Hukum

Bupati Biak Numfor Minta Maaf Kepada Wartawan Se-Indonesia

Tuesday, 12 Mei 2015 | View : 413

JAYAPURA-SBN.

Insiden pemukulan wartawan Cenderawasih Pos diduga berawal dari pemberitaan menyangkut peristiwa kebakaran di Pasar Inpres pada Kamis (7/5/2105) lalu.

Dalam berita itu tidak disebutkan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam membantu evakuasi dan penanganan kebakaran kios, sehingga membuat Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, S.E. berang dan berujung insiden pemukulan.

Saat itu korban dihubungi salah seorang pejabat di Pemkab Biak Numfor untuk meliput penampungan korban kebakaran Pasar Inpres di sanggar kegiatan belajar setempat. Saat bersama pejabat tersebut, wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembangan mendapat perlakuan kasar. 

Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, S.E. akhirnya meminta maaf atas pemukulan yang dilakukannya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembangan, yang dilakukannya pada, Sabtu (9/5/2015) sekitar pukul 15.00 WIT.

Terungkap juga bahwa Fiktor Palembangan merupakan PNS Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Biak Numfor.

Surat permintaan maaf ini diterima awak media, Selasa (12/5/2015) sore melalui Kabag Humas Agus Filma yang dikirim melalui surat elektronik.

"Saat kejadian kondisi saya kelelahan karena padatnya kegiatan dan membuat emosi kami tidak terkendali sehingga melakukan tindakan pemukulan," kata Bupati Biak Numfor tersebut dalam surat tersebut.

Dikatakan, sebagai bentuk penyesalan kami atas tindakan tersebut yang sekaligus sebagai upaya untuk memperbaiki dan membangun hubungan yang harmonis dengan media massa selaku mitra kerja Pemerintah maka dengan ini kami menyatakan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada yang bersangkutan dan kepada seluruh insan pers di manapun berada.

"Dan semoga ini menjadi pengalaman berharga sehingga kasus ini tidak terjadi dimasa datang," pungkas Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, S.E.

Tindakan pemukulan terhadap wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembang,an yang diduga dilakukan Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondi, S.E. adalah tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan. Jika korban luka berat, maksimal bisa dihukum 5 tahun. (sp/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.547 Since: 05.03.13 | 0.116 sec