Hukum

STT Muhamadiyah Terkejut Dosennya Terlantarkan Anak

BOGOR-SBN.

Ayah penelantar lima anak, U P (45), terdaftar sebagai dosen di Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah menyesalkan kejadian penelantaran anak kandung yang dilakukan oleh salah satu dosennya, U P (45).

Pihak Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah menyayangkan sikap dosen U P alias T (45) yang menelantarkan 5 anaknya. Sebab, sepengetahuan pihak sekolah, U P mempunyai perilaku santun baik dengan dosen maupun dengan mahasiswa.

Ketua STT Muhammadiyah, Firmansyah Azharul mengaku terkejut mendengar kabar salah satu dosennya terlibat kasus penelantaran anak. Sebab, sejauh ini ia mengenal U P berkelakuan baik.

Diakui Ketua STT Muhammadiyah, Firmansyah Azharul yang menceritakan bila selama mengajar sejak beberapa tahun lalu, U P dikenal mempunyai interaksi yang baik dengan dosen dan mahasiswa.

"Dengan munculnya kasus ini, kami, pihak sekolah sangat terkejut dan sangat menyesalkan yang menimpa keluarganya. Kami hanya bisa mendoakan, agar semuanya bisa selesai dengan solusi terbaik," ucap Firmansyah Azharul saat ditemui di Kampus STT Muhammadiyah, Jalan Anggrek No.25, Perum Semen, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5/2015).

Sejauh ini Firmansyah Azharul menilai U P merupakan dosen yang baik. Bahkan, U P tidak pernah bermasalah selama di kampus.

Di antara yang lain, ia menjadi salah satu dosen favorit bagi mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

Bahkan, selama mengajar, ia memiliki rekam jejak yang baik dan tidak pernah berbuat masalah.

Ia membeberkan, U P telah mengajar sejak 2013 di STT Muhammadiyah yang berada di Jalan Anggrek Nomor 25 Perumahan Semen, Cileungsi, Kabupaten Bogor, tersebut.

Dia melanjutkan, U P telah menjadi dosen sejak 2013 dengan mengajar dua mata kuliah yakni Manajemen Pemasaran dan Sumber Daya Manusia (SDM), di Fakultas Teknik serta Program Studi Teknik Industri.

Soal penerimaan pengajar di STT Muhammadiyah, imbuh Firmansyah Azharul, melalui seleksi yang sangat ketat. Serta, selalu mengedepankan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

Lalu, saat penerimaan pengajar, seleksi mengajar di Muhammadiyah sangat ketat dan selalu mengedepankan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

"Bila memang kami tahu dari awal, bahwa perangai Utomo buruk, tidak kami terima di sini," tegas Firmansyah Azharul.

Pada pertengahan 2014, U P mengajukan cuti selama tiga semester dengan alasan ingin mengurus keluarga. Ia juga bercerita, di pertengahan 2014, U P mengajukan cuti selama 3 semester dengan alasan ada masalah keluarga yang harus diselesaikan. "Ia datang ke ruangan saya, untuk meminta cuti untuk mengurus permasalahan keluarga, tapi ia tak bercerita banyak soal masalahnya," papar Firmansyah Azharul.

Ia menerangkan, saat ini U P masih mengambi cuti, dan masa cutinya akan selesai pada Juni 2015. U P akan akan mulai mengajar di awal semester pada September. Hal itu berdasarkan surat cuti yang diajukan U P.

Selama cuti, sekolah sendiri sudah mempunyai dosen lain untuk menggantikan mata kuliah yang dipegang U P, begitu juga dengan status Utomo Permono sebagai Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan.

"Kami juga memercayakan dia sebagai Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan dan dosen pembimbing skripsi. Dia menjadi dosen favorit dari mahasiswanya," tambah Ketua STT Muhammadiyah, Firmansyah Azharul, Sabtu (16/5/2015).

"Jadi tidak masalah, bila nantinya Utomo di nonaktifkan," tegas Firmansyah Azharul.

"Bila nantinya Up dinonaktifkan, kami sudah ada penggantinya. Jadi tidak ada masalah," tukas Firmansyah Azharul.

Hanya saja, menurut Firmansyah Azharul mengatakan, pihak kampus belum menentukan sikap terkait status U P di STT Muhammadiyah.

STT Muhammadiyah masih akan menunggu kepastian dari pihak kepolisian terkait status U P.

Ketua STT Muhammadiyah Cileungsi, Firmansyah Azharul, mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila U P terbukti menelantarkan anak-anaknya.

"Sejauh ini, dosen kami itu (Utomo) kan masih dalam kapasitasnya baru sebagai saksi dan terperiksa. Kami masih akan menunggu kepastian status dari polisi," terang Firmansyah Azharul.

Firmansyah Azharul menekankan, bila memang terbukti U P bersalah dan polisi menaikkan statusnya menjadi tersangka, maka pihak sekolah akan menonaktifkan dosen tersebut hingga batas waktu tidak ditentukan.

U P (45), dosen yang tega menelantarkan lima anaknya, terancam dipecat dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

"Bila statusnya dinaikkan sudah menjadi terdakwa, maka kami, pihak sekolah akan melakukan pemecatan," pungkas Firmansyah Azharul. (wk/oke/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.152 Since: 05.03.13 | 0.2207 sec