Internasional

Barat Antisipasi Serangan Aksi Teror Al Qaeda

WASHINGTON-SBN.

Pada hari Minggu (4/8/2013), Pemerintah AS mengumumkan 22 kantor diplomatiknya tutup. Akan tetapi, beberapa dari jumlah tersebut seperti kantor Kedutaan Besar AS di Kabul, Bagdad, dan Aljazair sudah buka lagi pada Senin (5/8/2013) ini. Sedangkan kantor kedutaan AS di Madagaskar, Burundi, Rwanda, dan Mauritius penutupannya ikut diperpanjang sampai sepekan ini. Selain menutup kantor kedutaan besarnya di jazirah Arab dan Afrika Utara, Kementerian Luar Negeri AS juga telah menerbitkan travel warning kepada seluruh rakyat Amerika Serikat akan kemungkinan serangan yang bakal dilancarkan gembong teroris Al Qaeda sepanjang Agustus ini. Serangan teror kemungkinan akan menyasar negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sebelumnya, pada Jumat kemarin (2/8/2013), Washington telah mengeluarkan travel warning ke seluruh dunia menyebutkan adanya rencana kelompok teroris, Al Qaeda, melancarkan serangan pada Agustus ini terhadap segala sesuatu yang tersangkut kepentingan AS di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sikap AS yang mendadak ketar-ketir itu bermula dari laporan Interpol pada Sabtu (3/8/2013) silam yang menerbitkan peringatan keamanan global. Interpol yang bermarkas di Lyon, Prancis itu menasihati negara-negara anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul sejumlah penjara yang dibobol oleh Al Qaeda. Penjara yang dijebol Al Qaeda itu, di antaranya Irak, Libia, dan Pakistan. “Penjebolan penjara-penjara itu telah membuat ratusan tahanan teroris melarikan diri dan narapidana kriminal lainnya,” demikian dikatakan Interpol, yang bermarkas di Lyon, Prancis. Buntut dari peringatan keamanan yang diterbitkan Interpol itu, sejumlah negara-negara di Eropa Barat juga ikut-ikutan menutup kantor kedutaan besar mereka, khususnya di Yaman. Negara itu, diyakini sebagai tempat persembunyian organisasi-organisasi yang terkait dengan jaringan Al Qaeda, kelompok teroris paling berbahaya di jazirah Arab.

Anggota Kongres yang diberikan penjelasan singkat menyebut laporan intelijen tersebut merupakan satu dari sekian banyak laporan paling serius yang pernah mereka lihat dalam beberapa tahun terakhir. “Ada banyak sekali kabar angin di luar sana. Omongan-omongan itu mengingatkan kita pada peristiwa sebelum serangan 9 September terjadi,” tutur Senator Saxby Chambliss yang juga menjabat sebagai Senate Intelligence Committee dari Partai Republik. “Program National Security Agency (NSA) yang mengumpulkan komunikasi-komunikasi via e-mail dan ponsel atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyadapan, sudah cukup banyak membantu tugas intelijen AS dalam mengatasi ancaman ini,” tambah dia. “Salah satu program-program milik NSA itu kemudian diketahui merupakan data yang dibocorkan oleh Edward Joseph Snowden, buronan pembocor rahasia intelijen AS yang kini mendapatkan suaka sementara dari Pemerintah Rusia,” urai dia. “Kalau kita tidak memiliki program ini, kita mungkin tidak bisa mendengarkan omongan orang-orang yang hendak berbuat jahat terhadap AS. Ini ancaman serius yang saya alami dalam beberapa tahun terakhir,” tukas Senator Saxby Chambliss.

Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri, Michael McCaul menyebutnya ‘itu mungkin salah satu ancaman yang paling spesifik dan kredibel yang pernah kulihat, mungkin sejak 9/11’. “Serangan tersebut tampaknya ‘semakin dekat’, yang kemungkinan bertepatan dengan malam terakhir Ramadhan, bulan suci umat Muslim,” ucap Michael McCaul.

Perwakilan Belanda Ruppersberger, pejabat Demokrat tinggi pada Komite Dewan Intelijen mengatakan pada program ‘This WeekABC bahwa mata-mata Al Qaeda berada di tempatnya. “Pihak AS mengetahui hal ini karena kami menerima informasi bahwa para petinggi dari Al Qaeda di Semenanjung Peninsula tengah berbicara tentang sebuah serangan yang besar,” imbuh dia.

Menurut seorang anggota parlemen AS, langkah ini diambil menyusul penyadapan terhadap mata-mata petinggi Al Qaeda yang memberikan isyarat serangan besar. “Penyadapan pembicaraan antara dua pejabat senior Al Qaeda yang menginformasikan tentang desakan perintah segera dari pemimpin tertinggi Al Qaeda global, Ayman al-Zawahiri yang adalah pengganti Osama bin Laden kepada kepala afiliasi Al Qaeda Yaman di Semenanjung Peninsula, Nasser al-Wuhayshi untuk melancarkan serangan teror yang mendadak dan tiba-tiba terhadap banyak pos diplomatik AS,” seperti dilansir dari media Amerika Serikat. The New York Times mengatakan bahwa pembicaraan tersebut di dalamnya melibatkan pemimpin tertinggi Al Qaeda Ayman al-Zawahiri yang mewakili figur salah satu plot teror yang paling serius sejak serangan 11 September 2011.

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Martin Dempsey mengatakan kepada ABC News bahwa ancaman tersebut ‘lebih spesifik’ daripada ancaman sebelumnya. Jenderal Martin Dempsey kepada ABC News menyebutkan ancaman yang disebarkan Al Qaeda sebetulnya diarahkan pada kepentingan Barat dan ‘lebih spesifik’ dibanding ancaman sebelumnya. Sedangkan target khususnya memang belum diketahui dengan jelas. “Kendati target serangan belum diketahui, ‘tujuannya tampak jelas’. Tujuan tersebut adalah untuk menyerang Barat, bukan hanya kepentingan AS,” tutur Jenderal Martin Dempsey, Minggu (4/8/2013).

Situasi mulai mencekam mengingat pada Agustus dan September ini ada peringatan 15 tahun pengeboman kedutaan besar AS di Kenya, ibu kota Nairobi, dan Dar es Salaam di Tanzania. Dalam peristiwa aksi terorisme itu, lebih dari 200 orang tewas dan ribuan orang terluka, dan peringatan setahun serangan konsulat AS di Benghazi, Libia, yang menewaskan Dubes Chris Stevens.

ABC News mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan ada kekhawatiran Al Qaeda mungkin mengerahkan para penyerang bom bunuh diri dengan bom-bom yang ditanamkan di tubuh melalui operasi untuk menghindari keamanan. (afp/abc/rtr/bbc)

See Also

Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.874.746 Since: 05.03.13 | 0.1895 sec