Hukum

AKBP PN Diperiksa Paminal

Saturday, 09 Mei 2015 | View : 1269

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) PN dicokok petugas Paminal Divisi Propam Polri karena diduga terima suap Rp 5 miliar dari pemilik diskotik di Banduung yang juga diduga bandar narkoba. AKBP PN saat itu menjabat sebagai Kanit 3 Subdit 5 Direktorat IV Tindak Pidana Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Seperti diberitakan kasus yang sudah terjadi sekitar dua bulan lalu di Bandung, Jawa Barat itu baru tercium wartawan Senin, (4/5/2015).

Dari informasi yang dihimpun awak media, perwira yang bermasalah itu adalah Kanit di Direktorat IV Narkoba Bareskrim berinisial AKBP PN.

AKBP PN ini dimasa lalu sempat bersentuhan dengan bandar narkoba Freddy Budiman. Tapi kasus yang membuatnya kepleset kali ini tak terkait Freddy Budiman.

Kasus yang melibatkan penyidik Direktorat Narkoba Bareskrim berinisial Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) PN yang ditangkap Pengamanan Internal (Paminal) Polri akhirnya jelas.

"Pelaku bersama empat anak buahnya pada 27 Februari lalu itu membuat setting kasus bohongan. Seolah-olah ada penggrebekan kasus narkoba di sebuah karaoke di Bandung, Jawa Barat,” beber seorang sumber di Propam Polri pada awak media, Jumat (8/5/2015).

Untuk menggertak korban, yang memiliki karaoke FB yang terletak dikawasan Banceuy, Bandung, itu pelaku seolah-olah menemukan ekstasi. Ujung-ujungnya, dengan dalih uang tutup mulut, pelaku lalu menawarkan perdamaian.

"Terjadilah tawar menawar hingga kemudian disepakati Rp 5 miliar. Korban baru sempat memberi pelaku uang Rp 530 juta lebih, beberapa ribu dollar Amerika, dan beberapa keping emas, lalu kita sempat tangkap pelaku dan anak buahnya," sambung sumber itu.

Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra menegaskan jika suap Rp 5 M adalah perbuatan oknum AKBP PN semata. Ia tegaskan jika perbuatannya itu di luar sepengetahuan dirinya sebagai pimpinan PN.

"Yang bersangkutan sudah diperiksa di Paminal, waktu melakukan itu tanpa sepengetahuan pimpinan," ungkap Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra kepada awak media, Jumat (8/5/2015).

AKBP NP tidak sendiri dalam menerima suap Rp 5 miliar dari seorang bandar narkotika di Bandung, Jawa Barat. Polisi yang menjabat sebagai Kanit 3 Subdit V Direktorat Narkoba Bareskrim Polri ini ternyata melakukan penyimpangan tersebut bersama 4 anak buahnya.

"Mereka berlima, yang empat lagi ada 1 orang Kompol dan 3 lagi bintara," beber Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra kepada awak media, Jumat (8/5/2015).

Brigjen Pol. ‎Anjan Pramuka Putra mengatakan, AKBP PN dan keempat anggotanya itu sudah diserahkan ke Paminal Divisi Propam Polri untuk diproses selanjutnya.

"Nantinya kalau sidang Komisi Kode Etik (KKE) menyatakan mereka terbukti melanggar kode etik dan harus di-PTDH, ya kita laksanakan keputusan tersebut," tutur Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra.

Ia katakan, apa yang dilakukan kelima anggotanya itu di luar institusinya. "Artinya mereka ini oknum," ucap Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra.

Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra menegaskan, dirinya tidak akan mentolelir jika ada anggotanya yang melakukan penyimpangan dalam menjalankan tugas-tugasnya di Direktorat IV Narkotika Bareskrim Polri.

Sebagai bentuk pengawasannya terhadap anak buahnya, ia juga mengingatkan seluruh anggotanya untuk tidak main mata dengan jaringan narkoba, apalagi melakukan '86'.

"Setiap apel saya selalu ingatkan anggota jangan main dengan jaringan, memeras atau terima suap, kemudian menangkap pelaku narkoba kemudian melepaskannya dan penyimpangan-penyimpangan lain sudah yang tekankan semua ke anggota," pungkas Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra.

Mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya itu juga menegaskan jika pihaknya tidak pandang bulu dalam memberantas kasus narkotika ini. Ia juga meyakinkan jika dirinya tidak akan mentolerir perbuatan menyimpang seperti PN ini.

"Kita tidak pandang bulu dalam memberantas narkoba ini, termasuk jika ada keterlibatan oknum dan AKBP PN‎ ini juga sudah diserahkan ke Paminal," tutup Brigjen Pol. ‎Anjan Pramuka Putra. (det/sp/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.890.012 Since: 05.03.13 | 0.125 sec