Hukum

Rekonstruksi Pembunuh Deudeuh

Wednesday, 06 Mei 2015 | View : 499

JAKARTA-SBN.

Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin alias Epi alias Tata (26), di rumah kos, Jalan Tebet Utara I, Nomor 15 C, RT07/RW10, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (6/5/2015).

Berdasarkan pantauan awak media, rekonstruksi digelar sekitar pukul 10.00 WIB. Satu bus, dua mobil Subdit Jatanras, dan Inafis Polda Metro Jaya berhenti di depan pintu pagar rumah kos korban.

Sejumlah warga menyemut di sekitar lokasi. Polisi memasang garis polisi di sisi kanan dan kiri jalan sekitar 50 meter dari pagar rumah kos.

Polisi juga menutup jalan Tebet Utara I. Setiap kendaraan yang akan masuk ke jalan itu dialihkan melalui jalan lain.

Anggota polisi berpakaian lengkap dan membawa senjata menjaga ketat pintu pagar rumah kos. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik akan menggelar puluhan adegan dalam rekonstruksi yang berlangsung tertutup itu.

Salah satunya saat tersangka datang dengan taksi ke lokasi, kemudian disambut Deudeuh Alfisahrin alias Epi alias Tata di depan pintu pagar, naik ke lantai dua menuju kamar korban, tersangka masuk kamar mandi, naik ke ranjang, pencekikan, mengambil barang korban, dan melarikan diri.

Hingga berita ini diturunkan, polisi baru menggelar adegan tersangka datang dengan taksi dan disambut korban di depan pagar.

Tersangka M. Prio Santoso (24), yang menggunakan baju tahanan warna oranye dan penutup kepala, langsung diturunkan dari mobil.

Ia kemudian dibawa ke lantai dua, ke kamar Deudeuh Alfisahrin alias Epi alias Tata, Nomor 28.

Tersangka M. Prio Santoso (24), mendadak menjadi perhatian semua mata, di Jalan Tebet Utara I, RT07/RW10, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel).

Pandangan laki-laki, perempuan, tua, muda, hingga anak-anak tertuju kepada tersangka yang tengah melakukan adegan rekonstruksi di depan pagar sebuah rumah kos nomor 15 C.

Tersangka, yang menggunakan baju tahanan warna oranye dan penutup kepala memperagakan turun dari taksi, saat tiba di rumah kos tersebut.

Saat tersangka turun dari taksi, tiba-tiba ratusan warga yang sudah menyemut sejak sebelum rekonstruksi dimulai meneriaki tersangka.

"Huuuu... Huuuuu... Woi.. Woi... Ini pelakunya," teriak warga yang geram dengan perilaku tersangka, Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Bukan hanya sekali, teriakan itu menggema berkali-kali, setiap tersangka melakukan adegan.

Selesai di luar, reka ulang dilanjutkan ke dalam kamar korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka awalnya mengetuk pintu kamar korban.

Selanjutnya, tersangka masuk ke dalam kamar dan menuju mandi untuk buang air kecil. Tak lama, tersangka keluar. Gantian, giliran korban yang masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Sejurus kemudian, mereka berhubungan badan. Di tengah adegan ranjang, korban menyampaikan jika tersangka bau badan.

Tersangka pun naik pitam. Korban langsung dicekik di atas kasur. Korban sempat melawan dan mengigit jari tersangka, sambil berusaha kabur.

Namun apa daya, tenaga tersangka lebih kuat. Eksekusi pembunuhan berlanjut hingga ke lantai. Korban pun meninggal dunia akibat dicekik dan dijerat kabel alat pelurus rambut.

Sebelum kabur, tersangka sempat memastikan, korban sudah tewas atau belum, kemudian menutup jenazah korban dengan bed cover warna merah muda bergambar Hello Kitty.

Tersangka kemudian kabur menuju Stasiun Cawang. Sebelum naik kereta rel listrik menuju Bojong Gede, tersangka membuang kunci kamar kos korban ke saluran air atau got, di balik pagar stasiun.

Berdasarkan pantauan wartawan, tersangka masuk ke dalam Stasiun Cawang, kemudian berjongkok di pinggir pagar. Tak lama, tersangka membuang kunci melalui sela-sela pagar ke saluran air atau got di belakangnya.

Polisi rampung menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin alias Epi alias Tata (26) di sebuah indekos, Jalan Tebet Utara I Nomor 15 C, RT07/RW10, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Buddy Towoliu mengatakan, ada sekitar 28 adegan yang diperagakan tersangka M. Prio Santoso (24), baik di indekos korban dan Stasiun Cawang.

"Ada 28 adegan yang diperagakan tersangka," ungkap Kompol Buddy Towoliu usai rekonstruksi.

Dikatakan Kompol Buddy Towoliu, rekonstruksi atau reka ulang kejadian bermula dari depan indekos korban, yakni tersangka turun dari taksi.

"Kemudian, naik tangga ke lantai dua, ketok pintu, dibuka pintu sama korban, dan masuk ke dalam," beber Kompol Buddy Towoliu.

Selanjutnya, adegan di dalam kamar. Dimulai tersangka masuk kamar mandi, lalu berhubungan badan, dan pembunuhan.

"Korban dicekik di atas kasur hingga meninggal dunia. Sebelum melarikan diri, korban mengambil barang-barang korban," sambung Kompol Buddy Towoliu.

Menurutnya, adegan dilanjutkan ke Stasiun Cawang. Di sana, tersangka membuang kunci kamar indekos korban.

"Adegan dilanjutkan buang kunci di Stasiun Cawang. Semua adegan sudah dilakukan dengan lancar," pungkas Kompol Buddy Towoliu. (sp/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.368.077 Since: 05.03.13 | 0.1941 sec