Hukum

Polri Belum Simpulkan Kebenaran Soal Heboh Beras Plastik

Monday, 25 Mei 2015 | View : 1831

JAKARTA-SBN.

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Badrodin Haiti, mengatakan, bila pihaknya belum sampai pada kesimpulan ada atau tidaknya beras yang diduga terbuat dari plastik di tengah-tengah masyarakat.

"Kami masih tunggu hasil laboratoriumnya. Jadi kami belum tahu (benar atau tidaknya). Kami juga telusuri dari pedagang, di mana mereka membelinya," ungkap mantan Kapolda Sumatera Utara (2009-2010), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, Jumat (22/5/2015).

Menurut mantan Kabaharkam (2013-2014), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, jika kabar ini benar maka yang harus dicermati adalah dampak bahayanya.

"Kita tidak bisa kerja sendiri, lihat dari ahli. Asal usul beras itu dari mana. Kita tentu bertanya ini dalam negeri atau produksi luar negeri. Kalau dari luar pintu masuknya lewat mana. Pintu masuk kan banyak, laut, dan lainnya," beber mantan Kapolda Jawa Timur (2010-2011).

Kendati sudah hampir sepekan menyelidiki, namun Mabes Polri belum menemukan beras yang diduga terbuat dari plastik di tengah-tengah masyarakat.

"Tiga tempat yang disebut-sebut itu telah kami mintai keterangan, supaya akurasi optimal, karena bicaranya butiran. Ini membuktikan kami ingin mengungkap ini secara jelas. Tetapi belum ditemukan (beras plastik)," kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol. Agus Rianto, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Untuk itu, menurut Karo Penmas Polri tersebut, selama belum ada penjelasan resmi dari Polri atau kementerian terkait, dia berharap masyarakat tetap beraktivitas biasa dan tidak terpengaruh.

"Jangan sampai pedagang kita curigai, tetapi tetap waspada. Kami harap bisa cepat supaya masyarakat tidak berlarut-larut mendapat informasi yang tidak seharusnya," tambah Brigjen Pol. Agus Rianto.

Polri terus menjalin kerja sama dengan kementerian terkait untuk mengungkap isu ini. Termasuk menelusuri dari sumber pertamanya, yaitu seseorang bernama Dewi di Bekasi yang mengaku menemukan beras plastik.

Untuk diketahui informasi tentang beras plastik itu awalnya mulai ditemukan di Bekasi dan sekitarnya. "Kemarin informasinya di Bekasi, tetapi tidak ditemukan. Kami susuri belinya dari Jawa Barat dan memang ternyata memang penggilingan padi dan tidak ada sumber lain. Dari dia juga tidak ditemukan beras plastik," sambung Karo Penmas Polri Brigjen Pol. Agus Rianto.

Jika benar beras plastik tersebut diedarkan, termasuk dioplos dengan beras asli, itu adalah tindak pidana karena melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Khususnya Pasal 62 yang berisi ancaman dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 2 miliar bagi pelaku usaha yang memproduksi atau memperdagangkan barang tidak sesuai mutunya. (jos/sp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.405.771 Since: 05.03.13 | 0.212 sec