Hukum

Polri Belum Simpulkan Kebenaran Soal Heboh Beras Plastik

Monday, 25 Mei 2015 | View : 1767

JAKARTA-SBN.

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Badrodin Haiti, mengatakan, bila pihaknya belum sampai pada kesimpulan ada atau tidaknya beras yang diduga terbuat dari plastik di tengah-tengah masyarakat.

"Kami masih tunggu hasil laboratoriumnya. Jadi kami belum tahu (benar atau tidaknya). Kami juga telusuri dari pedagang, di mana mereka membelinya," ungkap mantan Kapolda Sumatera Utara (2009-2010), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, Jumat (22/5/2015).

Menurut mantan Kabaharkam (2013-2014), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, jika kabar ini benar maka yang harus dicermati adalah dampak bahayanya.

"Kita tidak bisa kerja sendiri, lihat dari ahli. Asal usul beras itu dari mana. Kita tentu bertanya ini dalam negeri atau produksi luar negeri. Kalau dari luar pintu masuknya lewat mana. Pintu masuk kan banyak, laut, dan lainnya," beber mantan Kapolda Jawa Timur (2010-2011).

Kendati sudah hampir sepekan menyelidiki, namun Mabes Polri belum menemukan beras yang diduga terbuat dari plastik di tengah-tengah masyarakat.

"Tiga tempat yang disebut-sebut itu telah kami mintai keterangan, supaya akurasi optimal, karena bicaranya butiran. Ini membuktikan kami ingin mengungkap ini secara jelas. Tetapi belum ditemukan (beras plastik)," kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol. Agus Rianto, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Untuk itu, menurut Karo Penmas Polri tersebut, selama belum ada penjelasan resmi dari Polri atau kementerian terkait, dia berharap masyarakat tetap beraktivitas biasa dan tidak terpengaruh.

"Jangan sampai pedagang kita curigai, tetapi tetap waspada. Kami harap bisa cepat supaya masyarakat tidak berlarut-larut mendapat informasi yang tidak seharusnya," tambah Brigjen Pol. Agus Rianto.

Polri terus menjalin kerja sama dengan kementerian terkait untuk mengungkap isu ini. Termasuk menelusuri dari sumber pertamanya, yaitu seseorang bernama Dewi di Bekasi yang mengaku menemukan beras plastik.

Untuk diketahui informasi tentang beras plastik itu awalnya mulai ditemukan di Bekasi dan sekitarnya. "Kemarin informasinya di Bekasi, tetapi tidak ditemukan. Kami susuri belinya dari Jawa Barat dan memang ternyata memang penggilingan padi dan tidak ada sumber lain. Dari dia juga tidak ditemukan beras plastik," sambung Karo Penmas Polri Brigjen Pol. Agus Rianto.

Jika benar beras plastik tersebut diedarkan, termasuk dioplos dengan beras asli, itu adalah tindak pidana karena melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Khususnya Pasal 62 yang berisi ancaman dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 2 miliar bagi pelaku usaha yang memproduksi atau memperdagangkan barang tidak sesuai mutunya. (jos/sp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.252 Since: 05.03.13 | 0.12 sec