Internasional

Mahasiswa S3 Indonesia Tersandung Pelecehan Di MRT Singapura

Thursday, 28 Mei 2015 | View : 666

SINGAPURA-SBN.

Seorang mahasiswa doktoral dari Indonesia di Singapura, Irfan Syanjaya (26), dibui selama 6 pekan di Singapura karena dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan dalam Mass Rapid Transit (MRT). Irfan Syanjaya (26), seorang mahasiswa S3 asal Indonesia di Singapura, dihukum selama 6 pekan karena dituduh melakukan pelecehan seksual dalam gerbong MRT di Singapura.

Gara-garanya, mahasiswa berpretasi itu dituduh melakukan pelecehan seksual pada seorang perempuan yakni menyentuh pantatnya dalam gerbong Mass Rapid Transit (MRT). Perempuan Singapura tersebut menuduh Irfan Syanjaya memegang bokongnya dua kali.

Irfan Syanjaya (26), mahasiswa doktoral NUS bidang teknik elektro dari Indonesia melakukan pelecehan dengan dua kali memegang bokong mahasiswi berusia 20 tahun saat berada di dalam gerbong MRT.

Pengadilan kasus tudingan pelecehan seksual Irfan Syanjaya digelar selama 2 hari di Singapura. Mahasiswi Singapura itu, dalam pengadilan, mengaku 2 kali dipegang bokongnya. Irfan Syanjaya akhirnya divonis 6 pekan bui pada awal pekan terakhir Mei 2015 di Pengadilan Singapura.

Selama menuntut ilmu, Irfan Syanjaya dikenal berprestasi di bidang sains. Berdasarkan penelusuran awak media, Irfan Syanjaya pernah tergabung dalam Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) tahun 2006.

Dalam situs tofi.or.id, Irfan Syanjaya saat tergabung tim TOFI masih bersekolah di SMAN 1 Karawang, Jawa Barat. Dia meraih penghargaan khusus saat mengikuti Olimpiade Fisika Asia (APhO) di Almaty, Kazakhstan.

Pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Perguruan Tinggi (PT) 2010, Irfan Syanjaya berhasil menyabet juara I bidang Fisika dan memberikan medali untuk Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam linkedIn "Irfan Syanjaya" dia memang mencantumkan lulus S1 dari jurusan Fisika ITB selama periode 2006-2011.

Sedangkan pendidikan terakhir, tertulis "National University of Singapore Doctor of Philosophy (Ph.D.), Magnetic Nanostuctures and Spintronics 2012-2016".

Mahasiswa doktoral dari Indonesia di Singapura, Irfan Syanjaya (26) dibui 6 pekan oleh Pengadilan Singapura awal pekan ini karena terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh kepada seorang mahasiswi berusia 20 tahun di MRT pada 12 Agustus 2014 lalu.

Pelecehan seksual itu terjadi pada 12 Agustus 2014, saat mahasiswa Indonesia yang diketahui bernama Irfan Syanjaya (26) itu naik MRT dari Stasiun Buona Vista menuju Jurong East. Saat itu Irfan Syanjaya naik MRT pada sore hari di waktu yang padat dari Stasiun Buona Vista menuju Stasiun East Jurong. Irfan Syanjaya memang sedang naik MRT dari Stasiun Buona Vista menuju Jurong East pada jam padat di sore hari.

Di Pengadilan Singapura, diketahui bahwa meski gerbong sedang padat-padatnya saat sore hari, namun gerbong itu perlahan longgar sesudah melewati Stasiun Dover.

Irfan Syanjaya dituduh dengan sengaja berdiri dekat mahasiswi berusia 20 tahun.

Korban mengaku dipegang bokongnya oleh Irfan Syanjaya dua kali.

Namun isi gerbong itu perlahan longgar sesudah melewati Stasiun Dover. Meski demikian, Irfan Syanjaya tetap berdiri di dekat korban, meski saat itu dia bisa pindah ke titik yang lebih lapang dalam gerbong.

Korban mengaku pertama kali merasakan disentuh pantatnya sebelah kiri saat MRT berjalan dari Stasiun Dover dan Clementi.

Mahasiswi Singapura itu kemudian mencoba menjauhi Irfan Syanjaya, namun Irfan Syanjaya menyentuh bokong mahasiswi lagi setelah MRT melewati Stasiun Clementi.

Korban lantas mengkonfrontasi dan marah pada Irfan Syanjaya, yang kemudian Irfan Syanjaya meminta maaf.

Sedangkan penumpang lain berdatangan untuk membantu si mahasiswi Singapura. Irfan Syanjaya pun lalu ditahan petugas keamanan di Stasiun Jurong East.

Irfan Syanjaya dituduh memegang bokong sang mahasiswi, demikian dikutip dari Asia One dan sejumlah media Singapura, Kamis (28/5/2015).

"Dia tak terlihat punya pikiran negatif tentang saya, jadi saya tidak menjauh," demikian pembelaan Irfan Syanjaya dalam pengadilan di Singapura, seperti dilansir Asia One yang ditulis Kamis (28/5/2015). 

Selama persidangan, media Singapura melaporkan bahwa Irfan Syanjaya tidak didampingi pembela. Irfan Syanjaya hanya didampingi penerjemah.

Di Pengadilan Singapura, Irfan Syanjaya mengaku dirinya tidak sengaja menyentuh mahasiswi itu. Pengakuan Irfan Syanjaya ini berbeda saat diperiksa polisi, di mana Irfan Syanjaya saat itu mengaku sengaja menyentuh mahasiswi itu.

Irfan Syanjaya juga dicecar Hakim Christopher Goh, mengapa dia berdiri sangat dekat dengan mahasiswi itu. Dia menjawab “Dia tak terlihat punya pikiran negatif tentang saya, jadi saya tidak menjauh," jelas dia.

"Saya mengasumsikan dia tak ada masalah saat saya berdiri di dekatnya," imbuh Irfan Syanjaya yang disampaikan melalui penerjemah.

Ada 3 saksi di Pengadilan, yang semuanya mendukung keterangan sang mahasiswi Singapura. Ketiga saksi itu adalah Nur Sharida MD Farok yang mengatakan bahwa Irfan Syanjaya berdiri sangat dekat dengan mahasiswi itu yang memungkinkan bisa berbisik di telinganya.

Saksi kedua adalah Johan Tay yang mengatakan bahwa Irfan Syanjaya jelas-jelas beringsut mendekati mahasiswi Singapura itu. Johan Tay mencoba menghentikan Irfan Syanjaya dengan menaruh tas di antara keduanya, namun Irfan Syanjaya tetap kukuh mendekatinya.

Irfan Syanjaya saat ini sedang berkuliah mengambil gelar doktoral (Ph.D.) di bidang teknik komputer dan elektro di National University of Singapore (NUS), di Negeri Singa, Singapura. Status kemahasiswaannya pasca kejadian ini sampai sekarang belum jelas.

Irfan Syanjaya sebenarnya bisa saja dibui hingga 2 tahun, didenda, dicambuk atau kombinasi dari ketiganya. Namun, Pengadilan Singapura yang digelar 2 hari itu memutuskan Irfan Syanjaya dibui 6 pekan. (det/asiaone)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.587 Since: 05.03.13 | 0.1572 sec