Nasional

Penerima KJP Ditargetkan 330 Ribu Pelajar

Monday, 05 Agustus 2013 | View : 1580

JAKARTA-SBN.

Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut berbentuk ATM Bank DKI yang selanjutnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyuntikkan dana berisi uang yang berbeda-beda. Besaran dananya Rp 240 ribu akan diperuntukkan bagi pelajar tingkat SMA/SMK/MA per bulan, Rp 210 ribu per bulan akan diberikan untuk pelajar tingkat SMP/MTs, dan Rp 180 ribu per bulan untuk pelajar tingkat SD/MI. Uang tersebut akan masuk ke Kartu Pintar yang terintegrasi dengan kartu ATM Bank DKI setiap tanggal 1 per bulannya. Nominal uangnya untuk jangka waktu tiga bulan.

Dana dalam KJP tersebut diturunkan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pribadi siswa. Dalam peluncuran KJP berupa ‘uang saku’ berbentuk kartu ATM Bank DKI tersebut diperuntukkan untuk pelajar yang kurang mampu atau dibawah rata-rata. Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi dalam sambutannya mengaku kalau kartu itu untuk membantu pelajar memenuhi kebutuhan pelajar secara personal untuk biaya tranportasi, baju, sepatu, dan lainnya. “Saya luncurkan dan bisa langsung digunakan,” tutur Gubernur DKI Jakarta, Jokowi saat peluncuran perdana Kartu Jakarta Pintar (KJP) di kompleks Yayasan Pendidikan Pengajaran Dewasa (Yappenda) Jalan Swasembada Timur V Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2012).

“Ada syarat yang harus dipenuhi seorang siswa untuk bisa menerima Kartu Jakarta Pintar,” terang Kepala Seksi SMA Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara Syamsyul Arifin. “Pertama, calon penerima harus bisa membuktikan bahwa mereka adalah warga tidak mampu secara ekonomi,” paparnya. “Harus ada SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari RT atau RW dan kelurahan,” imbuh Syamsyul Arifin di SMA Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2012). “Setelah punya SKTM, sekolah memberikan rujukan ke Dinas Pendidikan DKI. Dinas lah yang akan menentukan kuota penerima Kartu Jakarta Pintar,” sambung dia. “Selain kondisi ekonomi, siswa yang mendapatkan Kartu Jakarta Pintar juga harus berprestasi di sekolah,” tegas Syamsyul Arifin. “Jika tidak berprestasi, tak akan diutamakan dalam pembagian Kartu Jakarta Pintar,” tukas dia. Terkait pengawasan Kartu Pintar ini, lebih lanjut kata Syamsyul Arifin, fasilitas ini rawan penyimpangan. Uang Kartu Pintar, ujar dia, bisa saja dibelikan rokok. “Sampai saat ini, belum ada solusi khusus untuk memastikan Kartu Pintar bebas dari penyimpangan,” ungkap Syamsyul Arifin. “Untuk hal itu belum ada jawabannya,” tandas dia.

Total anggaran yang dikucurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari APBD untuk KJP sekitar Rp 804 miliar dengan sasaran pelajar usia sekolah 7-18 tahun sebanyak 332.456 pelajar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menargetkan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) mencapai 330 ribu siswa. Oleh sebab itu, target tersebut sesuai dengan program pencanangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meringankan beban siswa yang tidak mampu. “Jumlah target penerima KJP adalah 330 ribu. Data didapat dari BPS warga yang kurang mampu dari tingkat SD, SMP, SMA, MI, MTS, MA. Semua data disalurkan melalui Bank DKI, dan penerima KJP dapat dilihat di internet,” jelas anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Merry Hotma, di hadapan peserta dialog interaktif dewan dan masyarakat di Senayan Trade Center, Jakarta Pusat, Minggu (4/8/2013).

“Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin seluruh warga usia sekolah mendapatkan pelayanan pendidikan minimal sampai jenjang pendidikan menengah,” tambah anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Merry Hotma.

Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan pemberian dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Biaya Personal Siswa Miskin (BPSM). Untuk BPSM, teknis penyalurannya menggunakan Kartu Jakarta Pintar, yaitu berupa kartu ATM Bank DKI.

Kepala Sekolah SMKN 29 Penerbangan, Jakarta, Dedi Dwitagama berharap penyaluran KJP tepat sasaran, yaitu kepada siswa dan siswi yang tidak mampu, serta tersalurkan pada mereka yang kurang mampu tetapi memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan ingin pintar. “Saat ini banyak kalangan pelajar DKI Jakarta yang keadaan ekonominya kurang mampu, tetapi juga tidak memiliki kemauan dan keinginan belajar dengan sungguh-sungguh,” tukas Pemenang Pertama Acer Guraru Award 2012, Dedi Dwitagama.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok mengakui pencairan dana untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) memiliki kendala. Khususnya, pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta. “SMK memang ada masalah. Sebab pemerintah pusat kalah sama kita. Pusat wajib belajar sembilan tahun, kita 12 tahun. Nah, tiga tahun lebihnya ini dianggap tidak ada payungnya. Ini harus diperbaiki di APBD. Itu yang swasta. Itu masalahnya di situ,” tutur mantan Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (4/7/2013). (kj/tem)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.652.282 Since: 05.03.13 | 0.1601 sec