Hukum

Pembunuh Relawan Jokowi Ditangkap

Monday, 25 Mei 2015 | View : 505

JAKARTA-SBN.

Seorang pemuda bernama Jopi Lasmana Peranginangin, 39 tahun yang juga aktivis Sawit Watch tewas usai ditusuk orang tak dikenal di halaman parkir Venue Bar & Lounge di Jalan Kemang Selatan Nomor 2, Jakarta Selatan pada Sabtu (23/5/2015).

Jopi Lasmana Peranginangin tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian punggung dan tembus ke bagian dada hingga melukai paru-parunya di depan Venue Bar & Lounge, Jalan Kemang Selatan Nomor 2, Jakarta Selatan, dini hari Sabtu (23/5/2015).

Nyawa Jopi gagal diselamatkan oleh tim medis karena luka tusuk itu cukup parah hingga mengakibatkan pendarahan hebat.

Akibat dari penusukan tersebut, aktivis Jopi Perainginangin menerima pendarahan di paru-paru. Hal ini yang membuatnya tewas.

Korban tidak bisa terselamatkan meski telah dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Jopi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta untuk mendapatkan pertolongan medis. Pukul 6.00 WIB, dia dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

"Terjadi penusukan sehingga korban mengalami luka tusuk di bagian punggung, lalu dibawa ke RSPP dan begitu tiba di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin lewat keterangannya yang diterima wartawan.

Jasad Jopi Peranginangin, seorang aktivis lingkungan yang tewas karena dianiaya dan ditusuk oleh orang tak dikenal, dini hari tadi tiba di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Tiba di sini (RS Polri) barusan, kami dari RSPP," kata salah satu teman Jopi, yang enggan disebutkan namanya, di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (23/5/2015).

Sebelum terjadi penusukan korban sempat adu mulut oleh seseorang yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya di halaman parkir Venue Bar & Lounge. "Modus setelah kafe tutup cekcok mulut. Kita tidak tahu cekcok di dalam kafe,” beber Kompol Aswin.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audi Latuheru mengatakan, Jopi Peranginangin  ditusuk di halaman parkir.

Korban sebelumnya juga sempat bertengkar di dalam bar. "Dugaan sementara korban ditusuk di halaman parkir, dari keterangan saksi korban sempat cekcok di dalam," jelas AKBP Audi Latuheru di lokasi terbunuhnya Jopi, Kemang Selatan Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2015).

Berdasarkan pantauan di lokasi, darah korban masih tercecer di depan gedung Habibi Center dan pihak penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara di Venue Bar & Lounge.

Guna mengetahui pelaku penusukan hingga tewas aktivis lingkungan, Jopi Peranginangin (39), pihak kepolisian sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kafe Venue Bar & Lounge, Jalan Kemang Selatan Nomor 2, Jakarta Selatan.

Polres Jakarta Selatan dan Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya langsung melakukan olah TKP penusukan Jopi Peranginangin di kawasan Kemang. Di sana polisi memeriksa pub dan restoran yang memiliki luas 10x30 meter tersebut.

Tidak hanya itu, petugas juga memeriksa CCTV di kafe tersebut. Tak hanya itu, sejumlah kamera CCTV dan beberapa lingkungan parkir, trotoar, hingga pos satpam ikut dalam pemantauan penyidikan kepolisian.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat mengatakan, pihaknya akan melacak pelaku pembunuhan relawan Jokowi itu melalui kamera CCTV.

"Masih dilihat dari beberapa petunjuk yaitu dari CCTV. Kemudian kita coba identifikasi," jelas Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat di lokasi, Sabtu (23/5/2015).

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat beberapa kamera pengintai di dalam dan di luar lokasi. Luas parkiran bar itu hanya bisa memuat sepuluh mobil. Sementara terdapat satu pos sekuriti yang berdekatan langsung dengan Jalan Kemang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menerangkan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut, beberapa bercak darah di tiga lokasi, yakni pos satpam, trotoar, hingga parkiran tak luput dari pemeriksaan pihaknya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait tewasnya Jopi Paranginangin dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. Polisi telah memeriksa empat orang saksi untuk dimintai keterangannya terkait penusukan itu.

Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan saksi-saksi untuk selanjutnya melakukan identifikasi.

“Tersangka masih dalam pencarian dan penyelidikan. Kita masih selidiki dan sudah meminta keterangan dari saksi ada empat orang," simpulnya. “Kita sudah meminta keterangan tiga orang saksi dari pihak bar," simpulnya lagi.

"Saat ini kami sudah periksa empat saksi, yaitu dua petugas keamanan berinisial berinisial D dan IK. Sedangkan dua orang rekan Jopi berinisial MF, warga Bandung, Jawa Barat, serta A, mahasiswa yang berdomisili di Cibinong, Bogor, Jawa Barat," jelas Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat, Sabtu (23/5/2015).

"Masih di dalami dan hasilnya belum karena masih diidentifikasi," katanya.

Terkait ciri-ciri pembunuh Jopi, penyidik masih belum bisa memberikan gambaran karena masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. “Ciri-ciri pelaku kita usahakan lewat CCTV,” tukas Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat.

Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat menjabarkan sebelum Jopi tewas, diketahui, dia sempat terlibat cekcok dengan beberapa orang didalam cafe sebelum akhirnya keluar dan mendapatkan pengeroyokan dari sekitar 4-7 orang.

"Kami masih olah TKP, diduga korban kala itu tengah menengahi keributan," tutup Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat.

Pelaku pembunuhan aktivis Sawit Watch, Jopi Peranginangin, akhirnya ditangkap aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan. Namun, saat dikonfirmasi identitas pembunuh relawan Jokowi tersebut, polisi masih enggan mengungkapnya.

"Sudah ditangkap sama Polres Jaksel," kata Direktur Reserse Kriminal Kombes Pol Krishna Murti di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015).

Hal serupa diungkapkan Kepala Unit I Kriminal Umum Polres Jakarta Selatan AKP Joynaldo, bahwa pembunuh aktivis agraria itu sudah ditangkap.

"Iya sudah ditangkap. Bukan unit saya yang menangani jadi tidak tahu. Itu petugas piket yang menangani," kata Joynaldo saat dihubungi.

Joynaldo juga enggan mengungkap identitas pembunuh Jopi yang disebut-sebut berbadan tegap dan berambut cepak . Bahkan, dia malah melempar agar pertanyaan tersebut langsung ditanyakan kepada atasannya. "Tanya pak Kasat saja. Dia yang lebih tahu," tuturnya.

Informasi yang dihimpun, korban merupakan mantan aktivis di sejumlah organisasi. Dia pernah menjadi relawan Jokowi, anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Jopi pernah menjadi salah satu relawan pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014 lalu.

Jopi sangat aktif dalam mengampanyekan Presiden Joko Widodo dan pasangannya Jusuf Kalla pada musim kampanye lalu.

Aktivis agraria yang tewas secara mengenaskan di Venue Bar & Lounge, Jakarta Selatan, Jopi Peranginangin rencananya akan dikebumikan di kampung halamannya di Kisaran, Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2015).

Jenazah Jopi akan dibawa ke kantor LSM AMAN, Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan terlebih dahulu baru diterbangkan ke Kisaran, Sumatera Utara.

Saat ini para kerabat dan sahabat Jopi Paranginangin telah memadati rumah duka, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada relawan pemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 silam. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.948 Since: 05.03.13 | 0.1724 sec