari Riau menggenapkan koleksi hukuman matinya menjadi 7 orang, di Pengadilan Negeri (PN) Siak, Provinsi Riau, Kamis (28/5/2015) siang ini. Bersama dengan Hakim anggota Alfonso dan Rudi Wibowo, Hakim Sorta Ria Neva menjatuhkan hukuman mati kepada M. Jamil, penyelundup 8 ton ganja.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Siak, Riau, Hakim Sorta Ria Neva dikenal sebagai 'dewi pencabut nyawa'.

Tercatat dalam kurun waktu 2 tahun, ia memberikan 6 vonis mati. Jumlah itu bisa bertambah karena ia sedang membacakan putusan kepada 4 gembong narkoba.

Hakim Sorta Ria Neva memang dikenal tegas dan disiplin saat menjalankan persidangan. Para terdakwa agaknya ketar ketir bila Sorta memimpin jalannya persidangan. Bagaimana tidak, wanita asal Bandung ini tidak segan-segan memberikan hukuman mati kepada terdakwa bila sesuai dengan fakta di persidangan.

"Ibu Sorta memang dikenal tegas dan disiplin. Selama dua tahun terakhir telah memberikan vonis mati terhadap 6 orang," beber Humas PN Siak, Desber Bertuah Naibaho kepada awak media, Kamis (28/5/2015).

Dalam catatan wartawan, vonis mati pertama kali dalam dua tahun terakhir dijatuhkan kepada Purwanto (27) pelaku pembunuh berencana terhadap eks Kadis Kelautan dan Perikanan Kab Bengkalis, Riau.

Selanjutnya, vonis mati dijatuhkan kepada Herris Marbun, pelaku pembunuhan janda Mahmuda (40) dan anaknya Arif (10). Pelaku selain membunuh juga memperkosa mayat janda. Di mata mantan Ketua PN Batam itu, tidak ada hal yang meringankan terhadap Herris Marbun. Hukuman mati ini dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Vonis mati lainnya, diberikan kepada 3 terdakwa kasus mutilasi 7 orang yang menggemparkan di Kabupaten Siak. Mereka yang menerima vonis mati adalah, Muhamad Delvis (20), Supiyan (26) dan Dita Desma (19). Vonis mati itu diberikan pada 12 Februari 2015 lalu.

M. Jamil dan A.R. Ibrahim lalu dituntut mati oleh Jaksa. M. Jamil diadili bersama 4 temannya. Satu terdakwa dituntut mati dan sisanya dituntut seumur hidup. Dalam kompolotan ini, nasib 4 orang dibacakan oleh Hakim Sorta Ria Neva.

Kamis (28/5/2015), Hakim Sorta Ria Neva kembali memberikan hukuman mati kepada A.R. Ibrahim (48) warga asal Aceh yang tinggal di Bandung. A.R. Ibrahim merupakan gembong narkoba. Terpidana merupakan pemilik 8 ton ganja yang ditangkap BNN.

Hukuman mati pertama dijatuhkan kepada A.R. Ibrahim yang ditanggapi dengan mengajukan banding. Lalu sidang dilanjutkan dengan menghadirkan M. Jamil, otak penyelundupan tersebut.

M. Jamil adalah sopir truk fuso yang membawa ganja 8 ton dari Aceh. Truk berisikan barang haram itu ditangkap BNN pada hari Jumat (24/10/2014) silam.

Ganja sebanyak itu akan dibawanya ke Jakarta dan Bandung dimana ganja ini merupakan pesanan dari Ibrahim yang dalam sidang ini lebih awal divonis mati.

Tidak berbeda dengan A.R. Ibrahim, M. Jamil juga dihukum mati. M. Jamil dihukum mati oleh Majelis Hakim yang diketuai Hakim Sorta Ria Neva.

"Menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa," putus Hakim Sorta Ria Neva dalam sidang yang digelar secara maraton di PN Siak, Kamis (28/5/2015).

Usai menjatuhkan putusan, Hakim Sorta Ria Neva menanyakan kepada M. Jamil hak-haknya yaitu salah satunya adalah menerima putusan atau melakukan upaya hukum banding.

Pertimbangan Majelis Hakim memberikan hukuman mati kepada M. Jamil karena terdakwa juga pernah tersandung kasus yang sama dalam mengangkut ganja.

Atas putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Sorta Ria Neva bertanya kepada M. Jamil apakah akan melakukan upaya banding atau tidak.

M. Jamil awalnya menggeleng. M. Jamil awalnya tidak menjawab, dia hanya menunjukan bahasa isyarat dengan cara menggelangkan kepalanya.

Hakim Sorta Ria Neva lalu tidak percaya dan menanyakan tegas meminta pernyataan langsung dari mulut M. Jamil. Ketika ketua Majelis Hakim kembali menegaskan apakah akan banding, barulah terdakwa menjawab singkat.

"Saya tidak banding, saya menerima," tegas M. Jamil di ruang sidang PN Siak, Kamis (28/5/2015).

Mendapat jawaban ini, Ketua Majelis Hakim Sorta Ria Neva sempat terlihat kaget.

Pengadilan Negeri (PN) Siak, Riau dibikin terkaget-kaget. Sebab gembong narkoba M. Jamil menerima vonis mati yang dijatuhkan dan siap untuk dieksekusi mati.

Di luar dugaan, hukuman mati yang dijatuhkan 'dewi pencabut nyawa' dari Riau, Hakim Sorta Ria Neva diterima M. Jamil. Penyelundup ganja 8 ton itu dengan jantan siap menanggung hukuman yang dijatuhkan kepadanya itu.

Mungkin saja dinilai jarang-jarang ada terpidana mati yang tidak melakukan upaya hukum.

Karenanya Hakim kembali bertanya namun M. Jamil tetap bersikukuh tidak melakukan upaya banding. "Saya menerima" kata M. Jamil singkat.

Usai pembacaan vonis, M. Jamil digiring aparat ke ruangan tahanan yang ada di PN Siak.

Begitu memasuki ruangan tahanan, dengan wajah sumringah. Malah dia dengan bangganya menyebutkan kepada rekan terdakwa lainnya kalau dirinya tidak banding. "Aku tidak banding," kata M. Jamil kepada rekan-rekannya sembari tertawa.

Ketika ditanya wartawan apa alasannya tidak melakukan upaya hukum, dengan entengnya M. Jamil menjawab: "Berani hidup, harus berani mati," kata M. Jamil sembari tersenyum.

Dalam persidangan ini, Majelis Hakim menilai terdakwa M. Jamil terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

M. Jamil tersenyum kepada empat temannya yang berkomplot membawa 8 ton ganja.

Majelis Hakim yang sama juga menjatuhkan hukuman kepada 4 komplotan tersebut, yaitu:

1. A.R. Ibrahim, dihukum mati dan mengajukan banding.
2. Budiman alias Ade divonis seumur hidup.
3. Syafrizal divonis seumur hidup.
4. Muhalil divonis penjara 20 tahun. (det/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.313 Since: 05.03.13 | 0.107 sec