Hukum

Alex Usman Sebut Banyak Anggota DPRD DKI Terlibat Kasus UPS

Tuesday, 05 Mei 2015 | View : 414

JAKARTA-SBN.

Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Alex Usman memastikan lewat penasihat hukumnya, Zul Armain Azis, tak akan pasang badan soal kasus korupsi pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS).

Alex Usman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku akan membongkar kasus UPS jika memang diperlukan.

"Ada infonya soal katanya mau jadi whistle blower. Kalau memang posisi begitu, saya suruh bongkar saja semua," ungkap advokat Zul Armain Azis kepada awak media di kediaman Alex Usman di Jalan Duri Kencana 15 RT04/RW07, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2015).

Pembongkaran ini diharapkan akan berdampak pada pengurangan hukuman yang akan dikenakan terhadap Alex Usman. Dengan demikian, pengacara Zul Armain Azis mengatakan, pihaknya akan bersikeras membongkar kasus UPS.

Advokat Zul Armain Azis juga membantah kliennya akan dipanggil oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait verifikasi barang-barang yang sudah disita dari beberapa tempat.

Ia mengaku belum menerima surat pemanggilan. "Ya enggak dong. Kan ada aturannya juga kalau pemanggilan. Enggak ada surat pemanggilan. Kalau enggak ada surat pemanggilan ngapain hadir," tukas pengacara Zul Armain Azis.

Rabu (8/4/2015) rumah dan kantor Alex Usman digeledah oleh Subdirektorat V Tipikor Bareskrim. Penggeledahan rumah Alex Usman selesai pada pukul 15.30 WIB, sedangkan kantor Alex Usman sampai saat ini masih dalam proses penggeledahan.

Penasihat hukum Alex Usman lainnya, ‎Eri Rosatria, menyebut bahwa banyak anggota DPRD DKI Jakarta yang terlibat kasus pengadaan UPS. Hal itu diketahuinya dari ucapan Alex Usman.

"Bapak bilang di kasus ini banyak melibatkan anggota DPRD DKI," beber advokat Eri Rosatria usai mengunjungi kliennya di tahanan Bareskrim Polri Jakarta, Senin (4/5/2015).

Meski begitu, pengacara Eri Rosatria tidak menyebut siapa saja anggota DPRD DKI Jakarta yang terlibat kasus tersebut. Dia mengatakan kedatangannya untuk mengajukan penangguhan penahanan Alex Usman pada penyidik lantaran Alex Usman menderita infeksi lambung.

"Tadi sudah bertemu pak Alex, dia infeksi lambung tapi tadi sudah cukup sehat. Permohonan penangguhan penahanan sudah diserahkan ke penyidik," papar advokat Eri Rosatria.

Advokat Eri Rosatria menjelaskan, kliennya memang punya riwayat gangguan lambung kroni yang menyebabkan Alex Usman tidak dapat memenuhi panggilan penyidik kepolisian sebelumnya.

Alex Usman adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS di dalam APBD Perubahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014. Penyidik telah memanggil Alex Usman tiga kali. Namun, ia tak pernah datang karena alasan kesehatan.

Alex Usman diduga melakukan korupsi pengadaan UPS saat menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat.

Selain Alex Usman, rekannya bernama Zaenal Soleman juga ditetapkan tersangka. Zaenal Soleman diduga bersama-sama melakukan korupsi ketika menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Keduanya dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP. (kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.239 Since: 05.03.13 | 0.1648 sec