Hukum

Dokter Kecantikan Palsu Layani Klien Di Dalam Toilet Mal

Wednesday, 20 Mei 2015 | View : 1020

JAKARTA-SBN.

Tamat sudah petualangan Jenny Sawolino (J.S.) sebagai dokter kecantikan abal-abal alias palsu bertarif mahal.

JS diciduk petugas Polres Jakarta Selatan karena menjalankan bisnis kecantikan abal-abal. Usaha yang dia lakoni sejak 2013 lalu akhirnya dihentikan polisi setelah Senin (18/5/2015) kemarin digerebek di toilet Plaza Semanggi.

Perempuan 34 tahun itu diringkus petugas Polres Metro Jakarta Selatan saat sedang melayani klien di toilet salah satu pusat perbelanjaan (mal).

Sekali praktik, Jenny Sawolino yang cuma lulusan SMA tersebut mematok tarif Rp 6 juta.

Para klien J.S. biasanya ingin memperbesar payudara, memasang benang di wajah, mengencangkan alat kelamin, hingga memperbesar pantat. Karena J.S. bukan ahli yang sebenarnya, sejumlah klien menjadi korban. Sedikitnya, ada lima korban yang harus dirawat di rumah sakit. Sebab, setelah disuntik, mereka merasakan mual. Lalu, bagian tubuh tertentu mengeras dan mengeluarkan nanah.

Akibatnya, biaya yang dikeluarkan sejumlah klien dokter gadungan itu membengkak. Bahkan, ada korban yang habis Rp 100 juta. ’’Ada yang terkena sakit liver, hepatitis, ginjal, dan hati bocor,’’ kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, Selasa (19/5/2015).

Menurut Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat, pelaku membuka praktik sejak 2013. J.S. bekerja sendirian dan tidak memiliki tempat atau klinik. Dalam menjalankan usahanya, pelaku mendatangi tempat klien atau membikin janji untuk bertemu di tempat tertentu.

Korbannya mengetahui jasa J.S. dari mulut ke mulut. ’’Praktik pelaku tidak punya izin. Pelaku juga tidak memiliki latar belakang ilmu kedokteran,’’ jelas Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat.

Saat berpraktik, lanjut dia, J.S. menyuntikkan vitamin E dan bahan silikon ke wajah atau bagian tubuh lain korban. Bahan-bahan tersebut dibeli pelaku dari sebuah toko obat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Agar wajah lebih kencang dan terlihat lebih mudah, misalnya, J.S. sengaja menyuntikkan bahan tertentu ke muka klien.

’’Tapi, bukan bentuk wajah atau tubuh ideal yang didapat. Muka korban bernanah, keluar darah, gatal-gatal,’’ ungkap Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Audi Latuheru mengatakan, WC memang lokasi yang dipilih JS dalam menjalankan aksinya mengobati konsumen. Sebelum memulai penyuntikan, dia memastikan dulu lokasi aman.

"Tentunya dia melakukannya dengan hati-hati ya. Jadi dia terlebih dahulu mengecek keadaan sekitar, baru setelah itu dia melakukan praktik. Sehingga tidak ada yang curiga," jelas AKBP Audi Latuheru di Polres Jaksel, Rabu (20/5/2015).

Selain itu, dalam meyakinkan korbannya, J.S. mengaku memiliki tempat praktik. "Dia bilang ke korbannya kalau saya punya tempat praktik sendiri, tapi saya merasa lebih nyaman kalau mendatangi pasien dalam melakukan praktik," imbuh AKBP Audi Latuheru menirukan pengakuan J.S.

AKBP Audi Latuheru berharap dengan diusutnya kasus ini, akan ada korban lainnya yang ikut melapor. Namun dia tidak bisa memaksa hal itu karena menurutnya mereka pastinya akan malu jika membeberkan pengalaman pribadi soal kecantikan palsu.

Di kesempatan terpisah, Ketua Perhimpunan Dokter Kecantikan Jakarta, Janet Stanzah, mengaku kaget dengan keberanian J.S. dalam menjalankan bisnis kecantikan yang terbilang ekstrem. "Makanya saya heran dari mana dia dapat semua barang ini. Karena kami tidak pernah menggunakan bahan-bahan ini," ucap Janet Stanzah. (jpnn/jos/mer)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.162 Since: 05.03.13 | 0.174 sec