Hukum

Propam Polri Dalami Kasus AKBP PN

Friday, 08 Mei 2015 | View : 544

JAKARTA-SBN.

Penanganan kasus suap perwira menengah (pamen) Polri Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) PN terus didalami Propam Polri. Sebanyak Rp 500 jutaan uang tunai dan 10 kepingan emas  telah disita. "Kalau emas beratnya 1 kilogram,belum tahu persis kalau di rupiahkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto.

AKBP PN kini masih berstatus terduga dan telah menjalani pemeriksaan rutin oleh Devisi Propam Mabes Polri. "Statusnya belum tersangka masih terduga, pemeriksaan mendalam masih dilakukan propam," jelasnya.

Brigjen Pol. Agus Rianto tidak menampik penyitaan barang bukti dari oknum AKBP itu telah dilakukan oleh Propam dilakukan dua bulan yang lalu. "Memang benar sudah dua bulan kejadiannya," katanya.    Jenderal bintang satu ini mengatakan untuk memperlancar pemeriksaan, kini oknum AKBP PN dicopot dari jabatannya di Bareskrim. "Sekarang tidak ada jabatan, dia bekerja seperti biasa sebagai  Pamen Mabes Polri, sambil diperiksa propam," terangnya.

Sejauh ini, imbuh Brigjen Pol. Agus Rianto,AKBP PN belum bisa dikatakan bersalah karena sejauh ini masih menjalani pemeriksaan. Tentang penyitaan barang bukti apakah telah diakui oleh AKBP PN, Brigjen Pol. Agus Rianto belum mau menjelaskan. "Masih dalam proses pemeriksaan," katanya.

Sejauh ini  pemeriksaan yang dilakukan AKBP PN melakukan aksinya secara sendiri dan tidak teroganisir dengan sang atasan.

Mabes Polri tidak main-main dalam menindak anggota Polri yang bermain mata dengan Narkoba.

“Kalau salah kita tindak sesuai aturan yang ada," jelas Brigjen Pol. Agus Rianto.

Untuk penindakan anggota Polri yang terlibat telah banyak yang di PTDH. "Kalau data berapa orang yang di PDTH saya tidak ingat," ungkap Brigjen Pol. Agus Rianto.

Polri belum bersikap transparan dalam mengungkap kasus pamen Polri berpangkat AKBP yang diduga menerima suap Rp 3 miliar dari bandar narkoba itu.

Sang perwira menengah (pamen) yang merupakan Kepala Unit (Kanit) di salah satu sub Direktorat di Tipid Narkoba tersebut, AKBP PN sempat meminta uang suap Rp 5 miliar kepada bandar narkoba yang ditangkap di sebuah diskotek besar di Bandung itu.

Peristiwa pamen Polri yang terlibat narkoba dikhawatirkan terus berulang, bahkan berani memeras bandar narkoba sebesar Rp 5 miliar.

Kasus perwira Polri terlibat narkoba bukanlah hal baru.

Tahun 2012, Wakil Direktur Narkoba Polda Sumut AKBP Apriyanto Basuki Rahmad ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan narkoba. Namun, AKBP Apriyanto Basuki Rahmad sempat mangkir dari pemeriksaan dan hingga kini belum ada penjelasan tentang nasibnya.

Tahun 2013, Kombes Pol.  Suyono yang terlibat sabu hanya dihukum direhabilitasi, meski dicopot dari jabatannya sebagai Irwasda Polda Lampung.

Tahun 2007 secara mendadak Kapolsek Cisarua AKP Jumantoro dicopot dari jabatannya akibat terlibat kasus narkoba sebanyak 1.800 butir pil ekstasi, sejumlah sabu-sabu dan heroin.

Proses hukum terhadap AKP Jumantoro juga tidak transparan. Bandingkan dengan penangkapan artis atau tokoh yang terlibat narkoba seperti pelawak Gogon yang tidak ditemukan barang bukti darinya divonis 4 tahun penjara. Atau para wanita yang menjadi kurir narkoba, yang kemudian dihukum mati. (rp/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.456 Since: 05.03.13 | 0.1087 sec