Hukum

Bupati Biak Numfor Minta Maaf Kepada Wartawan Se-Indonesia

Tuesday, 12 Mei 2015 | View : 438

JAYAPURA-SBN.

Insiden pemukulan wartawan Cenderawasih Pos diduga berawal dari pemberitaan menyangkut peristiwa kebakaran di Pasar Inpres pada Kamis (7/5/2105) lalu.

Dalam berita itu tidak disebutkan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam membantu evakuasi dan penanganan kebakaran kios, sehingga membuat Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, S.E. berang dan berujung insiden pemukulan.

Saat itu korban dihubungi salah seorang pejabat di Pemkab Biak Numfor untuk meliput penampungan korban kebakaran Pasar Inpres di sanggar kegiatan belajar setempat. Saat bersama pejabat tersebut, wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembangan mendapat perlakuan kasar. 

Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, S.E. akhirnya meminta maaf atas pemukulan yang dilakukannya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembangan, yang dilakukannya pada, Sabtu (9/5/2015) sekitar pukul 15.00 WIT.

Terungkap juga bahwa Fiktor Palembangan merupakan PNS Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Biak Numfor.

Surat permintaan maaf ini diterima awak media, Selasa (12/5/2015) sore melalui Kabag Humas Agus Filma yang dikirim melalui surat elektronik.

"Saat kejadian kondisi saya kelelahan karena padatnya kegiatan dan membuat emosi kami tidak terkendali sehingga melakukan tindakan pemukulan," kata Bupati Biak Numfor tersebut dalam surat tersebut.

Dikatakan, sebagai bentuk penyesalan kami atas tindakan tersebut yang sekaligus sebagai upaya untuk memperbaiki dan membangun hubungan yang harmonis dengan media massa selaku mitra kerja Pemerintah maka dengan ini kami menyatakan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada yang bersangkutan dan kepada seluruh insan pers di manapun berada.

"Dan semoga ini menjadi pengalaman berharga sehingga kasus ini tidak terjadi dimasa datang," pungkas Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, S.E.

Tindakan pemukulan terhadap wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembang,an yang diduga dilakukan Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondi, S.E. adalah tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan. Jika korban luka berat, maksimal bisa dihukum 5 tahun. (sp/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.889.987 Since: 05.03.13 | 0.1933 sec