Internasional

Presiden Iran Susun Kabinet Teknokrat

Tuesday, 06 Agustus 2013 | View : 850

TEHERAN-SBN. 

Presiden Iran terpilih, politisi sekaligus ulama Hassan Rouhani akhirnya sudah menyusun kabinet yang terdiri dari ahli dan teknokrat di tengah tantangan ekonomi dan upaya dialog dengan Barat terkait program nuklir Iran.

Kabinet baru yang disusun terdiri dari 18 orang pria dengan beragam pengalaman. Ada yang pernah menjadi menteri era mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani dari tahun 1989 hingga tahun 1997. Sementara yang lainnya berada di bawah kepemimpinan Mohammad Khatami yang menjadi Presiden dari tahun 1997 hingga tahun 2005.

Susunan tim kabinet tersebut diumumkan pada Ahad (4/8/2013) sore setelah Hassan Rouhani diambil sumpah jabatan. Kabinet tersebut masih akan melalui proses parlemen di mana voting diharapkan dilakukan pada pekan ini.

Hassan Rouhani adalah seorang tokoh agama berusia 64 tahun yang menggantikan Mahmoud Ahmadinejad bertekad akan menyelesaikan ‘kerusakan’ yang ditimbulkan pendahulunya. Mahmoud Ahmadinejad kendati populer kerap meluncurkan kebijakan-kebijakan provokatif dan menyeret Iran dalam kondisi terpecah belah, terisolasi dalam pergaulan internasional, dan masuk dalam resesi ekonomi yang berkepanjangan.

Saat terpilihnya Hassan Rouhani, pihak Barat berharap Hassan Rouhani mengambil pendekatan yang lebih konstruktif, khususnya dalam perundingan nuklir Iran yang dinilai kontroversial oleh Barat.

Segera setelah diambil sumpah pada Ahad (4/8/2013), Hassan Rouhani langsung mengumumkan susunan kabinetnya. Tujuh menteri di dalamnya dikenal proreformasi, namun tiga beraliran konservatif, empat orang moderat, dan empat orang lainnya independen.

Di antara menteri yang dinominasikan adalah diplomat veteran Mohammad Javad Zarif sebagai Menteri Luar Negeri dan mantan Menteri Perminyakan Bijan Namdar Zanganeh. Mereka semuanya ditunjuk untuk posisi yang sama.

Mantan pejabat negosiator nuklir Iran yang sekaligus ulama, Hassan Rouhani mempercayakan pos-pos dalam negeri dan intelijen kepada profil konservatif.

Susunan kabinet baru ini bagaimanapun menimbulkan reaksi, terutama dari media setempat. Harian proreformasi, Arman berharap susunan ini bisa mendorong pemerintah meraih kepercayaan parlemen.

Analis moderat, Sadeq Zibakalam dalam komentarnya di kantor berita, Fars mengingatkan pemerintahan tengah Hassan Rouhani akan meraih dukungan minimal dari kelompok reformis dan konservatif karena profil mereka imbang di pemerintahan yang baru. (afp)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.464 Since: 05.03.13 | 0.1761 sec