Hukum

Jenderal Polisi Menangis Saat Wawancara Anak Terlantar Di Cibubur

CIBUBUR-SBN.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. ditanya mengenai pendapatnya terhadap kasus lima anak terlantar di Cibubur tersebut.

Berdasarkan pantauan wartawan, wajah Irjen Pol. Anton Charliyan terlihat memerah pada awalnya. Sesaat, pewarta mengira kalau Irjen Pol. Anton Charliyan kepanasan karena kondisi saat diwawancara, matahari masih panas menyengat. Belum lagi pewarta dari berbagai media duduk dan berdiri cukup dekat dengan Irjen Pol. Anton Charliyan.

Bersama Irjen Pol. Anton Charliyan, turut serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda dan Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Heru Pranoto.

Mantan Kanit III Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim Polri ini, Irjen Pol. Anton Charliyan sebelumnya telah terlihat menahan tangis. Dia awalnya berkeringat, matanya memandang ke arah bawah. Dia tak menatap kamera para pewarta yang mengerubunginya. Suaranya makin pelan ketika menjawab pertanyaan. "Saya, sebenarnya kasihan...,” kata Irjen Pol. Anton Charliyan singkat.

Setelah itu suaranya tertahan, dan salah satu anggota polisi langsung mengulurkan tisu ke Irjen Pol. Anton Charliyan.

Mantan Karodibinklat Lemdiklat tahun 2012, Irjen Pol Anton Charliyan menangis selama kurang lebih lima menit ketika diwawancara soal lima anak terlantar, Sabtu (16/5/2015).

"Itu tega dan kejam sekali. Macan saja tak berani memakan anaknya hidup-hidup, kok orang tua ini tega sekali," ujarnya sambil berurai air mata.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan tampak meneteskan air mata karena melihat kondisi Dani dan saudaranya di Safe House SOS Cibubur, Jakarta Timur yang ditelantarkan orangtuanya.

Menurut mantan WaKapolda Kalteng tahun 2009 ini, Irjen Pol. Anton Charliyan, kelima anak ini sangat membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya, namun sayang kedua orangtua ini menggunakan narkoba jenis sabu.

"Hal ini yang membuat kita harus membuka mata. Hanya karena narkoba mereka (anak-anak) jadi telantar dan kurang kasih sayang," katanya lagi.

“Kami dari Mabes Polri datang berkunjung ke sini turut prihatin atas segala kejadian yang menimpa keluarga Dani. Ini suatu pembelajaran harus membuka mata bahwa ternyata akibat dari penyalahgunaan narkoba akhirnya bisa melupakan segala-galanya. Bahkan anak tersayang juga bisa ditelantarkan. Ini menjadi pertanda bagi kita betapa bahayanya narkoba tersebut,” urai Irjen. Pol. Anton Charliyan, Sabtu (16/5/2015).

Beberapa saat, mantan Kapolwil Priangan pada tahun 2008, Irjen Pol. Anton Charliyan terdiam. Dengan menghela nafas panjang, Irjen Pol. Anton Charliyan menceritakan pertemuannya dengan Dani dan saudaranya. Tak lama, Irjen Pol. Anton Charliyan menangis tersedu-sedu. Bola matanya mengeluarkan air karena tak menahan melihat kondisi yang ironi ini.

“Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Mereka butuh kasih sayang. Saya ke sana saja, mereka bilang enggak boleh pulang,” terang Irjen Pol. Anton Charliyan senggukan.

Menurut Irjen Pol. Anton Charliyan, hal yang membuat ia tersentuh adalah dari cara anak-anak tersebut yang langsung memeluknya saat bertemu. Dia sama sekali tak menyangka akan terjadi seperti itu.

“Ya sayang ya. Sangat ketara sekali bahwa mereka butuh kasih sayang. Hanya baru bertemu saja enggak boleh pulang. Berarti mereka itu sangat kurang kasih sayang. Ya kebetulan saya termasuk salah satu yang mencintai anak. Mudah-mudahan dengan ini jadi pelajaran bagi kita ternyata narkoba ini sangat jahat. Kalau satu keluarga begini, nanti beribu-ribu keluarga bagaimana?” jelas Irjen Pol. Anton Charliyan yang tak dapat menyembunyikan kesedihannya.

Tidak hanya itu, Irjen Pol. Anton Charliyan juga berkomentar terkait ditemukannya sabu di rumah mereka dan hasil tes urine yang menandakan bahwa T (45) dan N (42), kedua orangtua kelima anak, positif menggunakan narkoba.

"Itulah, kalau memakai narkoba, efeknya bukan buruk buat diri sendiri, tapi juga buruk buat anak," tambah Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Anton Charliyan.

Setelah selesai menemui pewarta, Irjen Pol. Anton Charliyan terlihat masih menemui AD (8), salah satu dari lima anak terlantar itu. Irjen Pol. Anton Charliyan pun masih sempat menggendong AD dan membawanya berkeliling di sekitar rumah aman.

Pemandangan tersebut sempat terekam oleh kamera pewarta yang masih ada di sana. Ketika Irjen Pol. Anton Charliyan dan rombongan Humas Polri akan beranjak pergi, AD berteriak memanggil Irjen Pol. Anton Charliyan dan terlihat seperti ingin ikut pergi. "Ayah, ayah sini ayah," seru AD. AD pun kemudian diberi pengertian dan dibawa pergi oleh salah satu pembina yang ada di rumah aman ini. (mer/kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.546 Since: 05.03.13 | 0.1474 sec