Hukum

Kasus AKBP PN Belum Jelas

Friday, 08 Mei 2015 | View : 493

JAKARTA-SBN.

Rabu (5/5/2015), Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes) Polri bekerja sama dengan penegak hukum terkait terus mengembangkan dugaan suap sebesar Rp 5 miliar dari seorang pemakai narkoba pada seorang perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang bertugas di Direktorat Narkotika Bareskrim Polri.

Ini dibenarkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Pol. Drs. Budi Waseso.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Budi Waseso membenarkan penangkapan salah satu perwira menengah terkait kasus narkotika. Tanpa menyebutkan secara rinci kasusnya, ia mengatakan, penangkapan itu merupakan pengembangan sebuah kasus.

"Iya, itu hasil pengembangan," beber Komjen Pol. Drs. Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/5/2015) petang.

Namun, kasus yang menjerat anggota Direktorat Tindak Pidana Narkotika Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri AKBP PN hingga saat ini belum jelas. Tidak ada penjelasan resmi soal kasus yang dituduhkan.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Waseso tidak dapat memberi penjelasan soal kasus itu dengan alasan tidak tahu. Menurut dia, kasus itu masih ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri.

Kata Kabareskrim yang belakangan menimbulkan kontraversi soal penanganan kasus penyidik KPK, Novel Bawesdan, itu saat ini status perwira penerima suap itu sedang disidik satuan Pengamanan Internal Polri. 

"Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa Propam. Kasus ini saya pantau terus. Tadi saja saya dapat evaluasi dari Kadiv Propam," beber Komjen Pol. Drs. Budi Waseso di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Tapi, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso enggan mengungkapkan siapa nama perwira menengah yang kabarnya bertugas sebagai kepala unit V di Direktorat Narkotika Mabes Polri tersebut.

"Itu baru dugaan. Dia merupakan hasil pengembangan kasus yang sedang diusut," dalih Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, sesaat lalu di Bareskrim Polri.

Meski sudah dapat evaluasi dari Propam, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso mengaku bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah AKBP PN merima suap atau memeras orang yang disangka terlibat tindak pidana narkotika.

"Sampai saat ini belum dipastikan dia (PN) ini menerima suap atau justru dia memeras. Ini yang masih didalami Propam. Yakin saja jika oknum seperti ini akan ditindak tegas," papar Komjen Pol. Budi Waseso.

Ketika ditanya siapa yang tengah berperkara terkait narkotika, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso kembali mengaku tidak tahu.

"Belum tahu siapa. Ada yang bilang bandar, ada lagi katanya cuma pemakai, pengedar, kita terus mendalami ini," tukas Komjen Pol. Drs. Budi Waseso.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Pengamanan Internal (Paminal) Polri. "Itu Paminal yang ngerti karena diurus di sana. Sudah didalami mereka sepertinya," papar Komjen Pol. Budi Waseso.

"Untuk kronologi itu Paminal yang lebih mengerti. Saat ini sedang didalami oleh Paminal," tandas Komjen Pol. Drs. Budi Waseso.

Komjen Pol. Drs. Budi Waseso juga belum bisa bercerita banyak soal perkembangan kasus suap tersebut. Soal penahanan terhadap perwira itu,  Komjen Pol. Drs. Budi Waseso menyerahkan semua keputusan pada satuan Profesi dan Pengamanan Polri.

"Untuk siapanya nanti dulu ya karena belum bulat. Untuk penahanan nanti kita lihat dari Propam karena mereka yang punya kewenangan," jelas Komjen Pol. Drs. Budi Waseso.

Ia memastikan bahwa tindakan sesuai dengan prosedur akan berlaku jika perwira menengah tersebut dinyatakan terbukti bersalah oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, perwira penerima suap itu berinisial PN.  Dia ditangkap sekitar dua pekan lalu di Bandung. Sebelumnya perwira tersebut melakukan penindakan di sebuah diskotik yang juga terletak di Bandung. Namun baru kemarin kasus terungkap, karena diduga pihak Kepolisian berusaha menutupinya.

Kabarnya pemilik diskotik tersebut enggan ditangkap oleh penyidik dan akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalah di tempat. Uang yang ditawarkan kepada perwira menengah tersebut pun cukup besar, yaitu sekitar Rp 5 miliar.

Sang perwira menengah juga sempat menerima uang sebesar Rp 3 miliar sebelum akhirnya diciduk saat mau melakukan transaksi Rp 2 miliar yang menjadi sisa perjanjian penyelesaian kasus.

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkotika Kombes Pol. Nugroho Aji juga membenarkan penangkapan tersebut. Perwira menengah itu bertugas di Direktorat Tindak Pidana Narkotika.

"Ini persoalan internal saja. Untuk lengkapnya, direktur yang berhak bicara," ujar Kombes Pol. Nugroho Aji.

Namun, Direktur Tindak Pidana (Tipid) Narkotika Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Anjan Pramuka Putra juga belum mau berkomentar pada wartawan.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra belum berkomentar mengenai hal ini.

Hingga saat ini, belum ada informasi dan keterangan detail mengenai kasus yang menjerat perwira menengah tersebut. (kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.999 Since: 05.03.13 | 0.1645 sec